Minggu, 27 April 2014

            
Sukabumi,
Program Kartu Cerdas  merupakan salah satu bentuk nyata perhatian dan kepedulian Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., dan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., terhadap warga masyarakat , dengan diluncurkannya Kartu Cerdas ini, warga masyarakat dapat lebih cerdas dan sejahtera, dalam nuansa Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin. 


Camat Warudoyong, Yadi Mulyadi, S.STP., M.Si., pada acara Sosialisasi Kartu Cerdas Tahun 2014.  yang dilangsungkan baru-baru ini  di Ruangan Pertemuan Kantor 
Kecamatan Warudoyong, dengan dihadiri unsur Bina Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Kasi PMKB Kecamatan dan Kelurahan  para orang tua, dan 86 anak calon penerima Kartu Cerdas se Kecamatan Warudoyong. 

 Bina Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  menjelaskan, diluncurkannya Kartu Cerdas ini, sesuai dengan kegiatan Bina Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM (Sumber Daya Manusia) Kota Sukabumi. Dijelaskan pula, diluncurkannya Kartu Cerdas ini, untuk membantu warga masyarakat Kota Sukabumi yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi, untuk menyekolahkan anak-anaknya. 
 
 “ Kartu Cerdas ini, dibagi dalam dua seri. Antara lain Seri A Program Retrival, yakni menyekolahkan kembali anak yang tidak sekolah, dan Seri B, yakni rawan drop out bagi yang masih sekolah. Sedangkan data anak calon penerima Kartu Cerdas ini, diolah secara akurat dan melibatkan para Kasi PMKB Kelurahan dan Kecamatan. Sementara yang dijamin oleh Kartu Cerdas ini, yakni Seragam Sekolah, Training Olahraga dan Batik, serta Sepatu, Tas, Kaos Kaki, LKS dan Buku Tulis, termasuk ongkos harian yang diberikan setiap bulan’”ujarnya.

Dikatakannya, apabila masih ada anak yang belum terdata, agar segera melaporkannya melalui Kasi PMKB Kelurahan masing-masing, untuk selanjutnya dilaporkan kembali kepada Kasi PMKB Kecamatan masing-masing, serta Bina Program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, selambat-lambatnya pada tanggal 28 April 2014.
















Sukabumi
Upaya meningkatkan dan mengembangkan program PIK-R (Pusat Informasi Konsultasi Remaja). dengan harapan  untuk menekan kasus a-susila di kalangan remaja dan anak dibawah umur., karena terjadinya kasus a-susila tersebut, akibat kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana) Kota Sukabumi,  Drs. H. Kostaman, M.M.mengemukakan  program PIK-R di Kota Sukabumi sudah ada sejak lama, dan yang menjadi tim konsultannya pun dari kalangan remaja, para siswa SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. Dijelaskan pula, ditunjuknya para siswa dalam program PIK-R ini, supaya para remaja yang ingin melakukan konsultasi tentang kesehatan reproduksi tidak akan merasa canggung.

Dikatakannya, para siswa yang menjadi konsultan tentang kesehatan reproduksi ini, sering diikutsertakan pelatihan, baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi maupun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, khususnya tentang kesehatan reproduksi. Dikatakan pula, dalam pelatihan tersebut, juga disampaikan materi tentang penyimpangan serta pelecehan seksual.

“Dalam mengantisipasi dan meredam terjadinya kasus a-susila di kalangan remaja dan anak dibawah umur ini, yang sangat penting yakni peran orang tua, khususnya dalam mengasuh dan mengawasi, serta membimbing dan mendidik anak-anaknya dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan reproduksi.” Ujarnya.

Karena apabila pengandalkan pemerintah, ungkap “  Drs. H. Kostaman, M.M , hasilnya tidak akan maksimal, sebab pemerintah sifatnya hanya membantu. Selain itu,bidang-bidang yang ada di lembaga pemerintah,  berkaitan dengan bidang-bidang lainnya. Sebagai salah satu contohnya di BPMPKB Kota Sukabumi, Bidang KB (Keluarga Berencana) berkaitan dengan Bidang Pemberdayaan Perempuan. Demikian pula bidang-bidang lainnya



Sukabumi,

 Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH,MM menyerahkan trophy dan uang pembinaan kepada Group Band “Sabatur “  sebagai juara pertama   dalam Gelar Budaya Pasundan dan Festival Band Lagu tradisional sunda 2014 dengan lagu wajib manuk dadali dan lagu pilihan pop sunda dan Indonesia yang dilangsungkan di GOR merdeka sabtu(27/4).


Juara kedua mendapat Trophy Tetap STH Pasundan Sukabumi dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta serta juara ketiga mendapat Trophy Tetap STH Pasundan  dan uang pembinaan sebesar 1 juta rupiah termasuk Best Player, Best Vocalist, Best Guitarist, Best Bassist, Best Drummer, dan Best Keyboardist, masing-masing memperoleh  uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu.

