Senin, 27 Februari 2012

1.    Sekretaris daerah selaku Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi        (PPID) Kepala    
       Kantor    PDE, Arda dan Humas.
2.    Sekretariat  DPRD - PPID Kepala Sub Bagian Informasi
3.    Inspektorat     - PPID Sekretaris Inspektorat
4.    Bappeda         - PPID Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
5.    Dinas Pendidikan- PPID Sekretaris Dinas Pendidikan
6.    Dinas Kesehatan - PPID Sekretaris
7.    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan - PPID  Sekretaris
8.    Dinas Perhubungan - PPID Sekretaris
9.    DPPKAD    - PPID Sekretaris
10.   DisKoperindag - PPID Sekretaris
11.   Dinas Pekerjaan Umum - PPID
12.   Disporabudpar - PPID Sekretaris
13.   DinSostek - PPID Sekretaris
14.   Dinas Kependudukan dan Casip - PPID Sekretaris
15.   DP- 4 - ppid Sekretaris
16.   Badamn Kepegawaian Daerah - PPID Sekretaris
17.   BPMPKB - PPID Sekretaris BPMPKB
18.   Kantor Perpustakaan Umum - PPID Kepala Sub bagian Tata Usaha
19.   Kantor PDE Arda dan Humas - PPID Kepala Sub Bagian tata Usaha
20.   Kantor Lingkungan Hidup - Kepala Sub Bagian Tata Usaha
21.   Kantor PMPT - PPID Kepala Sub Bagian Tata Usaha
22.   Kantor Kesbang - PPID Kepala Sub Bagian Tata Usaha
23.   RSUD R.Syamsudin SH - PPID Kepala Sub Bagian Peamasaran dan Humas
24.   Satuan Polisi Pamong Praja- PPID Kepala Sub Bagian Tata Usaha
25.   Kecamatan Gunung Puyuh - PPID Sekretaris
26.   Keacamatan Cikole - PPID Sekretaris
27.   Kecamatan Citamiang -  PPID Sekretaris
28.   Kecamatan warudoyong - PPID Sekretaris
29.   Kecamatan Baros - PPID Sekretaris
30 .  Kecamatan Lembursitu - PPID Sekretaris
31.   Kecamatan Cibeureum - PPID Sekretaris
32.   Kelurahan Gunung Puyuh - PPID Sekretaris
33.   Kelurahan Karamat - PPID Sekretaris
34.   Kelurahan Sriwidari - PPID Sekretaris
35.   Kelurahan Karang tengah - PPID Sekretaris
36.   Kelurahan Cikole - PPID Sekretaris
37.   Kelurahan Selabatu - PPID Sekretaris
38.   Kelurahan Kebonjati - PPID Sekretaris
39.   Kelurahan Gunung parang - PPID Sekretaris
40.   Kelurahan Cisarua - PPID Sekretaris
41.   Kelurahan Subangjaya - PPID Sekretaris
42.   Kelurahan Citamiang - PPID Sekretaris
43.   Kelurahan Tipar - PPID Sekretaris
44.   Kelurahan Nanggeleng - PPID Sekretaris
45.   Kelurahan Gedong panjang - PPID Sekretaris
46.  Kelurahan Cikonedang - PPID Sekretaris
47.  Kelurahan Warudyong - PPID Sekretaris
48.  Kelurahan Nyomplong - PPID Sekretaris
49.  Kelurahan Dayeuhluhur - PPID Sekretaris
50.  Kelurahan Sukakarya - PPID Sekretaris
51.  Kelurahan Benteng - PPID Sekretaris
52.  Kelurahan Baros - PPID Sekretaris
53.  Kelurahan Jayaraksa - PPID Sekretaris
54.  Keluarahan Jayamekar - PPID Sekretaris
55.  Keluarahan Sudajayahilir - PPID Sekretaris
56.  Keluarahan Cipanengah - PPID Sekretaris
57.  Kelurahan Situmekar - PPID Sekretaris
58.  Kelurahan Lembursitu - PPID Sekretaris
59.  Kelurahan Cikundul - PPID Sekretaris
60.  Kelurahan Sindangsari - PPID Sekretaris
61.  Kelurahan Cibeureumhilir - PPID Sekretaris
62.  Kelurahan Babakan - PPID Sekretaris
63.  Kelurahan Sindangpalay - PPID Sekretaris
64.  Kelurahan Limusnunggal - PPID Sekretaris
65.  PD> Air Minum Tirta Bumi Wibawa - PPID Kepala Bagian Hubungan Langganan
66.  PD. BPR - PPID Direktur
67.  PD Waluya Farma  - PPID Direktur



 Sukabumi-

Mulai berkembangnya pendidikan non formal khususnya sekolah paket B dan C di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), secara tidak langsung memberikan dampak positif dalam melahirkan siswa-siswa yang berkualitas dan mewujudkan pelayanan pendidikan berkualitas di Kota Sukabumi. Namun yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah menghilangkan sekat antara sekolah informal dan non formal. 

"Dari segi kuantitas, saat ini PKBM yang ada di Kota Sukabumi menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dan hanya tinggal meningkatkan kualitasnya. Karena saat ini jika dilihat lulusan dari sekolah informal juga tidak kalah bagusnya dengan sekolah formal," kata Wakil walikota Sukabumi H. Mulyono usai menghadiri pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kota Sukabumi di Ruang Pertemuan Balaikota Sukabumi, Sabtu (25/2).

Dijelaskannya, saat ini dari sisi kelembagaan PKBM tumbuh subur namun yang harus ditingkatkan adalah terkait tenaga pengajarnya dan hal ini yang harus didorong oleh pemerintah. Dimana saat ini penerimaan pegawai hanya untuk pendidikan formal, sedangkan tenaga pendidikan di informal hanya apa adanya dan tanpa ada seleksi sehingga juga akan kita perhatikan kedepannya. Bukan itu saja, Dinas Pendidikan harus bisa melakukan pengkajian terkait berapa jumlah PKBM yang ada di wilayah Kota Sukabumi dan bagaimana pengelolaannya.

"Kondisi saat ini antara pendidikan formal dan informal seperti sengaja disekat dan seharusnya tidak boleh seperti itu, oleh karenanya pihak yang berwenang harus memikirkan solusi apa untuk mengatasi permasalahan ini. Bahkan kalau perlu dalam pelaksanaan ujian nasional, siswa sekolah paket dan formal dibaur menjadi satu," ujarnya.

