Kamis, 06 November 2014



Sukabumi,
Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH,MM adalah salah satu peserta baru  dari 30 Walikota – bupati yang telahmelakukan penandatanganan Piagam Komitmen Kota Hijau dan Urban Greening Forum 3 sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah kabupaten/kota terhadap perwujudan Kota Hijau di Indonesia.
Upacara  Penandatanganan dilangsungkan di Jakarta (6/11) disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Imam S. Ernawi.
Direktur Perkotaan Ditjen Penataan Ruang Dadang Rukmana, 30 Kabupaten/Kota peserta baru antara lain  Kota Sukabumi,  Kota Langsa, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Tebing Tinggi, Kota Payakumbuh, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Kota Jambi, Kabupaten Lampung Timur, , Kabupaten Cirebon, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Cilacap , Kabupaten Grobogan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kota Pontianak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Banggai, Kabupaten Parigi Moutong, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate.
Dadang Rukmana menilai program stimulus ini telah berhasil. “Evaluasinya positif, sebagai program stimulus kita nilai berhasil hal ini ditunjukan dengan yang tadinya kabupaten/kota tidak memiliki program pengembangan kota hijau jadi punya bahkan bisa 7 kali lipat dari yang kita fasilitaskan, sekitar 7 sampai 8 miliar termasuk pembebasan lahan dari dana APBD,”tutur Dadang.
Lebih lanjut Dadang menuturkan dana tersebut tergantung luas lahan, adapun luas lahan 1 ha dapat menelan biaya 1,5 miliar sampai 2 miliar.
“Tapi itu tidak termasuk harga lahan, karena lahan harus disediakan oleh Pemerintah Daerah,”lanjut Dadang.
Plt. Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU-Pera  mengungkapkan ,  ke-30 kabupaten/kota tersebut dipandang  telah memenuhi  persyaratan  yang telah ditentukan, “ Terdapat  3 atribut yang telah mereka penuhi  meliputi  dari segi planning dan design yang  betul-betul pro green, kedua masyarakat di daerah setempat didorong untuk lebih pro green lalu ketiga memfasilitasi dan membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan ruang terbuka hijau,”ujarnya.
Direktorat  Jenderal Penataan Ruang  sendiri  telah bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten dan komunitas hijau yang terdapat pada kota/kabupaten tersebut dalam merintis pembentukan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)  yang merupakan salah satu upaya mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).ujarnya.

Minggu, 02 November 2014



Sukabumi,
Gerak jalan merupakan gerakan olah tubuh kaki dan tangan,  melatih fisik , memupuk , meningkatkan  kesehatan kebugaran  jasmani , melalui gerak jalan santai atau  gerak jalan rekreatif sebagai olah raga termurah, tapi besar  manfaatnya bagi pengembangan   tali persauadaraan. Sedangkan melalui gerak jalan prestasi akan terbangun rasa kedisplinan dan kebersamaan .



Mencermari betapa  pentingnya makna  gerak jalan , maka Walikota dan Wakil Walikota  sukabumi,  tidak segan-segan  untuk  baur dengan warganya  melakukan kegiatan dimaksud sebagaimana yang dilangsungkan baru-baru ini minggu pagi (2/11) 2014 bersama keluarga besar SMP Mardiwaluya jalan Ir. H. Juanda dan Warga Kecamatan Citamiang sebagai lintasan start dan funish.

Kehadiran H. Mohamad Muraz, SH.MM ditengah-tengah keluarga besar SMP MY dan Wakil Walikota , H. Achmad Fachmi, SAg,MM.Pd di lingkungan warga  Kecamatan citamiang benar-benar bagaikan kegunturan madu, luapan kegembiraan menyelimuti mereka, sehingga nunsa foto bareng menjadi  suatu harapan yang terlukis    ceria dengan sang penguasa kota.

Walikota maupun Wakil Walikota  mengemukakan Aktifitas belajar menuntut tingkat kesegaran dan kebugaran jasmani yang prima. Tanpa kesegaran dan kebugaran , aktifitas kita akan menjadi lembek, kurang bersemangat, bahkan menjadi lesu atau loyo.

"Mungkin inilah mengapa pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dikatakan bagian tidak terpisahkan dari pendidikan secara keseluruhan. Ingat, sebuah pepatah mengatakan “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (men sana in corporesano)".

