Selasa, 11 Agustus 2015

Sukabumi,
Tema peringatan HUT 70 Proklamasi kemerdekaan RI   tingkat Kota Sukabumi  "Ayo Kerja"sementara agenda  Kegiatan  meliputi , Audensi Capaska (Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka), dengan Walikota dan unsur Pimpinan Daerah, bertempat di Operation Room Setda (12/8),, Riung Mungpulung dengan para Tokoh Pejuang, Perintis Kemerdekaan, Veteran, Warakawuri, Angkatan 45, PWRI, dan masyarakat yang berprestasi (13/8). di Gedung Juang 45
 Sekretaris Daerah, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., selaku Ketua Panitia Penyelenggara di sela-sela kesibukannya menambahkan  Rapat Paripurna Istimewa DPRD (14/8)  dengan acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI, melalui siaran televisi, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD  mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai,  Upacara Pengukuhan Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka)  di Gedung Juang 45  mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai, dilanjutkan Pelipatan Duplikat Bendera Pusaka RI, di Ruangan Pertemuan Setda  mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan selesai. 
 “Penyerahan Piagam Penghargaan kepada para juara, pegawai, masyarakat dan peserta didik berprestasi 15/8 Gedung Juang 45 mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, Upacara Taptu dan Pawai Obor keliling Kota  di depan Balai Kota 16/8 mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai, serta Apel Kehormatan dan Renungan Suci, di TMP Suryakencana  mulai pukul 23.30 WIB sampai dengan selesai”.
 Selanjutnya Upacara Pemberian Remisi kepada Narapidana dan Anak Pidana yang memenuhi persyaratan, di Lapas Kelas II B Nyomplong 17/8  mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, Upacara Puncak Peringatan HUT Ke 70 Proklamasi Kemerdekaan RI  di Lapangan Merdeka  mulai pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai ,  Gelar Senja dan Penampilan Kesenian serta Upacara Penurunan Bendera Merah Putih , dilanjutkan Silaturahmi dan Tasyakur Bi Nikmat, di Gedung Juang 45 . 
"Peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI 70 akan diwarnai pula dengan Lomba Menembak Executiven yang akan diselenggarakan di Markas Yonif 310 Kidang Kancana, 23/8  mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, , Pawai Alegoris, di depan Balai Kota 27/8 , mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan  Jalan Santai, start dari depan Balai 30/8" .

Minggu, 09 Agustus 2015


Sukabumi,
Kelurahan Sindangsari kecamatan  lembursitu kota sukabumi tampil sebagai juara ketiga dalam lomba kelurahan tingkat provinsi jawa barat ,  kedua  kota  bogor dan  juara  ke satu diraih oleh kota  banjar, sehingga kota banjar berhak untuk  menjadi duta provinsi jabar ke tingkat nasional.    
Asisten pemerintahan, Drs.H. Andri Setiawan,MM pada kesempatan apel pagi senin, 10/8 di halaman balaikota dengan dihadiri para asisten, kepala SKPD, unsur kepala bidang, kasie dan segenap karyawan-wati dilingkungan sekretariat, DPPAD,  Bappeda, BKPP, Inspektorat dan perpustakaan.

Pada kesempatan itu pula Asisten Pemerintahan atas nama Sekretaris daerah mengemukakan bahwa tahun 2017 kita akan memiliki pasar tradisional semi modern 9 lantai dan pada hari ini senin, 10/8 2015 akan dilangsungkan peresmian penempatan para pedagang di tempat penampungan  sementara. Oleh karena demikian seluruh SKPD , aparat wilayah kecamatan dam kelurahan harus mampu mendukung  terhadap kegiatan tersebut, agar berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

Selanjutnya Drs. H. Andri Setiawan mengemukakan, bahwa akhir tahun ini kita akan memiliki  jalan utama baru yang menghubungkan antara jalan baros dan cibeurem (pembangunan jalan lingkar selatan segmen 3) dan saat ini ruas jalan tersebut  masih dalam tahap pengerjaan.  

“Kehadiran jalan baru tersebut  tentunya akan mampu menunjang   terhadap kelancaran  arus  barang dan orang sampai ketempat tujuan, suhu prekonomian masyarakat  meningkat dan sebagai  langkah strategis   dalam menciptakan  pengembangan pusat keramaian kota ke wilayah selatan.ujarnya.