Sementara itu Ketua FK PKBM Kota Sukabumi H. Dian Muhammad Sahlan mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang menganggap PKBM merupakan pendidikan alternatif dan yang belajar hanya yang usianya tua, untuk itu pihaknya terus berusaha untuk merubah pola pikir masyarakat saat ini tentang PKBM. Karena kenyataannya peserta didik di PKBM hampir 80 persen oleh anak-anak berusia muda. 


  Sukabumi,

SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara pertama Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Jawa Barat Tahun 2012. Dengan keberhasilan tersebut, SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, berhak mengikuti LSS Tingkat Nasional Tahun 2012, sebagai duta Provinsi Jawa Barat, yang menurut rencana akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. 

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mengikuti LSS Tingkat Nasional tersebut, Kepala SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, Drs. Asep Rukman Wiria, M.M. beserta jajarannya, saat ini tengah melakukan pembenahan dalam berbagai sektor, khususnya infrastruktur sekolah, ke arah yang lebih baik lagi. 

Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, Diar Ruswidjanarko, ATD., M. Eng. M., didampingi Kasi Humas,  Dendayasa, S.IP. menjelaskan, dalam melakukan pembenahan tersebut, pihak SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, dibantu oleh pihak dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya. Diantaranya Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman (DP-4) Kota Sukabumi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi, Bagian Administrasi Kesra Setda Kota Sukabumi, serta Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kota Sukabumi dan TP UKS Kecamatan Cikole. Selain itu, juga warga sekolah, khususnya Komite Sekolah, orang tua dan siswa. 

Dikatakannya, dalam melakukan pembenahan tersebut, semua dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya, bekerja sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Hal tersebut dilakukan, sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi (Rakor), yang dilaksanakan di Ruangan Pertemuan Setda Kota Sukabumi. 

Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi mengungkapkan, apabila melihat kondisi dan berbagai pembenahan yang dilakukan, pihaknya meyakini dan merasa optimis, bahwa SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi, bisa berhasil meraih gelar juara pada LSS Tingkat Nasional Tahun 2012, untuk dipersembahkan kepada warga masyarakat, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Sukabumi, sebagai kado ulang tahun hari jadi ke-98 Kota Sukabumi, yang jatuh pada tanggal 1 April 2012 mendatang.Endang S


Sukabumi,

Sebanyak 85 persen mahasiswa dan alumni AMIK BSI Sukabumi, sudah terserap di dunia kerja di berbagai perusahaan, diantaranya sebagai Staf Informasi dan Teknologi (IT), Programmer, Data Entry, Teknisi Komputer, Pramugari, Staf Administrasi, Jurnalis, Sekretaris, Supervisor, Accounting, Marketing dan sebagainya. Sedangkan sisanya sekitar 15 persen, lebih memilih melanjutkan kuliah dan membuka usaha sendiri, diantaranya bergerak dalam bidang IT, Busana, Tas, Makanan, Minuman, Jamur Tiram dan sebagainya. 

Keberhasilan tersebut, menurut Kepala Kampus AMIK BSI Sukabumi, Taufik Baedowi, M.Kom., ditempuh melalui berbagai langkah dan upaya, serta tidak terlepas dari peran BSI Career Center (BCC), dan BSI Entrepreneur Center (BEC), yang senantiasa siap memfasilitasi dan memediatori proses seleksi kerja, terhadap mahasiswa dan alumni AMIK BSI Sukabumi, yang dilaksanakan oleh berbagai perusahaan, baik dari dalam maupun dari luar Sukabumi. 

Kegiatan yang senantiasa dilaksanakan BBC dan BEC tersebut, diantaranya Roadshow Career and Entrepreneurship Fair BSI (CEF BSI), yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, diantara di Kampus BSI Bekasi, Jatiwaringin Jakarta Timur, Cengkareng Jakarta Barat, Bogor, Sukabumi, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Pontianak dan Karawang. Dijelaskannya, kegiatan CEF BSI tersebut, merupakan salah satu kegiatan terbesar, dari serangkaian kegiatan dan program kerja BCC dan BEC. 

Menyinggung perusahaan yang telah melakukan kerja sama dengan AMIK BSI Sukabumi, hingga saat ini sudah berjumlah kurang-lebih 30 perusahaan, baik dari dalam maupun dari luar Sukabumi, diantaranya bergerak dalam dunia industri, perbankan dan dunia usaha lainnya. Adapun kerja sama dengan ke-30 perusahaan tersebut, diantaranya dalam bidang rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM), Program Magang dan Kunjungan Ilmiah. Diharapkannya, melalui kerja sama dengan perusahaan tersebut, dapat meningkatkan daya serap, terhadap mahasiswa dan alumni AMIK BSI Sukabumi dalam dunia kerja. 

Kepala Kampus AMIK BSI Sukabumi menandaskan, banyaknya perusahaan yang melakukan kerja sama dengan AMIK BSI Sukabumi ini, sebagai salah satu bukti nyata dan keseriusan pihaknya, khususnya dalam meraih kepercayaan dari warga masyarakat, bahwa kuliah di AMIK BSI Sukabumi, selain bisa langsung mendapat pekerjaan, juga dapat mendidik mahasiswa menjadi entrepreunership.Endang. S

Kamis, 23 Februari 2012

  Sukabumi,
Menurut para medis Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisalebih stabil, ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

Belum tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Sukabumi, untuk itu di tahun 2012 ini bekerjasama dengan PMI dan Persatuan Donor Darah Indonesia 9PDDI) Cabang Kota Sukabumi secara gencar dilakukan berbagai kegiatan yang bersifat memberikan informasi tentang betapa pentingnya mendonorkan darah kepada masyarakat.


"Kami bersama dengan PMI dan PDDI terus berkomitmen untuk menyediakan stok darah, namun belum tumbuhnya kesadaran mendonor dari masyarakat juga menjadi permasalahan yang harus segera di ambil langkah-langkah solusi," kata Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono seusai mendonorkan darahnya di PT. PLN APJ Sukabumi memmperingati HUT Kota Sukabumi ke 98 tahun 2012, Jumat (24/2).

