Selasa, 08 April 2014



                                                                                                        Sukabumi,
Satu hari menjelang tibanya pesta demokrasi (9/4) 2014, Walikota dan Wakil Walikota  Sukabumi,  bersama unsur Muspida dan Sekretaris Daerah, Unsur OPD terkait melakukan inspeksi mendadak(Sidak) ke  TPS-TPS yang berada di 7 wilayah Kecamatan dengan mengendarai kendaraan bermotor roda dua.

Sidak dilangsungkan   seusai  penyerahan  33 kendaraan bermotor  roda dua ( merk Honda Vega)  kepada 33 Kepala kelurahan dihalaman balaikota pada kesemptan apel pagi  (8/4) 2014 dengan dihadiri  para Asisten, Staf akhli,  kepala OPD dan segenap karyawan wati.

  TPS-TPS yang  dikunjungi  Walikota dan Unsur Muspida,  di wilayah Kecamatan Gunung puyuh antara lain , TPS. 2 RW. 02 Bhaitul mall Syamsul ulum kelurahan gunung puyuh  dan TPS 25 Kelurahan karang tengah jalan merbabu cipelang gede RW. 12.

Kunjungan berikutnya ke wilayah kecamatan Cikole yakni ke TPS 4 RW. 04  kelurahan gunung parang (lapangan merdeka) dan k e TPS 16 RW. 16 kelurahan subangjaya. Untuk Kecamatan Cibeureum ke TPS 14 kelurahan babakan (Puri cibeureum permai 2 dan ke TPS 13 kelurahan sindang palay (perum sindang palay permai.

Kecamatan Lembursitu ke TPS 6 kelurahan situmekar jalan jeruk nyelap pangkalan dan TPS 2 kelurahan sindangsari jalan pelabuhan II.Kecamatan Baros Baros ke TPS 29 kelurahan baros RT. 04 RW 15 kelurahan baros dan TPS 11 kelurahan Jayaraksa RT.01 RW. 05 .

Kecamatan Citamiang TPS 3 kelurahan gedong panjang  RT.01 RW.02 kelurahan gedong panjang dan ke TPS 1 kelurahan tipar RW. 01 kelurahan tipar (Pegadaian).Kecamatan Warudoyong TPS 3 kelurahan nyomplong jalan Pebabri jalan pabuaran RW. 10 dan TPS 6 kelurahan warudoyong  RW. 03 jalan dwikora (lapangan Voley).

Pada kesempatan yang sama Walikota bersama unsur Muspida melakukan peninjaun ke KPU tentang pendistribusian logistic pemilu, persiapan petugas, perhitungan suara, media center serta persiapan-persiapan lainnya, disamping itu pula melakukan peninjauan ke secretariat Panwaslu berkenaan dengan pelaksanaan tugas-tugas pengawasan selama masa kampanyeu maupun persiapan pelaksanaan pemilu/dens

Sukabumi,
Salah seorang siswa dari Pontren terpadu Hayatan Toyyibah Kota Sukabumi, Salman Ghifary unjuk kebolehannya di dunia internasional dengan meraih medali emas dalam ajang International Environmental Project Olympiad (INEPO) di Azerbaijan 1-7 April 2014

Menurut Kepala Sekolah Pontren terpadu  Hayatan Toyyibah, Dzaki, bahwa Salman sebelum mewakili Indonesia diajang internasional  terlebih dahulu mengikuti Indonesian Science Project Olympiad (ISPO)  Februari 2014 lalu.

 Ajang tersebut merupakan perlombaan bergengsi dalam penelitian ilmiah dan melibatkan juri dari berbagai perguruan tinggi seperti ITB Bandung dan Universitas Indonesia (UI) dan pada saat itu , Salman mengambil judul penelitian "Pemanfaatan campuran natrium bikarbonat dan asam asetat sebagai alat pemadam kebakaran sederhana".  Penelitian Salman tersebut mendapat penghargaan berupa medali perunggu dan berhak maju ke ajang internasional di Azerbaijan.


Diungkapkan  Dzaki, proses penelitian yang dilakukan Salman mendapatkan bimbingan dari sejumlah guru. Terutama, bimbingan materi dari Indra Samsudin dan Muhammad Patrick (native speaker).