Kegiatan tersebut  dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Walikota  Bidang Kemasyarakatan dan SDM , diikuti oleh sejumlah Group Band Pelajar SMA, SMK dan MA se Wilayah Bogor, serta dimeriahkan berbagai pentas seni Mahasiswa Unpas (Universitas Pasundan), STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Pasundan, STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Pasundan, serta STH Pasundan. 

Staf Ahli Walikota , H. Deden Solehudin, S.Ag., M.M. mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi memberikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya kegiatan ini. Karena sangat positif dan besar manfaatnya, baik bagi pemerintah maupun masyarakat khususnya generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan Seni Budaya Sunda. Diharapkannya, STH Pasundan Sukabumi, serta Kota Sukabumi dan Paguyuban Pasundan bisa lebih maju lagi, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Jawa Barat. 

Ketua STH Pasundan Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, S.H., M.H. menjelaskan, bahwa dilaksanakannya kegiatan tersebut dalam rangka memperingati milad ke 50 STH (Sekolah Tinggi Hukum) Pasundan Sukabumi dan 1 abad  Hari Jadi Kota Sukabumi serta 101 tahun Paguyuban Pasundan.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Siska Ariefin Putri   kegiatan ini merupakan Program Kerja BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Program Kerja Alumni STH Pasundan Sukabumi. Dengan  tujuannya, dalam rangka upaya menciptakan Mahasiswa dan Alumni STH Pasundan Sukabumi yang dapat berbhakti kepada STH Pasundan, serta kepada bangsa dan negara, khususnya dalam mencintai dan melestarikan Seni Budaya Sunda.







 

 

Sabtu, 26 April 2014



Sukabumi,

Setiap saat  kami hadir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) banyak sekali perubahan yang cukup signifikan pada intinya mengacu kearah perbaikan dari mulai pemeliharaan sarana prasarana perkantoran, pembinaan terhadap pegawai dan penghuni lapas itu sendiri benar-benar memiliki makna yang cukup menggembirakan, melalui pembinaan pengajian, kesenian, Pramuka dan olah raga serta pembinaan ragam keterampilan lain.  


Walikota Sukabumi, H.  Mohamad Muraz, SH MM pada puncak acara peringatan hari Lembaga Kemasyarakatan ke-50  Minggu (27/4) 2014 di Lapas Kota Sukabumi. ditandai dengan penyerahan Ijasah PKBM Paket A,B dan C.


 Tema  Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-50 “ Dengan Tahun Emas, Kita Wujudkan Pemasyarakatan yang Inovatif Bersih dan Bermartabat”
 

Jumat, 25 April 2014


Sukabumi,
Memfasilitasi , mempromosikan dan menginformasikan berbagai produk Koperasi Usaha  Mikro Kecil dan Menengah (  KUMKM ) merupakan salah satu bentuk
upaya pemerintah kota sukabumi dalam mengembangkan daya saing KUMKM    yang digelar  setiap tahun   melalui Sukabumi Expo. penyelenggaraan pada 
tahun ini  bertepatan dengan peringatan  1 abad (100 tahun)  yang dirangkai
 dengan  Hari Konsumen Nasional .

Menurut Sekretaris Daerah, DR. HMN Hanafie Zein, bahwa   The 4TH Sukabumi Expo 
Tahun 2014  dilangsungkan selama sepekan  dari tanggal 23 sampai dengan 29 April 2014,  di Lapangan Merdeka dengan diikuti  220 KUMKM  se wilayah Bogor  meliputi  tuan 
rumah menempati 64 stand ( 200 KUMKM ) ,  Kabupaten Sukabumi menempati 5 
stand dengan  20 KUMKM  ditambah   Kabupaten Cianjur,  Kota-kabupaten  Bogor, 
 Kota Depok serta  dilengkapi pula  dengan pihak sponsorship sebanyak  15 stand .

“The 4 TH Sukabumi Expo diselenggarakan  bersamaan dengan Helaran Seni budaya
 Jawa barat dan  launching Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial (Nang Kis Sos ),
 sebagai program Pandu Gempita (Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli 
Kabupaten dan Kota Sejahtera)” ujarnya.

Helaran Seni budaya jawa barat diikuti oleh  delapan kotingen dari kota dan 
kabupaten se-Jawa Barat serta 33 kelurahan dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi.

Delapan kontingen tersebut adalah Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten 

Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, 
Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Pangandaran.

Seluruh peserta menampilkan   seni budaya daerah yang menjadi ciri khasnya  masing-
masing  di depan podium kehormatan sebagai wahana bagi  masyarakat, khususnya 
seniman-seniwati untuk menggali potensi, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya.