Dijelaskannya, saat ini kebutuhan darah masyarakat Kota Sukabumi setiap bulannya mencapai 1.000 labu dan kita saat ini stok kita dibawah jumlah tersebut. Untuk itu pihaknya sangat menyambut baik langkah-langkah pihak swasta dan lembaga lainnya seperti PLN yang secara rutin menggelar kegiatan donor darah 3 kali dan setahun. 

"Langkah-langkah ini sangat perlu dilakukan pula oleh lembaga lainnya termasuk dinas/instansi, jika semuanya pihak berperan aktif dalam kegiatan seperti ini maka kita tidak perlu pusing untuk memenuhi kebutuhan stok darah yang saat ini untuk kekurangannya selalu di kirim dari kota lain, seperti Jakarta, bandung dan Bogor," ujarnya.

Dirinya juga menyetujui dan menyambut baik gagasan PDDI Cabang Kota Sukabumi yang berencana menjalan program kampung donor di wilayah Kota Sukabumi. Dimana nantinya program ini bisa diterapkan di level Rt dan RW, sehingga bisa meminimalisir kekhawatiran masyarakat saat ini yang menganggap masih ada dampak dan kibat menjadi pendonor darah.

"Masyarakat sebenarnya tidak perlu takut untuk menjadi pendonor darah, karena sangat memberikan banyak manfaat yang baik bagi kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu Manager PT.PLN APJ Sukabumi Nono Mulyono mengatakan, pihaknya menargetkan 100 labu darah setiap kali melaksanakan kegiatan donor darah yang selama 1 tahun dilakukan 3 kali. "saat ini target tersebut belum tercapai dan hanya sampai 85 labu darah setiap kali kegiatan," katanya.

Diungkapkannya, jika dilihat dari potensi pegawai dan karyawan rekana yang jumlahnya mencapai angka 100 orang lebih memang banyak, namun permasalahannya tidak semuanya bisa mendonorkan darahnya, karena ada yangs akit, sedang bekerja dan belum bisa mendonorkan darah berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis.

"Berbagai cara kita lakukan untuk merangsang selurub pegawai dan karyawan agar mau mendonorkan darahnya, contohnya dengan memberikan mereka souvenir," ungkapnya. (dens/hery)

Rabu, 22 Februari 2012

Sukabumi, 
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, secara rutin melaksanakan razia terhadap sejumlah spanduk, baliho dan pamflet ilegal, atau yang tidak memiliki izin dari dinas-instansi terkait, yang dipasang di ruas-ruas jalan utama, batang-batang pohon, tempat-tempat fasilitas umum dan tempat-tempat terlarang lainnya di Kota Sukabumi. 

Maksud dan tujuan dilaksanakannya razia tersebut, seperti dikatakan Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Agus Wawan Gunawan, S.IP., dalam rangka menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Ketertiban Umum, sekaligus sebagai salah satu upaya meningkatkan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3), khususnya di wilayah Kota Sukabumi. 

Dijelaskannya, selain secara rutin melaksanakan razia terhadap sejumlah spanduk, baliho dan pamflet ilegal, pihaknya juga secara rutin menertibkan sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah trotoar jalan, khususnya lapak-lapak yang kumuh dan sudah tidak digunakan lagi oleh para PKL. Karena lapak-lapak tersebut, selain menggangu K3, juga mengganggu aktivitas warga masyarakat, khususnya para pejalan kaki. 

Razia lainnya yang dilaksanakan secara rutin oleh Satpol PP Kota Sukabumi, yakni razia terhadap Anak Jalanan (Anjal) serta Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), di sejumlah ruas jalan dan tempat-tempat strategis lainnya di wilayah Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi. Maksud dan tujuan dilaksanakannya razia tersebut, karena para Anjal dan Gepeng tersebut, selain mengganggu ketertiban umum, juga mengganggu terhadap kelancaran lalu lintas di Kota Sukabumi.Endang S



 Sukabumi, 
Walikota Sukabumi, H. Mokhammad Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si., membuka Pelatihan dan Ujian Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, hari Rabu, 22 Februari 2012, di Gedung Korpri, Jl. Pelabuan II Kota Sukabumi. 

 Walikota Sukabumi menandaskan, bila dilihat dari perspektif tata kelola pemerintahan, kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik atau good government, demi terciptanya masyarakat Kota Sukabumi yang cerdas, sehat dan sejahtera. Pengelolaan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih ditandai dengan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. 

Menurut Walikota Sukabumi ada banyak faktor yang yang harus diperhatikan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan Negara yang dibelanjakan melalui proses pengadaan barang dan jasa. Pertama, faktor regulasi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan presiden nomor 54 tahun 2010 sebagai pedoman dalam tata cara pengadaan barang dan jasa. Kedua, factor pelaku langsung dalam pengadaan barang dan jasa. Para aparat di lingkungan pemerintah kota Sukabumi, harus mampu menjalankan proses pengadaan barang dan jasa yang aman, tertib, dan dalam koridor ketentuan dan aturan yang berlaku. 


Walikota menegaskan, begitu pentingnya proses pengadaan barang dan jasa, sehingga menuntut aparat pemerintah untuk terus meningkatkan kemampuan dalam pengadaan barang dan jasa. Untuk itu Walikota telah menerbitkan peraturan Walikota Sukabumi tentang pembentukan unit pelaksana teknis pengadaan barang dan jasa. Tujuan pembentukan unit ini bertujuan agar terkoordinasikannya seluruh proses pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian, maka proses pembangunan di Kota Sukabumi tidak terhambat. 

Kepala Bidang Diklat BKD Kota Sukabumi, Doktor Hj. Wiwin Winarni, M.MPd., menjelaskan, kegiatan yang diikuti oleh 65 orang pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi ini berlangsung tanggal 22 sampai 25 Februari 2012. Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah Perpres no 54 tahun 2010 sebagai pedoman dalam pengadaan barang dan jasa serta ujian keahlian baran dan jasa pemerintah.Ratna Nurseha















 Sukabumi, 
Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., secara resmi membuka Lomba Kreativitas dan Seni Siswa Taman Kanak-kanak (TK) Tahun 2012, Tingkat Kota Sukabumi, bertempat di Lapangan Olahraga Setukpa Polri Sukabumi, hari Rabu, 22 Februari 2012. 



