Minggu, 27 November 2011



                                            
                                            (Foto / Dok Humas DPRD Kota Sukabumi)


 Sukabumi,

Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 Hijriah, Ikatan Keluarga Istri Anggota DPRD murah (IKIAD) Kota Sukabumi melakukan bhakti Sosial DENGAN memberikan Sembilan bahan Pokok (sembako) Anak Berkebutuhan Khusus Kepada di SLB A Tunanetra Budi Nurani, Selasa (25/11).

Penyerahan paket sembako tersebut di lakukan oleh Ketua Langsung IKIAD Kota Sukabumi Iin Chiritomah Saepurahman, disaksikan Pengurus Yayasan pihak IKIAD murah Budi Nurani. "Kegiatan ini merupakan agenda Tahunan IKIAD dilakukan secara bergantian murah ke Tempat Tempat lainnya," katanya.


MENURUT Iin, Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan rasa kebersamaan UNTUK murah kepedulian terhadap Masyarakat Kita murah Anak-anak panti yatim piatu Yang njaluk mendapatkan Bantuan. Selain memberikan Bantuan, Kami juga menyerap aspirasi Dari Masyarakat Yang nantinya Akan Kami sampaikan ke Anggota DPRD," ujarnya.

Lebih lanjut Iin mengungkapkan, dirinya merasa bangga murah takjub DENGAN keterampilan Anak-anak Yang ada di SLB A Budi Nurani, KARENA selain Mampu memainkan alat musik Berbagai cara membuat sapu Bisa juga meskipun Mempunyai keterbatasan penglihatan Dalam,.

Mudah-mudahan pemberian Dari Kami ini Bisa meringankan kebutuhan Hidup Sehari-hari mereka," harapnya.

Sementara ITU Kepala SLB A Budi Nurani Kamal Arif, mengaku sangat berterimakasih DENGAN Yang Telah kepedulian dilakukan oleh IKIAD Kota Sukabumi. Bahkan DENGAN adanya Bantuan ini seperti, Organisasi lain mengikuti Hal serupa Yang dilakukan IKIAD.

"Melihat Kondisi SAAT ini, hendaknya kebijakan Segala Yang dikeluarkan oleh pemerintah Daerah dapat Lebih memperhatikan lagi Pendidikan Anak berkebutuhan Khusus BAGI di SLB murah panti," ujarnya.

Lebih lanjut Kamal mengungkapkan, SAAT ini UNTUK membiayai Keperluan makan BAGI 30 Anak SLB A Budi Nurani Bantuan Dari Pemerintah Yang didapat setiap Anak Pusat HANYA Rp. 3.000 UNTUK 3 kali makan per hari. Sedangkan Bantuan Dari Pemkot Sukabumi Rp. 400.000 per bulan. "Idealnya UNTUK biaya makan Anak-anak per hari Rp. 15.000, KARENA DENGAN Bantuan dana Yang ada SAAT ini dirasa sangat Tidak mencukupi, " (Herry)

Jumat, 25 November 2011



                                 Sukabumi,

        Proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk 
 (KTP) Elektronik atau e-KTP, di Kota Sukabumi 
hingga saat ini sudah mencapai 40,6 persen.
 Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan 
Sipil (Disduk Capil) Kota Sukabumi, 
Insinyur Asep Muliasutisna, M.Si. menjelaskan,
 pelaksanaan pembuatan KTP tersebut, yang 
dipusatkan di tujuh kecamatan se Kota Sukabumi, 
 rata-rata sudah hampir mencapai setengahnya, 
dari jumlah penduduk yang wajib memiliki KTP, di setiap kecamatan
 masing-masing. 


       Dikatakannya, pembuatan KTP Elektronik di Kota Sukabumi, 
saat ini sudah mencapai 98 ribu 255 jiwa, dari jumlah penduduk yang
 wajib memiliki KTP sebanyak 241 ribu 912 jiwa. Dikatakan pula, 
 pelaksanaan pembuatan KTP tersebut, apabila dibandingan 
dengan kota dan kabupaten lainnya, di Kota Sukabumi sudah
 sangat baik, karena sudah mencapai 40,6 persen. 