Salman Ghifary mengatakan, ia sudah sejak 7 bulan yang lalu mempersiapkan penelitian dengan tema alat pemadam kebakaran sederhana itu yakni sejak awal tahun pelajaran 2013-2014,

Awal mulanya menurut Salman merasa gugup karena harus mempresentasikan penelitiannya dalam bahasa Inggris, namun  dengan bermodalkan  kepercayaan diri serta bimbingan para guru, akhirnya Salman berhasil melalui semua tahapan sehingga meraih medali emas. 

Tepat pada hari keempat perlombaan, Salman ditetapkan meraih medali emas setelah sebelumya melakukan presentasi di depan para juri dari berbagai negara di dunia/Sumber Republika.go.id.

Senin, 07 April 2014



 
Sukabumi,

Pesta demokrasi Pemilu calon legislative  2014 hanya tinggal menghitung jam, kesiapan dan persiapan kini tengah sibuk-sibuknya dipersiapkan oleh pihak KPU dan KPPS serta unsur  terkait, upaya menunjang terhadap tingkat kelancaran pada pelaksnaannya nanti . 

Upaya mengantisipasi pesta demokrasi tersebut di Kota Sukabumi ,Walikota , H. Mohamad Muraz, SH MM menyerahkan  33 kendaraan bermotor roda dua (Honda Vega) kepada 33 kelurahan yang ada di kota sukabumi,  sebagai sarana mobiltas aparat diwilayah dalam memberikan mutu pelayanan cepat, tepat, akurat dan terpercaya dalam segala bentuk  layanan, terutama dalam pelaksanaan Pemilu Calon anggota legislatif  (9/4) april 2014.

Penyerahan sarana mobilitas tersebut dilangsungkan secara simbolis  pada kesempatan apel pagi selasa  (8/4) di halaman balaikota dengan dihadiri para asisten, unsur  kepala OPD, para camat dan segenap karyawan-wati dilingkungan Setda.

Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM mengharapkan kepada segenap karyawati  -karyawati dilingkungan pemerintah Kota Sukabumi, untuk  berbondong bondong ke TPS  dengan mengajak sanak keluarganya yang telah memiliki hak pilih untuk dapat menyalurkan aspirasinya, melalui pemilu caleg 9 april 2014 sesuai hati nurani /pilihannya.

Lebih lanjutnya diharapkan Walikota sekalipun 9 apeil 2014 telah dinyatakan sebagai hari libur nasional, namun  setiap Organisasi Perangkat Daerah harus tetap siaga (ada yang piket) untuk menjaga, mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan  yang menyangkut dengan kepentingan OPD itu sendiri dan masyarakat.

“Khusus kepada segenap aparatur di  wilayah, kecamatan dan kelurahan harus tetap  siaga melakukan pemantauan ke setiap Tempat pemungutan suara (TPS), dari mulai persiapan, pemungutan dan sampai ketingkat  perhitungan suara”/dens  

Minggu, 06 April 2014




Sukabumi, 


Pemerintah Kota Sukabumi melalui Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama  Panwas pagi hari ini  akan segera mempersihan  seluruh alat peraga, tanpa kecuali dengan menggunakan 5 buah kendaraan bermotor roda empat (dump Truk) yang ber hidrolik guna memudahkan membersihan alat peraga   yang berada diketinggian.


Sekretaris Daerah DR.HMN. Hanafie Zein, pada kesempatan Apel khusus Pembersihan alat peraga yang dilangsungkan senin pagi 7 april 2014 di halaman balaikota yang diikuti Organisasi perangkat daerah terkait meliputi DP-4, Dinas Perhubungan, Kesatuan bangsa (Kesbang), Damkar dan Satuan Polisi Pamong paraja.


Lebih lanjut dikemukakan DR.HMN. Hanafier Zein, bahwa sehari menjelang  pelaksanaan  pesta demokrasi , Walikota dan Wakil Walikota bersama unsur Muspida akan melakukan pemantauan ke KPU dan   ke tempat-tempat pemungutan suara (TPS), upaya mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang menyangkut dengan kesiapan dan persiapan para petugas dilapangan, agar pada pelaksanaannnya nanti dapat berjalan kondlusif  tertib, aman dan lancar.