 Wakil Walikota Sukabumi menyambut baik dan memberikan apresiasi, sekaligus penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada segenap jajaran pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republkik Indonesia (IGTKI PGRI) Kota Sukabumi, yang telah berupaya optimal dan bekerja keras, menyelenggarakan Lomba Kreativitas dan Seni Siswa TK ini. Karena lomba ini sangat positif dan besar manfaatnya, khususnya dalam upaya melahirkan anak-anak yang sholeh dan berkarakter sejak dini. 

Dikatakannya, penyelenggaraan Lomba Kreativitas dan Seni Siswa TK ini, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas publik para pelaku pendidikan, khususnya di lingkungan pendidikan TK. Selain itu, juga merupakan salah satu proses pembiasaan terhadap anak-anak sejak dini, yang sejatinya merupakan esensi dari pendidikan. 

 
Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya Lomba Kreativitas dan Seni Siswa TK ini, dapat membentuk jiwa berkompetisi, serta mental bersaing yang baik anak-anak sejak dini, dengan senantiasa menjunjung tinggi sportivitas. 

 Ketua Panitia Penyelenggara, Wati Setiawati, S.Pd. menjelaskan, Lomba Kreativitas dan Seni Siswa TK Tingkat Kota Sukabumi ini, diikuti oleh seluruh TK, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Gunungpuyuh, Kecamatan Cikole dan Kecamatan Cibeureum. 

Materi yang dilombakan dalam Lomba Kreativitas dan Seni tahun ini, diantaranya Lomba Mewarnai diikuti oleh 228 siswa TK, yang terdiri dari 78 siswa dari kelompok A, dan 150 siswa dari kelompok B. Selanjutnya Pagelaran Busana diikuti oleh 66 siswa, dan Rampak Sekar diikuti oleh 10 group. Selain itu, juga dilaksanakan berbagai lomba ketangkasan. Sedangkan maksud dan tujuannya, selain untuk mengembangkan potensi dan karakter, juga mengasah kemampuan motorik halus dan motorik kasar anak sejak dini.ENDANG - FIKY


 sUKLABUMI,
Kota Sukabumi kembali memperoleh nilai tertinggi, keluar sebagai Juara Pertama dengan katagori Baik (B) dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Tahun 2011 , tepatnya hari selasa 21 Februari 2012 di Jakarta , Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menyerahkan penghargaan kepada Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si , disaksikan unsure pejabat Kementerian, para Gubernur Bupati dan Walikota serta undangan lainnya.

Maksud dan Tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) diketahuinya kegiatan yang telah dilaksanakan, Dapat diketahuinya perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan berikut hasil pengolahan dan evaluasi dan Sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan tahun Berikutnya, serta tertibnya pengadministrasian hasil kegiatan. Sebagai bukti laporan program dan hasil kegiatan Instruksi Menteri Nomor 77 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Akuntabilitas.. 

Diberlakukannya undang-undang nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah dan undang-undang nomor 25 tahun 1999, tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah telah memberikan kekuatan bagi pengembangan otonomi pemerintah daerah sesuai dengan prakarsa dan aspirasi masyarakatnya. Daerah telah diberi kewenangan yang utuh dan bulat untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan daerah.

Semangat reformasi dibidang politik pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan telah mewarnai upaya pendayagunaan aparatur Negara dengan tuntutan mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan menerapkan prinsif-prinsif good governance (LAN dan BPKP, 200.1)

terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama guna mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-citanya dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan system pertanggung jawaban yang tepat, jelas dan nyata, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat dilakukan secara berdayaguna dan berhasilguna. Perlunya system pertanggung jawaban daerah yang diimplementasikan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan sebuah Laporan yang berisikan akuntabilitas dan kinerja dari suatu instansi pemerintah. Untuk Pemerintah daerah tingkat propinsi dan Kota / Kabupaten instansi pemerintah adalah Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) diberikan hak dan tanggung jawab untuk mengelola sendiri administrasi dan keuangan.
Penyusunan LAKIP berdasarkan siklus anggaran yang berjalan 1 tahun secara lengkap memuat laporan yang membandingkan perencanaan dan hasil. Dalam penyusunan suatu kegiatan belanja, dibuat suatu masukan mengenai besaran dana yang dibutuhkan, hasil sesuatu bentuk nyata yang diperoleh dari dana yang dikeluarkan. Manfaat diperoleh karena kegiatan belanja tersebut dilaksanakan serta dampak yang dihasilkan karena pelaksanaan suatu kegiatan belanja.
Pembuatan LAKIP suatu instansi pemerintah harus dapat menentukan besaran kinerja yang dihasilkan secara kuantitatif yaitu besaran dalam satuan jumlah atau persentase. misalkan dalam satu kegiatan target yang hendak dicapai adalah 100 orang yang akan terlatih, maka setelah kegiatan tersebut dilaksanakan berapa jumlah yang terlatih, apakah masih tetap 100 orang, kurang dari 100 orang atau mungkin lebih dari 100 orang.
Manfaat yang diperoleh dari penyusunan suatu LAKIP yaitu evaluasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah terhadap instansinya sendiri, sehingga pimpinan instansi tersebut dapat mengevaluasi kinerja dari instansi yang dipimpinnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI mengucapkan selamat kepada Pemerintah yang telah mendapatkan penghargaan ini dan untuk terus meningkatkan evaluasi dalam akuntabilitas kinerja kedepannya. 

Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si menegaskan bahwa, keberhasilan ini merupakan hasil dari kinerja aparatur Pemda Kota Sukabumi, Stakeholder dan seluruh masyarakat Kota Sukabumi. 
Bagi pemerintah daerah dan masyarkat kota Sukabumi, juara bukan harapan atau prioritas utama dalam mengikuti setiap kegiatan lomba, namun apabila dari hasil upaya keras selama ini selalu memperoleh tanggapan serius atau penghargaan dari pihak yang berkompenten atau pemerintah pusat, itu merupakan suatu hal yang wajar, sebagai pemacu dan pemicu upaya mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ). 