Realisasi Pancasila untuk Papua Kita

Oleh Winni Siti Alawiah,SPd
Guru SMAN I  Sukabumi / guru GO Sukabumi

Sebuah foto penuh makna dari seorang sahabat yang menjadi tenaga pendidik dalam program SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal).  Foto itu berisi jawaban dari soal latihan siswa sekolah dasar setelah pembelajaran.
Nama Negara Kita adalah? PAPUA
Apa yang kita rasakan ketika melihat jawaban saudara kita?
Adakah kelupaan mereka akan bangsa kita, Indonesia?
Melupakan? Terlupakan? Atau disenyapkan oleh gempita para asing?
Siapa para asing itu, hingga tega membuat saudara kita lupa akan bangsa ini?
Bukan lagi saatnya menutup mata akan mereka (para asing) yang sudah jelas menguasai tambah di tanah cendrawasih ini. Jelas bahwa kini PR besar bagi kita semua untuk mengembalikan hak-hak warga negara pada saudara kita. Mereka warga Papua.
Ini yang akan saya sampaikan pada Indonesia jika diberikan kesempatan menulis atau berbicara tentang Papua di media.
“Pandanglah saudara kita di Papua seperti kita memandang saudara sesuku. Katakan pada mereka bahwa aku dan kamu semua adalah KITA. Bangsa Indonesia dengan negara yang sama yaitu Indonesia. Katakan tidak untuk menjadi buruh bagi mereka yang berkelakar di atas tanah cendrawasih!”.
Apalah pernyataan di atas apabila tak tersampaikan dan tidak direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata. Kebijakan-kebijakan yang membantu saudara kita untuk dapat bekerja sebagai pemilik bukan pesuruh.
Bukanlah persoalan mampu atau tidak ketika kita bicara bahwa tambang di Papua yang harus dikuasai asing. Namun, adakah kesempatan yang diberikan pemerintah untuk para penerus bangsa ini untuk mencoba menjalankannya dengan segala teknologi yang diciptakan sendiri?. Rasanya akan sangat membanggakan, apabila putra bangsa sendiri yang memimpin tambang-tambang di Papua. Provinsi dengan kekayaan alam yang begitu nyata berlimpah dan dapat menjamin kemakmuran masyarakatnya.
Namun hal sebaliknya yang begitu memilukan. Selalu hati ini bergetar ketika mendengar dari sahabat-sahabat tentang kabar dari saudara kita.
Ketika upacara, mereka yang semangat berbaris tegap di lapangan harus menunggu sangsaka merah putih yang harus dijait karena robek dan warnanya pudar.
Ketika sekolah, semua siswa harus merelakan sepatunya kotor dan bajunya terkena getah tanaman karena merek harus melewati jalanan terjal tanpa aspal dan hutan penuh semak belukar.
Ketika televisi, radio, smartphone, laptop, dan barang elektronik lainnya menjadi barang langka dan luxurious. Padahal bukan mereka tidak ingin mengenal atau belajar menggunakannya, tetapi mereka dijauhkan seolah terisolir oleh kata ‘pembangunan’.
Selalu dikatakan bahwa Indonesia negara berkembang yang sedang dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Lalu, pembangunan itu sudah sampai dimana bagi Papua?. Kita semua harus membuka mata dan hati, bahwa kita belum sepenuhnya merealisasikan pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara ini belum kita realisasikan secara sungguh-sungguh. Perlu dukungan materi dan moril dari kita semua sebagai bangsa Indonesia. Ayo kita tunjukkan bahwa pancasila itu benar-benar mendasari kehidupan saudara kita di Papua.
Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam hal ini sensitivitas adalah hal utama yang harus ditangani dengan hati-hati. Mengingat Papua yang masih banyak menganut beberapa kepercayaan suku. Namun bukan menajdi penghalang untuk pemerintah melakukan pendekatan yang ramah mengenalkan makna ketuhan yang maha esa. Bahwa di Indonesia terdapat beberapa agama yang diakui. Diharapkan dengan hal itu tidak akan ada kerusuhan perusakan masjid atau tempat ibadah lainnya.
Kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil artinya merata atau sesuai dengan tanggung jawab dan haknya. Apa yang harus diberikan secara adil dan beradap. Tentu saja hak-hak warga negara. Kehidupan yang layak, perlindungan hokum, pendidikan, kebebasan berbicara, dan segala hal yang sesuai dengan hak asasi manusia. Pemerintah dapat telah memulainya dengan pendidikan yang layak, membuat program pembangunan dan mengajar. Salah satunya adalah program SM3T (Sarjana mengajar di daerah terpencil, tertinggal, terluar). Capaianya akan hak tas pendidikan yang layak itu harus kita wujudkan dengan usaha bersama. Pemerintah sebagai pemangku kekuasaan dapat secara berkala melakukan berbagai pembangunan untuk kebutuhan sekolah, mulai dari buku yang lengkap, seragam yang baik, pengajar yang tidak hanya melalui program yang sama.
Persatuan Indonesia. Rasa persatuan itu akan tumbuh seiring waktu dan intensitas kebersamaan. Bukankah kita akan merasa menjadi keluarga ketika kita tingga bersama, melakukan banyak hal bersama, hingga saling membantu dalam berbagai hal yang kecil. Maka begitu pula dengan suadara kita di sana. Mereka tentu belum merasakan rasa persatuan itu. Solidaritas adalah hal utama yang dapat kita jadikan landasan dalam setiap program yang berkaitan dengan pembangunan di Papua.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Siapa yang memimpin Papua, ketika di sumber tambah saja mereka hanya sebagai calo dan kuli?. Kita semua tahu, bahwa pemberitaan mengatakan bahwa Indonesia kembali melimpahkan tambah Papua pada pihak asing dengan pertimbangan dan alasan bahwa belum ada tenaga dan teknologi yang mampu menanganinya. Pertanyaan besar, jika kita memiliki seorang Habibie yang dapat membuat pesawat terbang, mungkinkah ada putra bangsa yang mengidolakannya berusaha keras menjadi seorang tenaga ahli yang dapat menjalankan atau bahkan membuat alat tambah yang handal?. Tentu itu mungkin dan pasti ada. Disinilah peran para guru (pendidik) untuk mengasah, mendampingi, mengajarkan, dan memotivasi para siswanya untuk menjadi seorang yang cerdas.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adil bukan berarti pembagian secara sama dalam ukuran kuantitatif. Namun kualitatif (kebijakan) pun harus dibuat sesuai kebutuhan. Tidak bisa sebuah kebijakan diberikan pada satu provinsi dengan provinsi lainnya. Begitu pula dnegan Papua. Kita tidak bisa menyamakan kebutuhan siswa Papua dengan siswa di provinsi Jawa. Buku gratis salah satu contohnya, tentu saja Papua yang patut menjadi sasaran utamanya. Mengingat akses internet untuk mengunduh buku elektronik yang disediakan pemerintah belum terjamah. Maka, distribusi buku harus diupayakan secara serius dan cepat.
Jemari ini masih ingin terus menulis, menumpahkan segala hal tentang Papua kita. Mencoba mengingatkan kita tentang keberadaan saudara kita yang masih sangat membutuhkan segala hal dari kita semua. Ayo kita bersama bangun dan pegang erat Papua agar tidak pergi. Pergi atau terus menimbun dosa karena kita membiarkan kedzaliman di negeri cendrawasih itu?.