      Sedangkan apabila melihat persentase penduduk yang wajib 
memiliki KTP di tujuh kecamatan se Kota Sukabumi, yang paling banyak 
yakni di Kecamatan Cikole, mencapai 47 ribu 353 jiwa. Selanjutnya 
Kecamatan Warudoyong 43 ribu 600 jiwa, Kecamatan Citamiang 37 ribu 
720 jiwa, dan Kecamatan Gunungpuyuh 34 ribu 296 jiwa. Kemudian 
 Kecamatan Cibeureum 28 ribu 31 jiwa, Kecamatan Lembursitu 
26 ribu 793 jiwa, dan Kecamatan Baros 24 ribu 119 jiwa. 

      Persentase yang paling tinggi dalam pencapaian pembuatan
 KTP tersebut, yakni Kecamatan Baros, mencapai 63,44 persen. 
Sebab kecamatan tersebut, memiliki jumlah penduduk yang wajib
 memiliki KTP, hanya 24 ribu 119 jiwa. 

    Sekretaris Disduk Capil Kota Sukabumi juga menjelaskan,
 pencapaian pembuatan KTP tersebut, tepatnya hingga akhir 
pekan lalu, yakni Kecamatan Cikole mencapai 17 ribu 699 jiwa
 atau 37,38 persen, Kecamatan Warudoyong 14 ribu 959 jiwa 
atau 34,31 persen, Kecamatan Citamiang 11 ribu 582 jiwa atau 
30,71 persen, dan Kecamatan Gunungpuyuh 11 ribu 943 jiwa 
atau 34,82 persen. Selanjutnya Kecamatan Cibeureum 12 ribu 
95 jiwa atau 43,15 persen, Kecamatan Lembursitu 14 ribu 
677 jiwa atau 54,78 persen, dan Kecamatan Baros 15 ribu
 300 jiwa atau 63,44 persen.Endang S




 Sukabumi,

          Pemerintah Kota Sukabumi, 
menurut rencana akan memasang 
Closed Circuit Television (CCTV), 
di delapan lokasi yang dianggap
 rawan terjadi tawuran pelajar
. Maksud dan tujuannya, sebagai 
 salah satu langkah
 dan upaya antisipatif Pemerintah
 Kota Sukabumi, sekaligus
 untuk mem  permudah aparat 
kepolisian dan aparat dinas-
instansi terkait lainnya, 
dalam mengantisipasi dan menangani kemungkinan terjadi kasus
 tawuran pelajar dan tindak kejahatan lainnya di Kota Sukabumi. 



          Rencana pemasangan CCTV tersebut, menurut Walikota Sukabumi, 

H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dijadualkan berlangsung
 pada awal tahun 2012 mendatang. Dikatakannya, dalam melaksanakan 
pemasangan CCTV tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan melakukan
 koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Polres
 Sukabumi Kota. Sedangkan lokasi-

lokasi yang akan dipasang CCTV tersebut, diantaranya di sejumlah ruas
 jalan yang dianggap rawan terjadi tawuran pelajar dan tindak kejahatan
 lainnya, seperti di Jalan Siliwangi, Jalan R.E. Martadinata, Lapangan 
Merdeka, Jalan Bahyangkara dan di sejumlah lokasi lainnya. 

         Walikota Sukabumi mengharapkan, dengan dipasangnya CCTV
 tersebut, dapat mempermudah dan mempercepat aparat kepolisian dan
 aparat dinas-instansi terkait lainnya, dalam mengantisipasi dan 
menangani
 kemungkinan terjadi kasus tawuran pelajar dan tindak

 kejahatan

 lainnya di Kota Sukabumi. Karena dengan dipasangannya CCTV

 tersebut, apabila terjadi
 kasus tawuran pelajar dan tindak kejahatan lainnya,
 dapat diketahui dengan cepat oleh aparat kepolisian dan aparat
 dinas-instansi terkait lainnya. 

         Selain itu, Walikota Sukabumi juga mengharapkan aparat kepolisian 
dan aparat dinas-instansi terkait lainnya, apabila terjadi kasus tawuran 
pelajar di Kota Sukabumi, para pelakunya agar ditindak tegas, serta diproses
 dan diberi sanksi, sesuai dengan paraturan dan perundang-undangan yang 
berlaku, karena kasus tersebut dapat meresahkan warga masyarakat, serta
 mengganggu keamanan, ketenteraman dan ketertiban. 

