|
Selama
4 hari dari tanggal 5 s/d 8 mei
2014 sebanyak 5.858 siswa SMP, MTs dan Paket B , terdiri
5.524 siswa SMP dan MTs serta 334 siswa Paket B se kota sukabumi mengikuti Ujian Nasional ( UN) 2014, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika,
Bahasa Inggeris, dan IPA.
Sekretaris Dinas
P dan K Kota Sukabumi, Mulyono, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Panitia penyelenggara mengemukakan , bahwa pelaksanaan UN diawasi oleh para Pengawas dari LPMP
(Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), serta dijaga ketat oleh aparat keamanan dari Polres
Sukabumi Kota, termasuk dalam pendistribusian seluruh SLKJUN (Soal Lembar
Kerja dan Jawaban Ujian Nasional), ke seluruh sekolah yang menjadi
Penyelenggara UN, upaya menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan .
“Seluruh soal UN
tersebut, setiap hari diambil ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan oleh Panitia UN dari setiap Sekolah
Penyelenggara UN, mulai pukul 05.00 WIB pagi hari, sebelum UN dilaksanakan.
Sedangkan seluruh soal UN diterima
oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
dari pihak Provinsi Jawa Barat, pada hari Sabtu, 3 Mei 2014, dengan
pengawalan ketat oleh pihak kepolisian
dengan disaksikan oleh jajaran
pengurus LPMP dan jajaran Panitia UN" .
Untuk Pengawas
UN SMP, MTs dan Paket B Tahun 2014 ini, tidak melibatkan Pengawas dari
Perguruan Tinggi seperti pada UN SMA, SMK, MA dan Paket C. Karena untuk
Pengawas UN SMP, MTs dan Paket B ini, hanya melibatkan LPMP, sebagai Pengawas
Independen.
Lebih lanjut
dikemukakan Mulyono bahwa pelaksanaan UN di Kota Sukabumi jauh dari kebocoran , karena dalam setiap ruangan jumlah- nya dibatasi maksimal 20 siswa, dengan soal UN yang berbeda-beda karena
Panitia UN SMP, MTs dan Paket B Tingkat Pusat, menyediakan 20 paket soal UN
yang berbeda-beda. dengan harapan seluruh siswa dapat mengerjakan seluruh soal sebaik mungkin dengan penuh kejujuran ,
agar kualitas pendidikan di Kota Sukabumi mengalami
peningkatan dari pada tahun-tahun sebelumnya/dendayasa,SIp
.
|
Senin, 05 Mei 2014
19.09
jek
05.29
jek
Sukabumi,
Walikota dan Wakil Walikota beserta
Ka Polresta Sukabumi Kota senin pagi 5/5 diruang utama balaikota
menerima kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari
menerima kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari
dengan didampingi
pejabat Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Kesehatan
Jawa Barat berkenaan dengan kasus Paedhofil.
Menteri Linda Amalia Sari merasa puas , ketika
menerima laporan dari Walikota H. Mohamad
Muraz, SH MM , bahwa Pemerintah Kota sukabumi telah melakukan
langkah antisipatif dengan
membentuk Tim terpadu penanganan kasus Paedofil dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah
membentuk Tim terpadu penanganan kasus Paedofil dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah
terkait meliputi Dinas
Kesehatan, RSUD R. Syamsudin, SH, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas
Sosteknakertrans dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan
Anak (P2TP2A).
Pada
kesempatan tersebut Menteri Linda berjanji akan membantu penanganan kasus ini
sesuai
permintaan Pemkot Sukabumi dan semua korban saat ini ditempatkan di sebuah tempat khusus
permintaan Pemkot Sukabumi dan semua korban saat ini ditempatkan di sebuah tempat khusus
agar tidak berhubungan dengan orang lain. "Bahkan,
sayapun tidak bisa mengunjungi mereka,"
kata Menteri Linda"
03.24
jek
Pada hari
dan tempat yang sama Sekretaris Daerah, menyerakan Al-Quran tersebut kepada
para pengurus DKM menjid Jamie yang berada di wilayah hukum pemerintah kota
sukabumi.
Menurut
pimpinan Pontren Zikir Al-Fath, DR. KH. Fajar Laksana , bahwa Bank Al-quran
merupakan kepanjangan tangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi
untuk menghimpun wakaf Al-quran yang disampaikan kepada Pemerintah Kota untuk
selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.
Lebih lanjut
Fajar mengungkapkan, dibentuknya lembaga tersebut sebagai upaya menumbuhkan
kembali minat baca dan menghafal Al-quran di kalangan masyarakat Kota Sukabumi.
Terlebih, sesuai visi-misi Kota Sukabumi yang mengusung Rahmatan Lil ‘Alamin.
Minggu, 04 Mei 2014
17.10
jek
Sukabumi,
Melalui Rapat Koordinasi tertutup yang dilangsungkan minggu(4/5)
2014 di Rumah Dinas Walikota Jl. Siliwangi,
Walikota H.Mohamad Muraz, SH MM mengharapkan Kapolres Sukabumi Kota untuk tidak mengizinkan awak media mewawancarai
korban paedofil tersebut.
“Kita berharap anak-anak yang telah menjadi korban AS (24) ini tidak diwawancarai yang macam-macam,
karena kita harus memikirkan perasaan
dan masa depan mereka, sama halnya dengan perasaan pihak keluarganya, ,” .
Lebih lanjut diungkapkan Walikota, Tim tersebut nantinya akan
melakukan berbagai langkah penanganan khususnya yang menyangkut dengan masalah
psikologis anak yang menjadi korban paedofil yang nantinya ditangani oleh
pakarnya langsung.
“Kekhawatiran kami saat ini lebih kepada psikologis anak dan
peluang untuk mengalami trauma sangat besar,” tegasnya.
Meski kasus paedofil tersebut membuat Kota Sukabumi menjadi
perbincangan hangat di media dan menjadi isu nasional, namun Walikota mengakui
ada bagusnya juga kasus tersebut terungkap saat ini.. sebagai menjadi
pembelajaran bagi kita bersama khususnya para orang tua, agar lebih
memperhatikan anaknya,” .
“Sebagai langkah antisipasi Walikota, berharap kedepan seluruh aparat pemerintahan di wilayah
akan diberikan materi tentang bagaimana cara mencegah serta menangani
permasalahan paedofil yang dibuat langsung oleh psikolog’.
Secara terpisah, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman
mengaku sangat priharin dengan mencuatnya kasus paedofil dengan jumlah korban
yang mencapai 53 anak tersebut. Bahkan dirinya meminta kepada aparat penegak
hukum untuk menghukum pelaku paedofil dengan seberat-beratnya, agar ada efek
jera.
“Pelaku perlu dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera,
karena jika dilihat kasus ini adanya unsur kesengajaan dengan
melakukan pelecahan seksual terhadap korban yang masih anak-anak dan tidak
mengerti apa-apa,” ujarnya saat dihubungi via telepon.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)