“Alhamdulillah bahwa pelaksanaan kampanyeu di kota sukabumi dari 12 partai peserta pemilu telah  berjalan dengan baik,  begitu nampak tingkat kedewasaannya, satu sama laing saling menjaga dan menghormati, sehingga terbangun suatu nuansa keharmonisan. 


Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Iskandar, S.STV dan Panwas  bahwa pelaksanaan pembersihan alat peraga berupa baligo, umbul-umbul dan spanduk   yang dilaksanakan hari ini dibagi dalam tiga kelompok ; Kelompok I jalan siliwangi, jln Sudirman dan Karamat, kelompok dua Jalan. RA Kosasih dan kelompok tiga jalan Nyompolng dan jalan Otista./dendayasa

Sabtu, 05 April 2014

 Oleh Winni Siti Alawiah,SPd
                                                                 Guru bimbel go sukabumi
Bandung, 26 Agustus 2013
Tak banyak yang ingin disampaikan hati ini ketika hujan yang kesekian kali turun di kala senja. Bukan karena raga yang tak sanggup lagi melawan waktu yang tak urung mempertemukan aku dan dirinya yang mungkin tak menyimpan namaku lagi di beranda hatinya. Namun seulas senyum kini dapat hadir kala airmataku memaksa keluar meluapkan keinginan yang selalu mendapat penolakan dari akal ini.


“Aku mengawalinya di kala hujan turun,
hujan telah gantikan jawaban terindah untukmu kala itu,
kau bahkan menantinya hingga kala turun, bahagia itu seakan menyelimuti jarak antara aku dan kau,”

Sebait nyayian hati itu tak urung kukirimkan padamu, karena kau terlanjur tumpahkan noda hitam di sulaman yang telah kita rajut bersama. Kesakitan ini melebihi tangis akan kehilangan. Namun kau masih dengan egomu tak mengerti apa yang kurasakan ini.
Tiga buah file foto kita di handphoneku dan tiga belas sms kata kasih yang kau kirim padaku, “haruskah aku hapus itu semua?”
“sayangnya aku tak bisa sejahat itu pada apa yang indah bagiku”, gerutu pada hati.
Sempat ada satu kata yang ingin kusampaikan langsung sebelum kita berpisah pandang, “Aku makin sayang….”, aku wanita yang bermahkotakan budaya jadul yang mungkin tak akan kulepaskan. KAU TAHU ITU!!!!. Gengsi akan derajatku sebagai wanita timur ku jungjung. KAU TAHU ITU!!!. Semua seakan tak kuhiraukan, karena ku belajar untuk mencintai seseorang dengan cara yang umum seperti keinginanmu. Tentu itu tak mudah, KAU TAHU ITU!!!. Tapi diluar dugaanku, kau seolah menutup mata dan telinga, KAU TAHU ITU TAPI TAK INGIN MENCOBA BERTANYA PADAKU!!! KEKASIHMU!!!.
Ingat dengan rangkaian kata yang kususun dengan penuh rasa. Saat itu malam kering kita berbincang lewat kebisuan pesan. Kukirimkan dengan kehati-hatian.

Malam,
Teruntuk bermata teduh, bagiku….
Ada bingkisan yang kutitipkan
Dibalik bintang yang jauh,
Seukir senyum khasku untuknya,
Moga jadi iringan sejuk menuju tidurnya.