         Rencana pemasangan CCTV tersebut, disambut baik oleh 
berbagai pihak, khususnya oleh aparat dinas-instansi terkait. Karena 
dengan dipasangnya 
CCTV tersebut, dapat mempermudah dan 




mempercepat aparat dinas-
instansi terkait, 
dalam mengantisipasi 
dan menangani kemungkinan terjadi
 kasus tawuran
 pelajar dan tindak kejahatan lainnya i Kota Sukabumi. 

Sebab dengan 
dipasangannya CCTV tersebut, apabila terjadi kasus 
tawuran pelajar 
dan tindak kejahatan lainnya, dapat diketahui dengan 
cepat oleh aparat
 dinas-instansi terkait. Endang S

Kamis, 24 November 2011

                                                                                      


H. Andri Hamami. (Foto / Dok Humas DPRD Kota SMI)

Kota  Sukabumi-Pelita

Reses Masa Sidang III ke saya, Seluruh Anggota DPRD Kota Sukabumi melakukan Berbagai Kegiatan DENGAN Mengunjungi konstituen murah Masyarakat di Daerah Pemilihan Masing Masing (dapil). Masa reses Anggota DPRD Kota Sukabumi Mulai berlangsung 22-24 November 2011.

Seperti Yang dilakukan Anggota Komisi DPRD Kota Sukabumi Saya Dari Fraksi Golkar Elia Heniel Dari Dapil 1 Kecamatan Cikole-Citamiang, Kemarin. Dirinya beserta Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi H. Andri Hamami bertatap muka murah berdialog DENGAN Warga Gg. Ajid Rt 04/05 Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole.

"Selain sebagai ajang silahturahmi, reses kali ini juga bertujuan UNTUK menampung aspirasi Berbagai Yang Muncul Dari Warga," kata Heniel Elia.

Menurutnya, Berbagai aspirasi Yang Muncul Dari Warga masih seputar sulitnya mengurus Kartu Jaminan UNTUK Kesehatan Daerah (Jamkesda) Jaminan Kesehatan Masyarakat murah (Jamkesmas). Bukan ITU Saja, modal juga menjadi aspirasi Usaha Masyarakat. KARENA mereka Mempunyai keahlian murah namun Lahan Usaha Tidak punya modal.

"UNTUK ITU hasil reses kali ini Akan Kami tampung murah diusulkan ke DPRD Kota Sukabumi UNTUK dibahas Sebelum di serahkan ke Pemkot Sukabumi," ujarnya.

Sementara Ketua DPD Partai ITU Golkar Kota Sukabumi H. Andri Hamami mengatakan, pihaknya Siap membantu Permodalan BAGI Warga Yang Mempunyai keahlian murah Lahan UNTUK berusaha.

"Sesuai Partai Golkar DENGAN Program, Harus Bisa mengembangkan Pelaku Usaha di setiap kelurahan," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, untuki membantu Permodalan Usaha BAGI Masyarakat Sudah pihaknya bekerjasama DENGAN Perbankan.  Dimana nantinya, pihak Perbankan Yang Akan melakukan pendataan berapa Jumlah Bantuan modal Yang Akan dikucurkan.


Reses Bayu Waluya
(Foto / Dok Humas DPRD Kota Sukabumi)
Dari hasil pantauan Sedangkan SAAT mengikuti Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Sukabumi Partai Republikan Dari Bayu Waluya di Dapil 1 Kecamatan Cikole murah Citamiang, Kemarin. Hasil aspirasi diserap Yang Lebih Dari alinea Warga terfokus Kepada perlunya Bantuan modal Usaha Kelompok Usaha Kecil 
Reses Bayu Waluya
(Foto / Dok Humas DPRD Kota Sukabumi)
                                                                                          Menengah (KUKM).

"Kebanyakan mereka mengeluh sulitnya UNTUK memproses atau mendapatkan kucuran dana kredit Usaha rakyat (KUR)," katanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, hasil kali ini aspirasi Akan di usulkan UNTUK dibahas oleh DPRD Kota Sukabumi murah nantinya baru diajukan ke Pemkot Sukabumi UNTUK ditindaklanjuti.  (Herry)


Pagi hari yang cukup cerah ceria itu , tepatnya   jumat 25 novermber 2011  menyelimuti keceriahaan sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah ( CPNSD ) formasi 2009 ,dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Sebanyak 519 CPNSD)  dihalaman Balaikota dilantik dan sekaligus diambil sumpah menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah  ( PNSD ) oleh Walikota sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH MSi.  disaksikan, Wakil Walikota , DR.H. Mulyono, MM,  Wakil Ketua DPRD, unsure Muspida tingkat II, Sekretaris Daerah , H. Moch. Muraz, SH MM, unsure Kepala Organisasi Perangkat Daerah serta undangan lainnya.


Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH MSi, menagaskan PNS merupakan aparatur dan administrator negara sebagai penggerak roda birokrasi, mempunyai tiga peran utama, Sebagai abdi negara yang memiliki tugas dan kewajiban untuk ikut melaksanakan kehidupan bernegara, sesuai dengan amanat konstitusi dan semua peraturan hukum yang berlaku.

“PNS Sebagai abdi masyarakat yang harus selalu memberikan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, PNS ebagai abdi pemerintah, memberikan dukungan pada tugas keseharian pemerintahan yang dilakukan segenap jajaran pemerintah, dari pusat sampai ke daerah diseluruh tanah air”



Ketiga peran strategis tersebut “ tandas Walikota” merupakan sebuah tuntutan yang wajar apabila setiap PNS memiliki kemampuan dan kompetensi memadai, professional, bertanggung jawab serta bersih dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan maupun pembangunan. Dalam konteks pemikiran demikian,tidaklah berlebihan apabila dalam setiap pengadaan formasi PNS sejak perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, pengangkatan CPNS sampai dengan pengangkatan PNS dilakukan oleh Pemerintah daerah secara ketat, selektif dan sungguh-sunnguh.

Selanjutnya Walikota mengharapkan agar PNS untuk memahami sebaik baiknya landasan etika Korpri yaitu Panca Prasetya Korpri yang merupakan janji luhur anggota Korpri dalam menjalankan kewajibannya. Setia dan taat kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasila jabatan dan rahasia negara.                Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan. Bertekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia dan Berjuang menegakan kejujuran dan keadilan serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.


       “Segenap PNS dilingkungan Pemda Kota Sukabumi harus memahami Visi, misi dan berbagai indicator makro yang hendak kita capai bersama, sebagaimana tertuang dalam RPJP Kota Sukabumi, Visi Pembangunan ‘ Terwujudnya Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan di jawa barat berlandaskan Iman dan Taqwa dan Visi Walikota/Wakil Walikota “ Dengan Iman dan Taqwa mewujudkan pemerintahan yang amanah berparadigma surgawi menuju Kota Sukabumi Cerdas, Sehat dan Sejahtera “.

        Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah, H. Moch. Muraz, SH MM mengatakan, bahwa penyerahan SK. Walikota akan dilangsungkan di lapangan merdeka pada puncak acara peringatan HUT Korpri ke-40 2011, dengan harapan 519 CPNSD yang baru dilantik untuk membentuk barisan tersendiri. Dens

      

      
.
     




















Sukabumi

Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), bagi Pemerintah Kota Sukabumi merupakan salah satu program yang sangat strategis, dengan dasar pemikiran, dengan basis sasaran para siswa di sekolah, UKS merupakan media pembelajaran yang tepat, khususnya dalam upaya mengenalkan dan membiasakan sejak dini warga masyarakat, untuk terbiasa hidup sehat, sekaligus dapat bekerja sama dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekitarnya.

Demikian  dikemukakan Wakil Walikota Sukabumi, DR. H. Mulyono, MM pada acara penerimaan Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat tingkat propinsi jawa Barat rabu, 23/11 2011  di lapangan upacara SDN CBM Suryakencana , dengan dihadiri unsure Kepala Organisasi perangkat daerah, Ketua TP. PKK, Dharma Wanita ,Camat, Ka Polsek Dan Ramil, Kepala Kelurahan para Kepala Sekolah dan unsure pendidik, siswa-siswi  serta undangan lainnya.

Melalui program Trias UKS “ ungkap “  DR.  H. Mulyono, MM  terdiri dari ,  Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Penyuluhan Lingkungan Sehat, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan warga masyarakat, yang tentunya dapat berpengaruh terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, melalui Trias UKS, juga diharapkan dapat mendorong upaya pencapaian program Kota Sukabumi Sehat, Jawa Barat Sehat, dan Indonesia Sehat. Ketiga, kondisi warga masyarakat yang sehat, selain akan mencerminkan keberhasilan pembangunan, juga dapat menjadi aset berharga bagi Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan dan problematika pembangunan, pada masa mendatang yang semakin kompleks.


