Minggu, 26 Januari 2014



 
Sukabumi,

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH MM  mengemukakan, bahwa para Camat dan Lurah  akan diberikan reward, apabila memiliki  prestasi, khususnya  dalam mencapai target  Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

. Dikatakannya, pemberian reward tersebut, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para Camat dan Lurah lainnya di Kota Sukabumi, agar lebih giat , semangat, dalam mencapai target PBB-P2 yang telah ditetapkan. Dikatakan pula, Pengalihan PBB-P2 menjadi Pajak Daerah ini, merupakan salah satu bentuk untuk memperluas kewenangan perpajakan dan retribusi di Kota Sukabumi, terutama dari sektor PBB-P2. Adapun perluasan basis penerimaan pajak tersebut, dilakukan sesuai dengan prinsip yang baik, serta tidak akan menyebabkan biaya ekonomi tinggi, dan tidak akan menghambat terhadap mobilitas penduduk, lalu lintas barang dan jasa antara daerah.

Walikota Sukabumi mengemukakan, perluasan basis penerimaan pajak tersebut, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dialihkan sepenuhnya kepada daerah. dengan tujuan, agar dalam pengelolaan dan pengenaannya bisa lebih cepat, serta transparan dan adil. Selain itu, juga untuk mendukung pendanaan, atas penyerahan urusan kepada daerah, serta untuk lebih meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan otonomi daerah. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi menghimbau kepada seluruh unsur terkait, terutama para Wajib Pajak, unsur Pengusaha, unsur Kecamatan dan Kelurahan, agar lebih bersinergi dan berupaya optimal meningkatkan potensi dan penerimaan pendapatan daerah, khususnya dari sektor PBB-P2.

Diungkapkannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi melalui DPRD Kota Sukabumi, sudah menetapkan seluruh Peraturan Daerah (Perda) baru, khususnya tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kota Sukabumi. Dikatakannya, dengan sudah ditetapkannya seluruh Perda tersebut, menjadi tantangan bagi semua pihak, khususnya bagi aparat instansi terkait, untuk lebih mandiri dalam mengolah Pajak Daerah, sekaligus meningkatkan standar pelayanan kepada para Wajib Pajak, sesuai dengan salah satu misi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni mewujudkan pelayanan dasar yang lebih berkualitas, untuk mewujudkan Pemerintahan yang Rahmatan Lil Alamin/dendayasa.SIp







 Sukabumi,



Peragaan baris berbaris Polisi Cilik  mengawali jalannya upacara Pencanangan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas (GN PKBL) Tingkat Kota Sukabumi yang dilangsungkan  Minggu pagi, (26/1) Januari 2014, di halaman  depan Balai Kota yang  ditandai dengan elepasan balon serta pemberian santunan dan helm dari Ka Polresta, AKBP. Hari Santoso   kepada salah seorang korban kecelakaan lalu lintas, Dayat (61 tahun), yang mengalami patah kaki sejak 23 tahun silam.




Polisi Cilik binaan Polresta ini adalah siswi – siswi pilihan  yang telah mampu membawa harum nama kota sukabumi,  yakni tampil sebagai juara pertama dalam lomba baris berbaris di tingkat provinsi jawa barat tahun 2013.


Dalam penampilannya Polisi cilik  menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas, tugas dan fungsi Polantas, termasuk pesan-pesan untuk  menghindari tindak pidana Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), dilanjutkan Senam Keselamatan Berlalu Lintas, bersama  Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota. 




Pembacaan Deklarasi Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, oleh Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Hj. Esih Setiasih Muraz, dan Pembacaan Komitmen Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, oleh Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., dilanjutkan penandatanganan komitmen oleh Walikota  dan  Wakil Walikota Sukabumi, Kapolresta, Dandim 0607 , Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi, dan Ketua Pengadilan Negeri Sukabumi, serta para Ketua Club Motor dan Mobil.  