Tak satu katapun yang kuubah dari pesan yang kukirimkan malam itu. Aku bahkan begitu yakin, kau tidak mungkin masih menyimpan pesan itu. Berani bertaruh!!!
Satu lagi, satu lagi yang ingin kau kenang. Anggaplah ini permintaan terakhirku sebelum aku benar-benar melupakanmu. Ingat, kita pernah berjalan dengan gurau khasmu mengikuti lekuk indah Tangkuban Perahu. Sebagian memori notebookku masih berisi kenangan nyata itu. Aku bahkan tak sanggup untuk sedikitpun mengintip kembali. Tapi takkan pernah ku hapus, aku yakin akan itu.
Lalu, lalu, lalu hujan pula yang mengiringi kepergian kita dari tempat tinggi itu. Kita melawan basah bersama, kupikir akan selalu bersama kita melawannya. Nyatanya tak begitu, tapi bukan karena hujan karena ia hanya pertanda permulaan dan akhir dari jalinan itu.
Luangkan waktumu sedikit lagi, kumohon!!!. Ada yang masih ingin kusampaikan. Masih tentang kita, wanita dengan gengsinya dan pria bermata teduh. Pasti kau tahu benar siapa yang kusapa sebagai pria bermata teduh, ya…itu kau, kekasihku, lebih tepat ‘mantan kekasihku’, kepingan logamku yang hilang.
Tunggu, tunggu jangan dulu jemu akan kata-kataku yang mungkin memojokkanmu. Aku belum pada inti pesan yang ingin kusampaikan. Tapi perihal matamu tak dapat aku lewatkan. Matamu teduh, kala bertemu pandang aku merasakan sengatan aneh menjalar ke seluruh tubuh. Bukan indah yang mewakili akan keteduhan matamu tapi, rasaku yang semakin bertambah.
Mungkin itu biasa bagi para wanita yang menjalin kasih dengan kaum adam. Tapi ini berbeda….. aku merasakan rasa yang begitu kuat, semakin bertambah, dan begitu tenang mengalir bagai air. Itu hanya sesaat sebelum kau hentikan alirannya yang sedang deras.
Jika aku bunga mungkin aku gugurkan daunku saat itu. Karena kelopaknya telah dikoyak tak bersisa oleh durimu. Dan kau tahu aku membingkai lukaku dengan sebuah syair kelam.
Senduku tak terwakili gambaran alam,
Keperihan akan luka tak juga menyamainya,
Sesaat mungkin kan terlupa, tapi nyatanya begitu lama,
Bagai kayu dilaut yang timbul tenggelam,
Aku bahkan tak dapat menahannya kala harus timbul,
Begitu juga kala tenggelam aku bagai lupa segala,

Sumpahku pada denyut nadi yang mengiri
Akan langkah yang kan ditempuh,
Bagai torehan catatan hitam seorang hawa yang seakan menentang takdir
Takdir yang sedang menunggu di luar pintunya,
Tanpa kutanyakan hati untuk ketiga kalinya,
Akal ini menyatakannya lewat lisan, “aku tak ingin menjalin kasih dan
Berbagi rasa untuk hati pada pria manapun hingga status sebagai mahasiswi telah kulewati”
Banyak tak percaya dan menyangkal, mereka, kawanku
Semua tak inginkan itu padaku, tapi itulah aku
Wanita yang berdiri dengan gengsi hawa dimasa lalu.

Kau heran, mengapa syair kelam itu tak kuberikan?. Tentu bodoh bagiku jika pesan ini kau baca setelah kau nyatakan perpisahan. Akan terlihat seperti apa diriku saat itu. Cukup syair itu kau baca sekarang setelah semuanya tak akan pernah bisa berubah sama, atau lebih baik.
Maaf atas kelancangan ini. Anggap ini hanya fiksi yang tak pernah kau alami, ya hanya fiksi bagimu…..aku pun akan mencobanya. Masih ingin kuhantarkan salam pada kedua orang tuamu, masihkah ayahmu mengingatku. Yang datang kala hujan dengan sedikit makanan untuknya yang sedang bermalam dirumah sakit.
Dan tentu aku ingat betul perbincangan antara aku dan ayahmu yang begitu ramah dengan sedikit gurauannya. Kala itu telah kubuat rencana untuk menemuinya kembali berbagi, untuk sekedar menyambung cerita yang sempat terpotong.
Rencana itu pun kini hanya menjadi daftar agenda lama yang tak semput kulakukan. Menyesal mungkin, tapi memang harus begini. Jalan hidup tak selalu lurus, ada kala berkelok bahkan lebih jauh. Aku kenang semua tentang kita sebagai kelokkan kecil dijalan hidupku.
Lentera yang pernah kau jaga nyala apinya.