 Oleh karena itu" ungkap Walikota " kita harus selalu berolahraga secara teratur. Gerak jalan juga termasuk berolahraga. Berolahraga harus megikuti aturan, agar sesuatu yang kita lakukan itu tidak sia-sia. Aturan aturan dalam gerak jalan antara lain, badan harus tegak, pandangan lurus dan sikap kaki yang benar agar berolahraga kita tidak terganggu kaki yang keseleo atau juga bias kaki kita melepuh.

Pada hari dab tanggal yang sama Wakil Walikota , H. Achmad Fachmi, SAg,MM.PD melepas dengan resmi Gerak jalan santai di Kecamatan Citamiang. , anak-anak, remaja dan dewasa semua terjun ke jalan bersuka ria melaksanakan olah raga termurah , meriah dan besar manfaatnya upaya meningkatkan silaturakhim.


Luviana Adam mengenakan Gaun warna biru plat putih,
SUKABUMI –

Melalui Muyawarah Daerah  (Musda) ke 13 DPD KNPI kota Sukabumi yang dilangsungkan di Gedung Juang 45 kamis malam, (30/10/2014). Luviana Adam  terpilih menjadi Ketua Umum DPD KNPI  periode 2014-2017 dengan meraih 47 suara.

Berada di urutan  kedua  Firman Taufiq dengan  meraih jumlah 25 suara dan Ruslan 0 suara. Total suara yang diperebutkan semua 75 suara dan abstain 3 suara. proses pemilihan berjalan dengan  aman dan lancar dibawah pengawalan ketat jajaran aparat kepolisian.

Musda tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM dengan dihadiri , Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, para Kepala OPD (Organisa Perangkat Daerah) dan Instansi Vertikal terkait, para Ketua Organisasi Pemuda dan Organisasi Mahasiswa se Kota Sukabumi, para Peserta Muskot XIII DPD KNPI serta undangan lainnya.

 Dalam kesempatan tersebut Walikota mengemukakan, sebagai sebuah gerakan yang mewadahi berbagai organisasi pemuda, KNPI dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, telah tampil sebagai sebuah gerakan, dengan ciri yang sangat khas. Dalam setiap aktifitas dan gerakannya, KNPI senantiasa menitikberatkan pada sisi intelektualitas dan nasionalisme, tanpa kehilangan karakteristik sebagai sebuah gerakan kaum muda yang dinamis, optimis dan meledak-ledak.  

Dengan demikian,” ungkap H. Mohamad Muraz, SH MM “ KNPI telah menjadi sebuah organisasi kepemudaan terdepan di Indonesia, serta telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan watak dan karakter bangsa, Hasilnya cukup memuaskan dan membanggakan semua pihak. Sebagai salah satu buktinya, banyak para tokoh yang memulai kiprah organisasinya di KNPI, serta menempati posisi penting dan strategis, baik di birokrasi pemerintahan, politisi dan pengusaha, maupun dosen, wartawan dan sebagainya. .   

 Luviana Adam mengenakan baju warna biru plat putih, celana hitam berdiri sebelah kiri Walikota, pada upacara peringatan Hari Sum Pemuda 28 oktober 2014 di podium kehormatan lapangan merdeka.
S