Pencanangan GNPKBL dilengkapi dengan penyerahan cindera mata dari Walikota dan Ketua TP. PKK kepada seluruh anggota Polisi Clilik  serta dilengkapi pula dengan penyerahan  sejumlah door price kepada masyarakat mengikuti jalannya upacara pencanangan terebut.














     Dalam kesempatan tersebut Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., menginstruksikan kepada seluruh instansi pemangku kepentingan lalu lintas dan angkutan jalan, agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan, dalam rangka mewujudkan keselamatan berlalu lintas, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing.

Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Walikota berharap  agar  berupaya keras mendorong terselenggaranya koordinasi antar para pemangku kepentingan dan terciptanya kemitraan sektoral, guna menjamin efektifitas dan perencanaan strategi keselamatan jalan pada level nasional.

Selanjutnya kepada Dinas Pekerjaan Umum, agar menyediakan insfrastruktur yang dapat meningkatkan keselamatan berlalu lintas, dengan melakukan perbaikan-perbaikan, dari mulai tahap perencanaan, desain, konstruksi dan operasional jalan. Serta  kepada Dinas Perhubungan, agar dapat memastikan, bahwa setiap kendaraan yang digunakan di jalan, sudah memenuhi standar keselamatan.

Sedangkan kepada Dinas Kesehatan, agar meningkatkan penanganan pra kecelakaan, melalui promosi dan penangan kesehatan para pengemudi, pada situasi atau keadaan khusus, serta penanganan pasca kecelakaan, dengan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu.

Selain itu,  kepada Polri, agar memperbaiki perilaku para pengguna jalan, melalui pendidikan keselamatan berlalu lintas, meningkatkan kualitas sistem uji Surat Izin Mengemudi (SIM), dan penegakkan hukum di jalan, serta mengembangkan sistem pendataan kecelakaan lalu lintas.
 

Upacara pencanangan  dihadiri  Pimpinan dan Anggota DPRD, Kepala Setukpa Lemdikpol Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Vertikal, para Camat, unsur Muspika, para Lurah, Wakil Ketua TP PKK, para Kepala Sekolah, Tokoh Masyarakat, Komunitas Club Motor dan Mobil, serta undangan lainnya.dendayasa,SIp



 








 
Sukabumi, 


Cabang Olah raga ( Cabor)  Sepak Bola merupakan salah satu cabor  yang paling banyak digandrungi orang, dari mulai anak-anak, remaja dan dewasa serta   kini cabor tersebut  telah menjadi industry dan  mengangkat popularitas diri,  hingga  penghasilan para pemain klas dunia gajinya  melebihi  seorang pejabat tinggi negara atau  Presiden.


Mencermati kondisi demikian Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH, MM,   membuka secara resmi turnamen sepak bola usia dini (12 tahun)  sabtu pagi (25/1) di stadion suryakencana jalan pabuaran.


Walikota H. Mohamad Muraz, SH MM  merasa bangga di Kota Sukabumi banyak bermunculan  Sekolah Sepak bola (SSB),  sebagai mayoritas wadah penyaluran bakat minat remaja ,   khususnya bagi anak-anak usia dini yang menyenangi bidang  cabor tersebut  dan  kehadiran nya telah   memberikan andil besar  dalam meminimalisir angka kenakalan remaja. 


“Melalui Turnamen tersebut diharapkan Walikota  akan mampu memacu dan memicu munculnya atlet-atlet muda berbakat yang siap berbicara di tingkat nasional maupun   internasional, namun tentunya harus dicatat, baik secara personality maupun organisasi  bahwa keberhasilan itu akan dapat dicapai tanpa jerih payah manakala dilakukan dengan penuh keseriusan, pada intinya lebih mengedapankan disiplin dan sportif, mampu  mematuhi apa-apa yang sudah menjadi ketentuan , kesepakatan organisasi itu sendiri”.
 