Menurut Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, Diar yang mendapatkan juara LAKIP untuk propinsi adalah Jawa tengah dan Kaltim dengan katagori C dan D

Selasa, 21 Februari 2012

                                                          Sukabumi

Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono meninjau langsung berbagai pembangunan fisik yang selesai dilaksanakan di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, kemarin. Didampingi unsur muspika Kecamatan Warudoyong dan BKM Kelurahan Sukakarya, Wakil Walikota melakukan peninjauan pembangunan PAUD/Perpustakaan Al Mu'min di Rw 11, TPU Astana Giri di Rw 9, MCK di Rw 7 dan RTLH 23 unit di Rw 12. Selain itu dirinya juga meninjau jembatan gantung di Kp. Kubang Rt 01/04 Kelurahan Sukakarya.

"Dari hasil evaluasi pembangunan fisik dari program PNPM dan Menpera di Kelurahan Sukakarya sudah berjalan dengan baik dan untuk tahun 2012 ini agar segera menyusun program kelanjutannya," kata Wakil Walikota Mulyono.

Dijelaskan Mulyono, evaluasi kinerja PNPM ini juga berkaitan dengan program penanggulangan kemiskinan dan kami juga meninjau hal-hal yang lain seperti jembatan gantung yang rusak serta sampah. 

"Kedepan yang menjadi perhatian kami berkaiatan dengan sampah penduduk di perkotaan, khususnya dalam hal peningkatan kualitas SDM dalam hal pengelolaan sampah," ujarnya.

Diungkapkannya, khusus mengenai jembatan gantung yang kondisinya sangat memprihatinkan, dalam waktu dekat ini akan segera diperbaiki. Bahkan kita juga sudah memanggil Kadis PU Kota Sukabumi untuk bersama-sama meninjau, dimana nantinya segera dilakukan koordinasi dengan pihak pemkab.

Hal senada diutarakan juga Ketua BKM Kelurahan Sukakarya, Agung Sulaksana mengatakan, tahun 2012 ini pihaknya tetap fokus untuk melakukan pembangunan RTLH dan saat ini sedang melakukan pendataan di beberapa RW. "Seluruh program baik PNPM maupun BKM yang dilaksanakan di Kelurahan Sukakarya, berjalan sukses karena dukungan semua pihak dan swadaya masyarakat," katanya.

Mengenai jembatan gantung yang rusak, Agung mengungkapkan, pihaknya menyerahkan kembali kepada masyarakat Rw 04 untuk mengajukan proposal perbaikan kepada pihak BKM Kelurahan Sukakarya. 

Sementara itu Lisma warga Rt 03/01 desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang sering melintas di jembatan gantung yang rusak mengaku selalu was-was setiap kali menyeberang. "Saya setiap hari selalu menyeberang melalui jembatan ini karena lebih dekat, kalau melalui jalan raya lebih jauh lagi dan ongkosnya juga mahal," ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap agara pemda segera memperbaiki jembatan ini, sehingga merasa lebih aman ketika menyeberang. (Herry)

Minggu, 19 Februari 2012



Sukabumi,

Pemerintah Propinsi Jawa barat dalam memberikan pelayanan keagamaan dan fasilitas di jawa barat mengucurkan dana Rp 75 milyar dialokasikan untuk pembangunan keagamaan , baik sarana maupun prasarana.


Sebesar Rp 75 milyar tahun 2012 dialokasikan untuk keagamaan dan nilai tsb tidak jauh beda pada tahun 2011 , ungkap Gubernur jabar, Ahmad Heryawan saat  melaksanakan peresmian peletakan batu pertama Mesjid Agung kota sukabumi. Sabtu 18 Februari 2012.

Kota sukabumi memperoleh bantuan dana untuk pembangunan mesjid agung sebesar Rp 9 milyar.

Peletakan batu pertama dihadiri unsur Muspida tingkat II Wakil Walikota DR. H. Mulyono, MM, Wakil Bupati Ahmad Djajuli, Sekda M. Moch. Muraz, SH MM Alim Ulama, tokoh Masyarakat , Kepala OPD serta undangan lainnya

Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH MSI selaku Ketua DKM Mesjid agung menegaskan, pembangunan mesjid agung tersebut akan rampung pada akhir tahun ini sekaligus dapat digunakan untuk aktivitas ibadah kembali, Sedangkan alasan rehab total dilaksanakan karena konstruksi bangunan sudah tidak memadai jemaah .

Mesjid agung kota sukabumi dibangun diatas area 5000m2 akan menghabiskan dana sebesar Rp 60 milyar dengan bangunan megah dan fasilitas umum seperti minimarket, parkir bawah tanah dan gedung serbaguna, Namun untuk pembangunan utama mesjid agung menghabiskan dana sebesar Rp 18 milyar, bantuan gubernur Rp 9 milyar, dari Pemkot dan Iuran karyawan selama lima bulan Rp 3,2 milyar, donatur lain terutama pengusaha  sehingga baru terinventarisir sebesar  Rp 14 milyar.












































Jumat, 17 Februari 2012





Sukabumi, 

Kehadiran Komandan SETUKPA Polri Sukabumi menghiasi suasana  upacara Gabungan TNI-POLRI Pemda Kota dan Kabupaten Sukabumi ,  Jumat 17 Februari 2012 di Alun-alun Palabuhanratu dengan inspektur upacara Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Djajuli dengan dihadiri Wakil Walikota, DR. H. Mulyono, MM, Ketua DPRD Kota Kabupaten, para pejabat sipil, TNI-Polri serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan undangan lainnya.


Upacara tersebut diwarnai dengan Penyerahan beasiswa secara simbolis Dari Wakil Bupati  kepada sejumlah siswa SD ( 7 orang ), SMP ( 4orang), SMA ( 10 orant) dan Perguruan tinggi ( 2 orang)  , sebagai  putra-putri PNS golongan I dan II dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati, Akhmad Djajuli menegaskan Upacara gabungan memiliki makna yang sangat strategis, sebagai wahana tukar menukar informasi, instropeksi dan retropeksi diri terhadap berbagai fenomena yang berkembang terkait dengan pelaksanaan tugas fungsi dan peran Pemerintah daerah TNI-PLORI, disamping sebagai wahana untuk mengumpulkan berbagai gagasan, pemikiran serta ide dalam meningkatkan sinergi Pemerintah Daerah, TNI, POLRI.