Sukabumi,

Pondok Pasantren (Ponpes) Al – Fath adalah salah satu Ponpes dari kota sukabumi yang telah tampil sebagai juara dalam lomba Kemiskinan Berbasis Kelompok Masyarakat tahun  2014 dan  hadiahnya baru dapat diterima  sebesar Rp 100 juta dari Gubernur Jabar  setelah berselang 5 bulan, karena terkendala administrasi.
Hadiah tersebut  akan  kami jadikan modal bagi  santri,  sekaligus untuk membiayai kuliahnya, karena hadiah tersebut sebagai  sumbangsih prestasi para santri l-fath.
 Pimpinan Ponpes Al-fath DR. KH Fajar Laksana kepada sejumlah awak media pada  upacara pelepasan Santri Usahawan Manusia Unggul dan Berotak Cerdas (Satria Maung Bodas) oleh Walikota  H.Mohanad Muraz, SH,MM   di Ponpes Al-Fath  Komplek Gading Permai, Rabu  (29/10/2014).
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur, hadiah yang cukup  dibilang  besar ini akan dijadikan modal kerja bagi santrinya,” .
Hadiah  sebesar itu bukan untuk dihabiskan “ungkap  DR.KH. Fajar Laksana, akan tetapi akan  dijadikan sebagai modal tambahan  usaha bagi  50 santri dan masing-masing santri menerima Rp 2 juta untuk pengadaan barang dagangan berwirausaha yang didistribusikan ke warung-warung kecil.
“ Dana hadiah tersebut  dijadikan sebagai modal usaha bergulir yang keuntungannya dijadikan sebagai biaya kuliah bagi santri. “Dengan modal Rp 2 juta, santri bisa kuliah gratis, kos dan makan gratis hingga tamat,” .
Dikemukakannya, bahwa  setiap santri mendapatkan 10 persen dari nilai keuntungan penjualan. Modal  senilai Rp2 juta bisa menghasilkan Rp 15 juta setiap bulan.  Sehingga, santri bisa memperoleh  penghasilan bersih sekitar Rp 3 juta. “Setiap hari masing-masing santri bisa menghasilkan minimal Rp600 ribu. Itu bisa menutupi untuk biaya kuliah, pesantren bahkan membantu orang tua santri,” 
Satria Maung Bodas merupakan   program kuliah dan  santri sambil bekerja berkelanjutan khusus untuk santri dari keluarga miskin. Disebut  berkelanjutan karena modal usaha  bisa diteruskan oleh santri lain setelah tamat kuliah. Saat ini, jumlah Satria Maung Bodas sebanyak 15 orang. Selain modal usaha, mereka juga diberikan inventaris motor sebagai alat transfortasi menjalankan usaha dengan pola shif. Wilayah kerjanya mencakup Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur dengan pembagian wilayah.
“Satu  motor untuk dua santri. Dalam satu minggu, tiga hari kuliah, tiga hari usaha. Mereka ikut berwirausaha dimulai Semester 2, sedang Semeter 1 dididik teori berwira usaha,”jelas Fajar.
Pola usaha seperti ini sangat membantu para warung kecil yang berada  diperkampungan.  Karena, tidak perlu bersusah payah mendapatkan barang dagangan dengan harga murah dan jumlah kecil. Fajar mengaku kerap mendapat laporan dari santrinya tentang hal itu dari pemilik warung. “Pedagang warung sangat terbantu. Kalau belanja sedikit ke kota mengeluarkan  ongkos . Usaha ini juga menyelamatkan pedagang warung kecil dari jeratan rentenir  untuk menambah modal usahanya,”katanya.
Walikota, H. Mohamad Muraz, SH, MM  mengemukakan, pola yang diterapkan di Ponpes Al Fath akan dijadikan contoh untuk lembaga pendidikan lainnya, khususnya membantu mahasiwa dari keluarga kurang mampu.
Pola tersebut “ungkapnya” mendidik mahasiswa merangkap santri menjadi  mandiri, sehingga  ketergantungan kepada orang tua semakin sedikit.   Selain berdagang, santri  juga diajarkan beternak, berdagang, dan composting. “Suatu kegiatan pembelajaran yang terpadu . Anak sekarang kadang malu berdagang atau bertani. Padahal disitu kekuatan ekonomi kita,”kata Muraz.
Pendidikan yang diterapkan di ponpes tersebut  menjadi inspirasi bagi Walikota,  agar hal serupa dapat dilakukan disekolah.  Siswa diberikan suatu pembelajaran usaha yang melibatkan langsung anak didik sejak dibangku SD. Sehingga, jiwa entrepreneur anak terpupuk sejak dini.  “Sudah saya instruksikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mulai ada percontohan. Kurangi rekreasi ke tempat hiburan,  itu mengajarkan konsumtif pada  anak-anak,”ujarnya nya.
 Selain itu, Walikota mengungkapkan , studi banding tidak atau rekreasi tidak perlu jauh keluar kota apalagi ke tempat hiburan, tapi  kembali ke alam.  Pengenalan pada lingkungan cukup di lokasi pertanian yang ada di Sukabumi. “Rekreasinya sekali-kali ke sawah atau lokasi peternakan. Jangan ke lokasi rekreasi melulu,”katanya