  Kita jangan sampai kalah oleh Singapore yang jumlah penduduknya hanya 2,5 juta sedangkan penduduk Indonesia adalah 250 juta, sehingga 10 tahun yang akan datang kita harus menang  dan ini sebuah tantangan bagi kita semua, oleh karena itu tunjukan kemampuan, disiplin dan junjung tinggi sportivitas “ ujarnya


Menurut salah seorang   panitya penyelenggara “Enda Ruswenda”, bahwa Turnamen Sepak Bola Usia 12 di Kota sukabumi, telah menjadi kalender tahunan dan  tahun ini  mengalami peningkatan dari tahun 2013  yakni  dari 15 SSB  menjadi 20 SSB yang turut ambil bagian/dens.

Kamis, 23 Januari 2014

Minggu, 19 Januari 2014

Walikota, H. Mohamad Muraz, SH, MM  bersama Kepala Sekolah  ,
Rachmat Mulyana dan Siswa- siswi SMAN I Kota Sukabumi, pada upacara peresmian Smansa EXPO 25 tahun 2014

Sukabumi, 

Satu hal yang memang harus kita   tetap pegang secara  teguh hari ini bangsa kita masih banyak dilecehkan oleh bangsa2 lain, bangsa kita  masih dianggap sebagai bangsa  yang kurang cerdas dan dibawah garis  kemiskinan, bangsa kita masih bangsa yang  belum menghargai karya2 dan  produk bangsanya sendiri, bahkan lebih parah bangsa kita   ada penurunan terhadap rasa bangga terhadap bangsanya sendiri, inilah tantangan yang harus dihadapi oleh para siswa selaku generasi penerus.


Walikota sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH MM pada upacara peresmian Smansa Expo ke-25 tahun 2014 yang dilangsungkan sabtu (18/1) dihalaman SMAN I Kota Sukabumi, ditandai pemukulan Gong dan pelepasan Burung Merpati  dengan disaksikan  Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Mulyono, Camat Citamiang Punjul, para unsur pendidik dan siswa-siswi Smansa. 


Lebih lanjut dikemukakan H, Mohamad Muraz, SH MM , Padahal bangsa kita adalah bangsa Yang besar yang terkenal akan kekayaan alam, budaya ,kecerdasaran dan kepadaiannya yang telah  dibuktikan oleh para pendiri Negara terdahulu, tidak ada didunia ini yang tidak kenal dengan Bung Karno dan Agus Salim , para politisi yang terdahulu, para ulamanya termasuk para pemuda yang mengukir prestasi ditingkat  internasional.


“Namun saat ini yang  diperlukan oleh kita  yang sekarang agak jarang ditemukan adalah  individu2 yang punya kejujuran, jujur dalam perkataan dan jujur dalam bertindak serta jujur dalam melakukan terhadap orang lain dan  sulit juga ditemukan orang  orang yang punya prestasi profesionalisme yang baik yang  punya rasa kejujuran dan kebanggaan untuk mengabdi terhadap bangsanya sendiri”.ujarnya



Menurut Kepala SMAN I (Smansa) Kota Sukabumi,  Rachmat Mulyana bahwa   Expo Smansa adalah   sebagai wahana kreativitas siswa yang mengacu kearah peningkatan mutu keterampilan serta sikap yang dititik beratkan pada upaya  melanjutkan dan management yang lebih dikembangkan. 


Dikemukakan Rachmat Mulyana, Expo ke 25 tahun 2014, bukan hanya merupakan Iven tahunan belaka, melainkan bagian  integral dari Kurikulum 2006 dan 2013, melalui estra kurikuler ini diharapkan seluruh peserta didik baik secara internal (dalam kelas) maupun  external (luar kelas) cakap   terampil  ber-interaksi  dan secara organisatoris  memiliki kecerdasan dalam mengendalikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan.


“Penyelenggaraan   Expo ke-25 tidak hanya sebatas dalam kegiatan Olah dan seni, tahun ini lebih dikembangkan lagi yakni dilengkapi dengan kegiatan Bazaar , Carieer day Seminar pendidikan dengan mengundang sejumlah perguruan tinggi dan   IT FESTIVAL 2014 melalui  lomba blog dan lomba desain poster 2014”ungkapnya./Dendayasa, SIp