Ditegaskannya, Melalui momentum upacara bersama meiliki makna terciptanya iklim koordinasi dan sinergi antar institusi dalam melaksanakan tugas, juga memiliki aspek yang sangat esensi dalam mewujudkan nuansa keakraban yang harmonis diantara kita, sehingga dengan dengan danya keakraban antar institusi maupun antar elemen masyarakat di wilayah hukum Pemerintah kota Kabupaten Sukabumi akan semakin kondusif.

Pada akhir sambutannya Akhmad Djajuli mengharapkan kepada seluruh Pegawai negeri sipil, untuk memahami Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010, tentang disiplin PNS.Kualitas kerja harus benar-benar  ditingkatkan dengan indikator setiap PNS harus memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing. dens
Foto Dik2 Humas Kota Smi

Rabu, 15 Februari 2012

                            Sukabumi-


Belum disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031 Kota Sukabumi oleh DPRD Kota Sukabumi hingga saat ini, membuat Kantor Penaman Modal Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi menunda sekitar 120 permohonan perizinan. Akibat penundaan tersebut, sekitar Rp. 170 juta biaya berbagai pengurusan izin khususnya IMB belum bisa diserap oleh KPMPT Kota Sukabumi.


"Kami belum bisa mengeluarkan berbagai izin khususnya IMB atas saran pimpinan DPRD Kota Sukabumi dalam rapat pansus Badan Legislasi RTRW yang meminta ditunda dulu," kata Kepala KPMPT Kota Sukabumi Rudi Juhayat saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan Rudi, tertundanya berbagai perizinan akan berdampak langsung terhadap perekonomian rakyat dan lapangan pekerjaan. Terlebih Keputusan Walikota nomor 142/ 2011 terkait masalah tata ruang dipandang ilegal oleh pimpinan DPRD. "seharusnya DPRD menanggapi dengan bijak Raperda RTRW 2011-2031, dengan membuat kebijakan yang aspiratif untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah," ujarnya.

Dirinya juga meminta agar Badan Legislasi DPRD Kota Sukabumi bukan hanya membuka Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2010 pasal 207-208 tentang tata ruang, namun mereka juga harus membuka Peraturan pemerintah Nomor 36 tahun 2005 pasal 29 dan 30 bangunan gedung. Bukan itu saja Banleg DPRD Kota Sukabumi juga harus melihat Undang-Undang nomor 25 tahun 2007 tentang pelayanan publik, karena dalam satu pasalnya terdapat aturan jika pemohon izin tidak terlayani maka unsur pemda termasuk DPRD bisa terkena sanksi.

"Untuk itu kami mengharapkan, selama dalam proses pembahasan Raperda RTRW 2011-2031 perlu ada kesinambungan ," harapnya. (Herry/dens)
LKP Rara Fokus Berdayakan Masyarakat Canada produksi Keterampilan Spa

 Sukabumi-


Kehadiran Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) selain sebagai tempat untuk menimba Ilmu keterampilan, juga berpengaruh positif terhadap peningkatan kesejahteraan peserta didikan. Hal inilah Yang diupayakan Dibuat LKP Rara KHUSUS Spa Yang berlokasi di Jl. Beringin No 265 Perum Sindangpalay, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Semenjak berdiri Tahun 2009 Lalu, hingga saat Suami sudah sekitar 200 orangutan Siswa Yang diluluskan Dan salurkan Ke berbagai anak pajak tangguhan Yang Bergerak di Kepemilikan Modal refleksi Dan spa di Indonesia. Bahkan sampai saat Suami sudah sekitar 14 tempta refleksi Dan spa di berbagai propinsi Yang menjalin kemitraan Mencari Google Artikel LPK Rara.

"Selain memberikan keterampilan, Kami juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh peserta menjalani Pendidikan Yang Mencari Google Artikel menempatkannya di berbagai anak pajak tangguhan Yang Bergerak di Kepemilikan Modal SPA Dan Refleksi di berbagai Daerah," Kata Pimpinan LKP Rara Ir. Ratna Susetyaningsih saat ditemui di Ruang kerjanya, Sabtu (11/2).

Dijelaskan Ratna, seluruh peserta mengikuti Pelatihan Yang di LKP Rara berasal bahasa Dari beberapa Daerah di Sukabumi, Cianjur Serta Daerah Lainnya. Dimana untuk jadwal pelatihan selama 2 Minggu Serta Pelatihan 1 Minggu.

"Selama menjalani pelatihan Dan Pelatihan, seluruh peserta harus Tinggal di LKP Dan MEDIA NUSANTARA boleh Pulang. Hal inisial bertujuan agar mereka BISA konsentrasi selama menjalani Pelatihan, sehingga APA Yang diajarkan Dibuat pengajar BISA Cepat terserap, "ujarnya.

Berdasarkan Data Yang ADA, jumlah peserta di LKP Rara saat Suami berjumlah 86 orangutan, sedangkan untuk penyaluran kerjanya meliputi Sukabumi, Jakarta, Medan, Aceh, Bandung, Majenang Dan Purwokerto.

Lebih lanjut Ratna mengungkapkan, selain diberikan Pelatihan keterampilan pihaknya juga menumbuhkan Percaya Diri para peserta, sehingga ketika dilepas Akan bekerja mereka sudah Siap menjalaninya Dan sesuai kriteria Mencari Google Artikel Baru Yang diinginkan Dibuat mitra Kerja.
"Mencari Google Artikel kehadiran Kami, setidaknya BISA memberdayakan Masyarakat Mencari Google Artikel Menyelidiki meningkatkan Taraf Hidup Serta, Serta pengentasan pengangguran, kemiskinan, Putus Sekolah Canada produksi Program KHUSUS Dan Pelatihan Dan Sobat secara profesional," ungkapnya. (Herry)
                                                    Sukabumi,


Salah seorang tokoh pendidikan dan kebudayaan Kota Sukabumi, Drs. H. Vredi Kastam Marta, M.Pd., M.M., terpilih kembali menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Kota Sukabumi, serta telah dilantik secara resmi, tepatnya pada hari Jumat, 10 Februari 2012, bertempat di Gedung Anton Soedjarwo Setukpa Polri Sukabumi. 



Sedangkan terpilihnya kembali Drs. H. Vredi Kastam Marta, M.Pd., M.M. menjadi Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi ini, berdasarkan hasil pemilihan, yang dilaksanakan pada rapat Senat, bertempat di Kampus STKIP PGRI Kota Sukabumi, beberapa waktu yang lalu. 