Kamis, 06 Agustus 2015



Sukabumi,
Kota Sukabumi tampil sebagai juara pertama dalam lomba cerdas cermat (LCC) Hak Asasi Manusia (HAM) tingkat provinsi jawa barat dengan  Skor 4170, kedua dimenangkan  oleh  Kota Bogor dengan Skor 1980 ,  ketiga diraih oleh  Kota Depok dengan Skor 1600,  Juara Harapan I Kabupaten Bandung Barat dengan Skor 2090 dan  Juara Harapan II dimenangkan oleh   Kabupaten Karawang dengan Skor 1990.

Grand Final  dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat dengan dihadiri Direktur  Jenderal Kementrian Hukum dan HAM , Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Barat, Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fachmi, SAg,MM.Pd , Asisten pemerintahan, Drs. H. Andri Setiawan, MM,  Kepala Bagian Hukum, Een Rukmini, SH MH beserta staf  sebagai pendamping peserta .  kegiatan tersebut dilangsungkan 5/8  2015  di Gedung Balai Asri, Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, Jl. diponegoro . 63 Bandung.

Menurut Asisten Pemerintahan Drs. H. Andri Setiawan, MM,  Kelompok Lomba dari tiap  tiap Kota merupakan hasil dari babak penyisihan di tiap wilayah dan untuk Bakorpembagwil I bogor diwakili oleh Peserta dari Kota Sukabumi . Bakorpembangwil II Purwarkarta diwakili oleh Peserta dari Kabupaten Karawang, Bakorpembangwil III Cirebon diwakili oleh Peserta dari Kota Cirebon, Bakorpembangwil IV Priangan Barat diwakili oleh Peserta dari Kabupaten Bandung Barat dan  Bakorpembangwil IV Priangan Timur diwakili oleh Pesera dari Kabupeten Garut. Tujuan Lomba Cerdas Cermat HAM Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 untuk peningkatkan pemanahan masyarakat terhadap Hak Asasi Manusia.

Peserta dari kota sukabumi diwakili oleh mahasiswa dari STH Pasundan antara lain Fadly Priambudi ,Vrytaliza dwica intanniar dan    Maria martogi  situmorang/dendayasa,SIp

                        

Sukabumi,
Kota sukabumi menurut rencana  akan memperoleh Anugrah Revitalisasi Posyandu tahun 2015 dari pemerintah  provinsi jawa barat, setelah Tim penilai melakukan veripikasi dan rechecking  kamis siang 6/8 di ruang pertemuan BPMPKB.. kehadiran tim diterima oleh Asisten administrasi Setda, H. Kostaman, MM dengan didampingi Kepala BPMPKB, Drs.H. Suawarsa, MSi dan  SKPD terkait .

Menurut ketua tim penilai MA Walid, bahwa kehadiran tim penilai adalah Untuk memveripikasi data-data  yg sudah masuk ke BPMPD provinsi dan rechecking materi-materi sesuai dengan instrument-instrumen yang telah disampaikan ke seluruh kota kabupaten  meliputi  dukungan kebijakan, anggaran, pergerakan Pokjanal  dan  keterlibatan-keterlibatan unsur  SKPD , aparat wilayah kecamatan dan kelurahan serta pihak CSR dalam memajukan Posyandu.

Lebih lanjut dikemukakan MA Walid bahwa kota Kabupaten yang mengikuti “Anugrah Revitalisasi Posyandu tahun 2015 antara lain    kota  sukabumi , kabupaten sukabumi, kabupaten cianjur, bandung, depok,  bekasi, bandung barat dan cimahi.

Asisten administrasi, Drs. H. Kostaman, MM atas nama Sekretaris daerah mengemukakan, perhatian serius pemerintah kota sukabumi terhadap pergerakan Pos pelayanan terpadu (Posyandu) secara implementatif dituangkan dalam Rencana pembangunan jangka menengah daerah  (RPJMD) Walikota dan Wakil Walikota masa bhakti 2013-2017 dan  sebagai langkah kongkrit anggaran Posyandu dinaikan  sebesar 60 prosen.  

“ Perhatian serius Pemerintah Provinsi jawa barat dan kota sukabumi dalam pergerakan Pokjanal Posyandu, baik dalam bentuk pembangunan sekretariat  serta peningkatan dana operasional Posyandu telah menjadikan suatu stimulus bagi masyarakat, terutama kalangan kader dan SKPD terkait dalam memberikan mutu pelayanan  terbaik kepada masyarakat “   

Oleh karena demikian, Asisten administrasi atas nama Walikota sukabumi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya  kepada gubernur jawa barat atas pembanguna -gedung  sekretariat Posyandu yang dipandang cukup  strategis dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat./dendayasa,SIp  

Minggu, 02 Agustus 2015


Revitalisasi Mesjid Nurul Hidayah RW.06 Kelurahan Citamiang Kota Sukabumi
Sukabumi, 

Masjid merupakan  rumah tempat ibadah umat muslim, sebagai  tempat sujud  dan  sebagai  pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di mesjid. bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.
Meningkatnya jumlah Jemaah tentunya harus diikuti dengan kuantitas maupun kualitas  masjid , agar mampu menampung secara maksimal para Jemaah.  Mencermati kondisi demikian warga kelurahan 06 kelurahan citamiang Kecamatan citamiang kota sukabumi merehab total masjid  Nurul Hidayah.
Upaya memperlancar revitalisasi masjid tersebut telah dibentuk   kepantiaan , ketua H. Ook Suherman, sekretaris Abdul Rozak, Sg,MPd, Bendahara, H. Ade Tadjudin, Humas Jaenal Aripin dibantu dengan sejumlah seksi diantaranya, seksi pembangunan Ade Mulyana, pembantu umum, Usep , Dadi serta Edin Jubaedin dan Isak Munawar termasuk ketua RW. 06 Bunyamin Syafei.
Menurut Humas pantia pembanguna masjid,  Jaenal Aripin, bahwa  Revitalisasi masjid  Nurul Hidayah akan dibangun  2 lantai  diatas luas tanah 130 m2 dan  luas bangunan 110m2 dan sebagai stimulus bagi kelancaran  pembangunan masjid tersebut telah terkumpul dana  dari partisipasi warga  sebesar Rp 50 juta rupiah dari total anggara  sebesar Rp 686.370.150,- yang dibutuhkan.
Oleh karena demikian pihak panitya  mengharapkan sekali uluran tangan segenap kaum muslimin dan muslimat untuk dapat   menyisihkan sebagian harta milik rizkinya bagi kepentingan kelancaran pembangunan masjid tersebut.