                Ditegaskannya “Upaya  menunjang kelancaran dan keberhasilan program UKS di Kota Sukabumi, telah digulirkan beberapa kebijakan. Antara lain Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 288 Tahun 2003, Tentang Bebas Rokok di setiap lingkungan sekolah, dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2004, Tentang Pendalaman Materi Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum di Kota Sukabumi. Sedangkan upaya dalam memupuk jiwa yang sehat sejak dini, di Kota Sukabumi ditempuh melalui pengembangan nilai kejujuran, ketaatan pada aturan dan tanggungjawab, serta pengembangan program Kantin Kejujuran.


                 Tim Penilai  diterima  Wakil Walikota di ruang utama  bersama   Pimpinan DPRD, unsur Muspida, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan sekaligus  Tim penilai  melakukan peninjauan ke ruang Sekretariat  TP UKS Kota dan ruang Sekretariat TP. UKS Kecamatan Cikole , kemudian langsung menuju SDN Suryakencana CBM.


                Kehadiran Tim Penilai di SDN Suryakencana CBM , disambut antusias   warga sekolah melalui prosesi  adat parahiangan   menuju podium kehormatan dalam rangka  mengikuti upacara penerimaan yang diwarnai dengan penampilan Rampak gendang, Degungan , Paduan suara  serta  penampilan keterampilan siswa-siswi  secara atraktif  dalam   PBB ( Peraturan Baris Berbaris ).


                    
Ketua Tim Penilai LSS tingkat ppropinsi Jawa Barat  Yusuf Sofyan menegaskan  Sekolah Sehat (LSS)   telah merubah  Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa. Siswa sekolah yang mengikuti LSS bukan hanya memiliki pengatahuan tentang  hidup bersih, tapi juga mampu mengaplikasikannya.  

Dari hasil  pengamatan  Yusuf Sofyan siswa sekolah yang mengikuti LSS sudah menunjukkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk SDN Suryakencaba CBM Kota sukabumi. , terampil dalam menjelaskan bagaimana PBHS.  “Sudah terbentuk PBHS pada diri siswa. Fasilitas PHBS, administrasi dan wawasan tentang PHBS cukup bagus,”

 Ketua Tim Penilai berharap, perilaku tersebut bukan hanya untuk siswa yang sekolahnya mengikuti LSS. Tapi bisa diterapkan diluar sekolah, seperti di rumah dan ditularkan kepada siswa sekolah lain, bahkan masyarakat. “SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi dijadikan contoh. Kalau ada sekolah lain yang ingin siswanya PHBS lihat sekolah ini,” ujarnya.

Sekolah tersebut, kata Yusuf, merupakan  satu diantara dua SD yang dijadikan ikon Jabar untuk  sekolah sehat  selain SD di Kabupaten  Indramayu. Bahkan sudah mencapai  tingkat tertinggi dari empat strata dalam penilaian LSS. “Ada empat strata, minimal, standar, optimal  dan paripurna. Sekolah ini sudah mencapai strata Paripurna, fasilitas lengkap dan dimanfaatkan,”




Dikatakannya, masih ada yang harus dibenahi. Hal itu untuk mengantisipasi jika masuk LSS tingkat Nasional. Selain pengetahuan siswa tentang PHBS, ruang belakang sekolah, laboratorium komputer dan kantin harus dibenahi.”Ruang belakang perlu dibenahi, sirkulasi kantin masih kurang dan agak gelap, komputer harus dilengkapi dengan peredam radiasi,karena berbahaya terhadap mata,”




Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kata Yusuf, PHBS bukan hanya ketika dalam perlombaan saja. Tapi harus berkelanjutan. “Yang dikhawatirkan selesai  lomba selesai PHBS-nya. PHBS harus konsisten dan berkelanjutan. Tidak berhenti,”



       Kepala SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi,H.Asep R.Wirria mengatakan, meski persiapannya cukup singkat, namun fasilitas yang menjadi kriteria penilaian bisa dipenuhi. Termasuk dalam pembekalan siswa terhadap PHBS.










Dijelaskannya, empat unggulan sekolah yang dipimpinnya dalam mengikuti lomba tersebut. Diantaranya, buku saku. Setiap siswa dilengkapi dengan buku saku sebagai catatan harian. “Suatu waktu  ada interaktif antara guru dengan siswa. Dalam interaktif itu ada pertanyaan guru yang harus dijawab oleh siswa. Dialog ituharus dicatat dalam buku saku,” tandasnya.