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, para alumni STKIP PGRI Kota Sukabumi angkatan kelima, diantaranya Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., jajaran pengurus PGRI Pusat, Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta para mahasiswa STKIP PGRI Kota Sukabumi. 

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., dalam kesempatan tersebut menyatakan merasa bangga, atas keberadaan STKIP PGRI Kota Sukabumi ini. Karena dirinya pernah menuntut ilmu di sekolah tinggi ini, hingga berhasil menjadi Wakil Walikota Sukabumi. 

Dengan terpilihnya kembali salah seorang gurunya menjadi Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi ini, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan selamat seraya mengharapkan, agar kepercayaan dan amanah yang diberikan tersebut, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. 

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi mengajak kepada seluruh mahasiswa STKIP PGRI Kota Sukabumi, agar senantiasa berupaya optimal meningkatkan dan mengembangkan intelektual, sekaligus menjadi pengajar atau pendidik yang baik dan berkualitas, bagi segenap lapisan warga masyarakat. 

Sementara Ketua STKIP PGRI Kota Sukabumi, Drs. H. Vredi Kastam Marta, M.Pd., M.M. menjelaskan, pihaknya beserta jajarannya, akan senantiasa berupaya optimal mewujudkan berbagai aspirasi, sekaligus memenuhi kebutuhan warga masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas guru, dalam berbagai bidang dan mata pelajaran. Dikatakannya, untuk mewujudkan upaya tersebut, pihaknya beserta jajarannya, akan berupaya optimal melakukan kerja sama dengan sejumlah dosen, seperti para dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, serta para dosen dari perguruan tinggi lainnya. Endang S


Sukabumi, 




PT.Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Sukabumi kembali menggelar sosialisasi bersama dengan Satuan Lantas Polres Sukabumi Kota kepada para pelajar di SMA Negeri 5 Kota Sukabumi, kemarin. Puluhan siswa SMA N 5 Kota Sukabumi terlihat antusias dan serius mendengar materi sosialisasi yang diberikan oleh Penanggungjawab Pelayanan Klaim PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi Toif Riyanto dan Kanit Kecelakaan (Laka) Polres Sukabumi Kota Iptu. Alnofriwan.

Penanggung Jawab Pelayanan Klaim PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi Toif Riyanto mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi seputar bagaimana cara mengurus asuransi kecelakaan, karena saat ini banyak masyarakat umum yang belum mengetahui prosedur pengurusan mendapatkan asuransi di PT. Jasa Raharja seperti apa.

"Sosialisasi ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun kami laksanakan dan SMA N 5 merupakan sekolah yang pertamakali kami kunjungi tahun ini," katanya.

Dijelaskannya, sejak awal tahun 2012 ini pihaknya sudah melakukan sosialiasi di 5 tempat yang berbeda di wilayah Sukabumi, mulai dari sekolah hingga tingkat kecamatan. "Dengan adanya sosialisasi ini kami berharap, para siswa dan masyarakat umum dapat mengetahui bagaimana mengurus asuransi kecelakaan di Jasa Raharja," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta sosialisasi diberikan informasi seputar tugas dan peran PT. Jasa Raharja, darimana sumber pembiayaan pembayaran asuransi kecelakaan, hingga persyaratan apa saja ketika akan mengurus auransi kecelakaan di PT. Jasa Raharja.

sementara itu Kanit Laka Polres Sukabumi Kota, Iptu. Alnofriwan mengatakan, selama tahun 2011 telah terjadi 199 kecelakaan kendaran bermotor di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dengan korban meninggal dunia 51 orang dan 241 orang luka-luka. "Hampir 30 persen korban kecelakaan adalah pelajar," katanya.

Dirinya mengungkapkan, Untuk menekan tingginya angka kecelakaan kendaraan bermotor khususnya roda dua pihaknya terus berusaha melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada seluruh pelajar agar ketika mengendarai motor tidak ugal-ugalan serta melengkapi surat-surat kendaraan dan mengenakan helm. hery/dens

Kamis, 09 Februari 2012



Sukabumi
,
Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi, menurut rencana akan menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh Tahun 2563 Imlek. Ketua Panitia Penyelenggara Perayaan Cap Go Meh Tahun 2563 Imlek, Lie Thiam Sun menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan perayaan tanggal 15 Bulan Imlek, sebagai acara penutup perayaan Tahun Baru Imlek. 

foto dok.
Sedangkan yang dimaksud dengan Cap Go Meh, yakni salah satu acara ritual, sebagai bentuk perwujudan rasa syukur, sekaligus permohonan berkah keselamatan kepada Tahun Yang Maha Esa, agar seluruh warga masyarakat terhindar dari berbagai mala petaka dan bencana. Selain itu, juga untuk mempererat tali persaudaraan dan membina kerukunan umat beragama, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya, yang bermanfaat bagi segenap umat. 

Diharapkannya, melalui perayaan ini dapat menghasilkan kegiatan yang positif, khususnya dalam meningkatkan karakter dan perilaku umat ke arah yang lebih baik lagi, dengan senantiasa menjunjung tinggi asas kebersamaan, saling menghargai dan saling menghormati, serta senantiasa peduli terhadap sesama umat, dengan senantiasa menumbuhkan dan meningkatkan rasa kasih sayang, sesuai dengan maksud dan tujuan perayaan Cap Go Meh. 

Sementara Sekretaris Panitia Penyelenggara Perayaan Cap Go Meh Tahun 2563 Imlek, Bambang Hariadi, S.Ag., M.Pd. B. mengatakan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan Cap Go Meh Tahun 2563 Imlek ini, juga akan diisi kirab penggotongan Tandu atau Joli keliling Kota Sukabumi, yang didalamnya terdapat para Dewa dan Dewi, diiringi atraksi Barongsai dan Liong atau Naga, dari berbagai perkumpulan Barongsai dan Liong, serta berbagai kesenian daerah, seperti Pencak Silat, Kuda Lumping, Calung, Reog, Tanjidor dan sebagainya, baik dari dalam maupun dari luar Kota Sukabumi. Dikatakan pula, kegiatan tersebut mengambil tema, Dalam kedamaian dan keharmonisan, kita sambut masa depan nan jaya, menuju Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera, berlandaskan iman dan takwa. 