Camat kecamatan Citamiang, Punjul Syaeful Hayat sangat menyambut baik atas rencana pembangunan masjid  tersebut  dengan harapan setelah terwujud agar mampu memakmurkannya dengan baik, karena masjid sebagai sentra kegiatan umat islam baik yang menyangkut dengan hal  ubudiyah maupun muamalah, secara luas  menyangkut  bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan  akhlak, bahkan politik serta bidang lainnya, bagaimana menciptakan perasaan butuh  untuk datang ke masjid, semua kebutuhan terselesaikan dengan baik ,  hal bathinian , lahiryah , sehingga masjid selalu ramai, makmur, terpelihara berdampak bagi warga sekitar .ujarnya/dendayasa,SIp

Kamis, 30 Juli 2015

Sukabumi,
Segenap aparatur dilingkungan pemerintah kota sukabumi, dari mulai sekretariat, SKPD , termasuk aparat wilayah kecamatan dan kelurahan secara terpadu diwajibkan untuk dapat mendukung sepenuhnya kiprah strategis Walikota dan Wakil Walikota dalam merevetalisasi Pasar tradisional pasar pelita yang akan dibangun 9 lantai semi modern.

Asisten Pemerintahan, Drs. H. Andri Setiawan, MM atas nama Sekretaris Daerah pada kesempatan apel pagi jumat, 31/7 2015 di halaman balaikota dengan dihadiri para Asisten, Kepala Bagian dan bidang serta segenap karyawan-wati dilingkungan sekretariat.

Upaya mewujudkan pembangunan pasar  tersebut “ungkap Asisten Pemerintahan “secara berjenjang telah dan akan terus dilakukan sosialisasi  termasuk penempatan  sementara para pedagang. Agar kegiatan pembangunan pasar tersebut berjalan tertib aman dan lancar, guna mewariskan sesuatu yang terbaik bagi generasi yang akan datang.

Pada kesempatan yang sama Drs.H. Andri Setiawan, MM mengemukakan bahwa pemerintah kota sukabumi tengah menerima kehadiran tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) dibidang Ketertiban Lalu Lintas (Tiblantas) dan kita telah memperoleh penghargaan tersebut yang 14 kalinya, sementara untuk Lomba kelurahan yang diwakili oleh Kelurahan sindangsari kecamatan lembursitu masih menunggu keputusan gubernur.ujarnya.

Masih dalam kesempatan apel pag, i Asisten Pemerintahan menandaskan Sekolah Tingggi Hukum (STH) Pasundan akan menjadi duta kota sukabumi untuk mengikuti lomba cepat tepat HAM ditingkat provinsi jabar yang akan dilangsungkan selama dua hari dari tanggal 4 hingga 5 agustus 2015, “ Kami yakin bahwa STH akan mendapatkan peringkat teratas, setelah dilihat dari aspek kesiapan  dan persipan STH dalam menghadapi lomba tersebut.

Prestasi demi prestasi setiap tahun” lanjut Drs. H. Andri Setiawan, MM , banyak  diraih oleh pemerintah kota sukabumi termasuk dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP) memperoleh  katagori B dengan jumlah nilai 70,8 dengan harapan pada tahun ini naik peringkat dengan  katagori B plus .ungkapnya.

Menyikapi pembangunan Pasar Pelita Ketua LSM Forum Komunikasi Peduli Sukabumi , Edy Miky menyambut terhadap langkah strategis pemerintah kota sukabumi dalam menjawab tantangan masa dan yang akan datang sesuai dengan harapan kita, kota sukabumi, tertib, aman dan lancar, dengan harapan perjalanan kegiatan pembangunannya mendapatkan restu Allah SWT, ujarnya.dendayasa, SIp.