Kamis, 30 Oktober 2014



Sukabumi,

Pondok Pasantren (Ponpes) Al – Fath adalah salah satu Ponpes dari kota sukabumi yang telah tampil sebagai juara dalam lomba Kemiskinan Berbasis Kelompok Masyarakat tahun  2014 dan  hadiahnya baru dapat diterima  sebesar Rp 100 juta dari Gubernur Jabar  setelah berselang 5 bulan, karena terkendala administrasi.
Hadiah tersebut  akan  kami jadikan modal bagi  santri,  sekaligus untuk membiayai kuliahnya, karena hadiah tersebut sebagai  sumbangsih prestasi para santri l-fath.
 Pimpinan Ponpes Al-fath DR. KH Fajar Laksana kepada sejumlah awak media pada  upacara pelepasan Santri Usahawan Manusia Unggul dan Berotak Cerdas (Satria Maung Bodas) oleh Walikota  H.Mohanad Muraz, SH,MM   di Ponpes Al-Fath  Komplek Gading Permai, Rabu  (29/10/2014).
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur, hadiah yang cukup  dibilang  besar ini akan dijadikan modal kerja bagi santrinya,” .
Hadiah  sebesar itu bukan untuk dihabiskan “ungkap  DR.KH. Fajar Laksana, akan tetapi akan  dijadikan sebagai modal tambahan  usaha bagi  50 santri dan masing-masing santri menerima Rp 2 juta untuk pengadaan barang dagangan berwirausaha yang didistribusikan ke warung-warung kecil.
“ Dana hadiah tersebut  dijadikan sebagai modal usaha bergulir yang keuntungannya dijadikan sebagai biaya kuliah bagi santri. “Dengan modal Rp 2 juta, santri bisa kuliah gratis, kos dan makan gratis hingga tamat,” .
Dikemukakannya, bahwa  setiap santri mendapatkan 10 persen dari nilai keuntungan penjualan. Modal  senilai Rp2 juta bisa menghasilkan Rp 15 juta setiap bulan.  Sehingga, santri bisa memperoleh  penghasilan bersih sekitar Rp 3 juta. “Setiap hari masing-masing santri bisa menghasilkan minimal Rp600 ribu. Itu bisa menutupi untuk biaya kuliah, pesantren bahkan membantu orang tua santri,” 
Satria Maung Bodas merupakan   program kuliah dan  santri sambil bekerja berkelanjutan khusus untuk santri dari keluarga miskin. Disebut  berkelanjutan karena modal usaha  bisa diteruskan oleh santri lain setelah tamat kuliah. Saat ini, jumlah Satria Maung Bodas sebanyak 15 orang. Selain modal usaha, mereka juga diberikan inventaris motor sebagai alat transfortasi menjalankan usaha dengan pola shif. Wilayah kerjanya mencakup Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur dengan pembagian wilayah.
“Satu  motor untuk dua santri. Dalam satu minggu, tiga hari kuliah, tiga hari usaha. Mereka ikut berwirausaha dimulai Semester 2, sedang Semeter 1 dididik teori berwira usaha,”jelas Fajar.
Pola usaha seperti ini sangat membantu para warung kecil yang berada  diperkampungan.  Karena, tidak perlu bersusah payah mendapatkan barang dagangan dengan harga murah dan jumlah kecil. Fajar mengaku kerap mendapat laporan dari santrinya tentang hal itu dari pemilik warung. “Pedagang warung sangat terbantu. Kalau belanja sedikit ke kota mengeluarkan  ongkos . Usaha ini juga menyelamatkan pedagang warung kecil dari jeratan rentenir  untuk menambah modal usahanya,”katanya.
Walikota, H. Mohamad Muraz, SH, MM  mengemukakan, pola yang diterapkan di Ponpes Al Fath akan dijadikan contoh untuk lembaga pendidikan lainnya, khususnya membantu mahasiwa dari keluarga kurang mampu.
Pola tersebut “ungkapnya” mendidik mahasiswa merangkap santri menjadi  mandiri, sehingga  ketergantungan kepada orang tua semakin sedikit.   Selain berdagang, santri  juga diajarkan beternak, berdagang, dan composting. “Suatu kegiatan pembelajaran yang terpadu . Anak sekarang kadang malu berdagang atau bertani. Padahal disitu kekuatan ekonomi kita,”kata Muraz.
Pendidikan yang diterapkan di ponpes tersebut  menjadi inspirasi bagi Walikota,  agar hal serupa dapat dilakukan disekolah.  Siswa diberikan suatu pembelajaran usaha yang melibatkan langsung anak didik sejak dibangku SD. Sehingga, jiwa entrepreneur anak terpupuk sejak dini.  “Sudah saya instruksikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mulai ada percontohan. Kurangi rekreasi ke tempat hiburan,  itu mengajarkan konsumtif pada  anak-anak,”ujarnya nya.
 Selain itu, Walikota mengungkapkan , studi banding tidak atau rekreasi tidak perlu jauh keluar kota apalagi ke tempat hiburan, tapi  kembali ke alam.  Pengenalan pada lingkungan cukup di lokasi pertanian yang ada di Sukabumi. “Rekreasinya sekali-kali ke sawah atau lokasi peternakan. Jangan ke lokasi rekreasi melulu,”katanya.