Adapun waktu pelaksanaan kirab perayaan Cap Go Meh Tahun 2563 Imlek tersebut, menurut rencana akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 12 Februari 2012, mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedangkan rute kirab tersebut, start dari Jalan Pejagalan tepatnya dari depan Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi, kemudian masuk ke Jalan Pelabuhan II, Jalan Harun Kabir, Jalan A. Yani, Jalan Zaenal Zakse, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ciwangi, Jalan A. Yani, Jalan Nyomplong, Jalan Pasundan, Jalan Lettu Sobri, Jalan Teratai, dan finish di Jalan Pejagalan, depan Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi./endang.s.

                                                              Sukabumi,
Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono berharap agar pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Kota Sukabumi, dapat berdampak positif terhadap pengentasan kemiskinan di wilayah Program Kota Sukabumi. Bukan ITU Saja, Mulyono juga menghimbau pelaksanaan PNPM-MP di Kota Sukabumi Bukan hanya difokuskan PADA Hal Pembangunan Sarana Umum, melainkan pula harus BISA menumbuhkan gairah perekonomian di wilayah Yang berdampak terhadap semakin meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

"PNPM-MP sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat di wilayah, salat Satu tugasnya untuk mengentaskan kemiskinan di Daerah," katanya usai membuka pelaksanaan lingkungan kegiatan Penguatan KSM se Kecamatan Gunungpuyuh di Aula Kantor Kelurahan Karang Tengah, Kemarin. Hadir Camat Gunungpuyuh Wawan Gunawan Permana, Lurah Karang Tengah Sholeh, Koordinator PNPM-MP Kota Sukabumi, pihak Perbankan, pengusaha Serta seluruh Pengurus Dan anggota KSM se Kecamatan Gunungpuyuh.

 Dijelaskan, berdasarkan Data Yang ADA saat Suami jumlah Warga Miskin di Kota Sukabumi sekitar 11,800 KK Mencari Google Artikel jumlah 46.000 Jiwa bahasa Dari jumlah Masyarakat Kota Sukabumi saat inisial 356,085 Jiwa. Untuk ITU pemerintah Pusat Terus menggalakkan berbagai program yang bertujuan untuk Pemberdayaan Yang meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Dimana salat Satu bentuk perhatian pemerintah terhadap Masyarakat Miskin, diantaranya bantuan sisial berupa beras Miskin (raskin), bantuan Pendidikan Canada produksi program BOS.

"Untuk ITU hadirnya PNPM-MP harus BISA berdampak terhadap Daya ungkit kesejahteraan Masyarakat, salat Satu CARANYA berdayakan Masyarakat Canada produksi program PNPM Dan beri mereka Informasi Serta Jalin KOMUNIKASI Yang intensif," ujarnya.

Mulyono juga menghimbau kepada pelaksana PNPM-MP di Kota Sukabumi agar menjalin kemitraan Mencari Google Artikel pihak Perbankan dalam Hal kemudahan pemberian Kredit Usaha rakyat (KUR) sebagai modal USAHA * Bagi Masyarakat Yang ingin berwirausaha. "Untuk saya berharap ITU ADA perlu perubahan Pola pikir bahasa Dari Masyarakat sendiri untuk MENINGKAT kesejahteraannya Dan kalau BISA MULAI saat Suami harus BISA menanamkan Jiwa berwira sales," ungkapnya.  (Herry)

Sukabumi,
Yudi Yustiawan, S.T., M.T.
Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yaitu  pendapatan yang diperoleh daerah, dipunggut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan dan  perundang-undangan yang berlaku , meliputi Pajak daerah, Retribusi Daerah, termasuk hasil dan pelayanan badan umum (BLU) daerah ,Hasil pengelolaan kekayaan pisahkan, antara lain bagian laba dari BUMD, hasil kerja sama dengan pihak ketiga dan Lain-lain,  PAD yang sah. Pendapatan Asli Daerah adalah hasil berupa uang maupun barang yang dijadikan sebagai kekayaan daerah dalam rangka pembiayaan pembangunan  .

Pendapatan Asli Daerah menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 (pasal 3) Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan daerah dari hasil pajak, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah lainnya yang dipisahkan.

Realisasi PAD Kota Sukabumi, pada tahun 2011 melampaui target, yakni mencapai Rp. 102.813.919.000, hal tersebut  seiring dengan penegasan  Kepala Bidang Penagihan dan Penyuluhan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan, S.T., M.T. berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas semua pihak, khususnya para petugas kolektor pajak. 

 Tingginya kesadaran warga masyarakat wajib pajak di Kota Sukabumi,  sebagai salah satu   bentuk partisipatif terhadap  tingkat kelancaran pengelolaan,  dilakukan pembayaran tepat waktu, baik melalui petugas kolektor pajak, maupun melalui bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Sukabumi. 

Namun untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan tersebut, pihaknya terkendala oleh kwantitas petugas kolektor pajak. Karena DPKAD Kota Sukabumi, saat ini hanya memiliki 13 orang petugas . Ditandaskannya, dengan kurangnya petugas tersebut, pihaknya beserta jajarannya harus bekerja ekstra keras hingga malam hari. Karena pada siang hari, warga masyarakat wajib pajak di Kota Sukabumi, banyak yang tidak ada di tempat tinggalnya, karena melakukan berbagai aktifitas, dan baru ada di tempat tinggalnya pada malan hari. 

" Jumlah warga masyarakat wajib pajak di Kota Sukabumi, saat ini mencapai 80.000 orang. Dengan jumlah tersebut, DPKAD Kota Sukabumi idealnya ditangani oleh  20 orang petugas . 

Namun demikian, kendati petugas kolektor pajak di Kota Sukabumi ini masih kurang, tapi pihaknya merasa bersyukur, karena target PAD Kota Sukabumi tahun 2011, khususnya dari sektor pajak daerah bisa tercapai, bahkan melebihi target yang ditetapkan. Diungkapkannya, realisasi PAD Kota Sukabumi tahun 2011, khususnya dari sektor pajak daerah, mencapai  Rp. 13.432.086.000  terealisasi Rp. 15.260.094.713 atau sekitar Naik 113,61%.dens/herry