Melalui Pesta Helaran  Seni budaya tahun ini  tampil sebagai  juara pertama adalah  Kabupaten Cianjur,  kedua Kabupaten Karawang dan  ketiga Kabupaten 
Subang, sedangkan untuk  juara harapan kesatu , kedua dan ketiga masing-masing
 diraih oleh  Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan kabupaten Pangandaran.


Piala dan piagam penghargaan serta uang pembinaan diserahkan Walikota , 
H. Mohamad Muraz, SH MM kepada para juara pada akhir acara dengan disaksikan
  Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP, para Asisten dan Staf Ahli Walikota,
 para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, para Camat dan Lurah, Pimpinan 
BUMN dan BUMD, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Budayawan dan Seniman, serta 
puluhan ribu warga masyarakat.
 
Walikota Sukabumi mengemukakan “diselenggarakannya  pesta Helaran seni budaya 
ini untuk mengembalikan kearifan dan budaya lokal yang nyaris  terkikis budaya 
luar sehingga  masyarakat memahami filosofinya.

H.Mohamad Muraz, SH. MM berharap  hendaknya masyarakat tidak perlu  
 membanggakan budaya luar , kemudian  melupakan budaya sendiri, khususnya 
budaya Sunda. “Kita harus memperkuat budaya lokal , apalagi diera  globalisasi 
dewasa ini,” karena terdapat perbedaan yang sangat  mencolok antara budaya luar 
dengan budaya bangsa kita.

“Sistem barat itu lebih kapitalis, liberalis dan cenderung individualis. Sedangkan budaya
 kita berasas pada kekeluargaan. Karenanya kita harus perkuat budaya lokal sebagai
 hasil peradaban bangsa Indonesia i,” lanjutnya.

Sebagai penghargaan kepada tuan rumah  Walikota dan Wakil Walikota ,  menaiki 
sisingaan yang merupakan budaya usungan Kabupaten Subang. Iring-iringan peserta 
dilepas di depan Gedung Juang 45 Kota Sukabumi oleh Wakil Wali Kota, Ahmad Fachmi 
yang dilanjutkan dengan pawai dengan rute Jalan R.E. Martadinata, Jalan Siliwangi
 dan finish di Jalan R. Syamsudin. 


The 4TH Sukabumi Expo Dihadiri Staf Ahli  Kementrian Sosial   Dr. Marzuki, M.Sc
Melalui Sukabumi Expo Walikota H. Mohamad Muraz, SH MM  menyerahkan 
Piagam Penghargaan Gubernur Jawa Barat, kepada Pimpinan Pondok Pesantren 
Dzikir AL-Fath, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, 
Dr. K.H. Muhammad Fajar Laksana, S.E., CQM., M.M., sebagai juara terbaik ketiga
 Lomba Apresiasi Pengurangan Kemiskinan Berbasis Kelompok masyarakat tungkat 
provinsi jabar.

Pada kesempatan yang sama  Walikota  menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 
Pelopor Kelurahan Hijau di Kota Sukabumi, H. Nanang Muchtar, Koordinator 
Kelurahan Hijau, Iah Roiha, dan Ketua RW, M. Rosih. Selanjutnya Piagam 
Penghargaan kepada OPD dan Instansi Vertikal di lingkungan Pemerintah Kota 
Sukabumi, yang telah mewakafkan AL-Quran lebih dari 100 mushaf. Diantaranya 
Kantor Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPPKAD, RSUD R. Syamsudin, S.H., Bank BJB, Toserba Selamat, PLN, dan PB BO

Peninjauan Lomba Makanan Etnik  dan Stand The 4TH Sukabumi Expo Tahun 2014, diawali dengan Pengguntingan Untaian Bunga Melati, oleh Ketua TP PKK Kota 
Sukabumi, selaku Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Ny. Hj. Esih Setiasih Muraz.

Menteri Sosial RI  melalui   Staf Ahli  Bidang Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial 
 Dr. Marzuki, M.Sc menyerahkan bantuan sebesar Rp. 3.421.800.000,00, kepada 
Pemerintah Kota Sukabumi, untuk pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau), bagi 
1.901 KSM (Keluarga Sangat Miskin) atau RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) 
Tahun 2014. Termasuk penyerahkan bantuan asistensi lansia terlantar di Kota 
Sukabumi Tahun 2014, sebesar Rp. 220.800.000,00, kepada Kepala Dinsosnakertrans
 (Dinas Sosial/ Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kota Sukabumi, Drs. H. Dadang 
Sudaryat, untuk 92 orang lansia, atau masing-masing lansia sebesar Rp. 2.400.000.
 serta bantuan sebesar Rp. 600.000.000,00, kepada 30 KUBE (Kelompok Usaha
 Bersama) se Kota Sukabumi, atau masing-masing KUBE sebesar Rp. 20.000.000,00, 
secara simbolis diserahkan kepada KUBE Bina Swadaya Mandiri/dendayasa.SIp