Jumat, 21 Agustus 2015

Sukabumi,

Manusia adalah makhluk yang sempurna jika di bandingkan dengan makhluk lain, karena kita semua terlahir dengan dianugrahi potensi dan bakat yang unik, kita adalah pemenang sejak  di lahirkan karena telah berhasil lahir ke dunia ini, hanya  lingkungan yang  merubah , sehingga  ada yang menjadi pemenang dan ada pula  yang menjadi pecundang. 

Dendayasa,SIp tampil  sebagai juara pertama dalam lomba rekreatif (makan kerupuk) dilangsungkan jumat, 21/8 di halaman balaikota kota sukabumi , disaksikan langsung Wakil Walikota , H. Achmad Fachmi, SAg.MM.Pd , Sekotda, DR.HMN. Hanafie Zein dan para Kepala SKPD serta sejumlah karyawan-wati dilingkungan Sekretariat pemda kota sukabumi.

Menurut Ketua panitya penyelenggara, Enda Ruswenda, bahwa dalam memeriahkan HUT Proklamasi kemerderkaan RI ke-70 tahun 2015, dilaksanakan  lomba rekreatif meliputi, Makan kerupuk, Bakiak panjang beregu, Tarik tambang, balap karung, memasukan ikan belut ke dalam botol, Pukul kendi, Joget balon dan lomba tumpeng antar bagian yang diikuti oleh seluruh karyawan – wati dilingkungan sekretariat, DPPKAD, Kominfo dan perpustakaan dengan dilengkapi Organ tunggal.

Untuk Lomba balap karung juara pertama dimenangkan oleh bagian keuangan, kedua Kominfo dan ketiga bagian hukum, lomba makan kerupuk juara I Dendayasa,SIp dari kominfo , kedua Ujang dan ketiga Iwan keduanya  dari bagian perlengkapan.

Lomba memasukan belut putra, juara pertama DPPKAD, kedua Tata pemerintahan dan ketiga bagian umum, dibagian putri juara pertama Tapem, kedua bagian umum dan ketiga Administrasi pembangunan.

Lomba Bakiak panjang putra , juara pertama DPPKAD, kedua DPPKAD dan ketiga Tata pemerintahan, sedangkan putri, juara pertama Kantor Perpustakaan, kedua Bagian hukum dan ketiga DPPKAD.

Lomba Joget balon putra, juara pertama dimenangkan oleh Bagian umum dan kedua Administrasi pembangunan, sedangkan dibagian putri, juara pertama Bagian umum, kedua Kominfo dan ketiga Bagian Kesra.

Tarik tambang putra keluar sebagai juara pertama Bagian perlengkapan, kedua DPPKAD dan ketiga bagian umum, sedangkan dibagian putri juara pertama diraih oleh Bagian umum, kedua bagian keuangan dan ketiga DPPKAD dan untuk lomba  pukul kendi dibagian putri juara pertama Bagian perlengkapan, kedua bagian keuangan dan ketiga Kominfo.

Untuk lomba  nasi tumpeng, juara pertama dimenangkan oleh Bagian Asset (DPPKAD)dengan jumlah nilai 175, kedua Bagian Organisasi Tatalaksana (Ortala) dengan memperoleh jumlah nilai 165 dan ketiga diraih oleh Bagian Tata pemerintahan 160, kepada para pemenang masing-masing diberikan hadiah (door price) dan  juara umum berhak menerima piala bergilir Walikota yang dimenangkan  oleh DPPKAD

Lebih lanjut dikemukakan Enda Ruswenda, bahwa lomba rekreatif telah menjadi kalender tahunan yang dilaksanakan pada setiap acara peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI, dengan tujuan upaya mempererat tali persaudaraan diantara karyawan/wati/D




Minggu, 16 Agustus 2015


Sukabumi,
Ayo kerja, Ayo kerja dan Ayo kerja , itulah ungkapan Presiden RI, Jokowi  yang disambungsiarkan secara  serempak oleh  warga perum bumi  baros kencana kelurahan, kecamatan baros kota sukabumi, pada acara gebyar gerak jalan santai minggu (16/8) 2015 keliling pada ruas  jalan utama dan pemukiman penduduk  yang didukung sepenuhnya oleh para ketua RW ( 7 RW )  yang dikawal ketat oleh tokoh masyarakat setempat, Enda Ruswenda dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat yang dilengkapi bunyi sirine.


Menurut Enda Ruswenda, Sebenarnya bagi masyarakat Perum bumi baros kencana, bahwa  gerak jalan santai ini telah menjadi agenda penting yang diselenggarakan  pada setiap peringatan hari-hari besar nasional, apalagi dalam memeriahkan HUT Proklamasi kemerdekaan RI, telah menjadi kalender tahunan, upaya mempererat tali persaudaran .


“Kegiatan lain yang tak kalah semaraknya meliputi, Futsal usia  SD, lomba balap klereng, memasukan benang kedalam jarum, gerakan kebersihan dan pelaburan serta masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang  diselenggarakan dengan melibatkan anak-anak remaja dan dewasa yang dilengkapi dengan acara hiburan, sehinga cukup terasa gebyarnya peringatan HUT RI ini yang dibiayai sepenuhnya atas dasar partisipasi aktif masyarakat”. ujarnya

Moto juang warga perum bumi baros kencana “ungkap Enda Ruswen” Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing, sehingga kalau ada sesuatu permasalahan yang menyangkut dengan kepentingan warga, secepat kilat  dimusyawarahkan untuk menghasilkan kesimpulan akhir, namun tetap  sebagai tanda kuncinya adalah kebersamaan dan keterpaduan.



Dikemukakannya, Telah banyak hasil-hasil pembangunan yang  selama ini telah banyak  dirasakan manfaatnya oleh kita semua, baik yang didanai oleh uluran tangan pemerintah daerah yang digulirkan melalui P 2 RW maupun partisipasi warga,  meliputi pembangunan kantor sekretariat RW, Posyandu, pembangunan drinase, , pengerasan  jalan ruas jalan utama, pengerasan jalan gang, pemasangan Hidrant serta masih banyak kegiatan kegiatan pembangunan yang berhasilguna dan berdayaguna bagi kepentingan masyarakat.


Dari kegiatan gerak jalan santai tersebut,  mengisahkan tangis pilu jeritan seorang balita dari pasangan usia muda , “ Mama Dede cape !!! ” 2 Cepet  ingin digendong , kata yang diucap ulang sibocah cilik tersebut, sehingga cukup menghebohkan para peserta gerak jalan santai/dendayasa,SIp



Kamis, 13 Agustus 2015

Walikota ,H.Moch. Muraz, SH MM bersama Kepala BPMKB, Drs.H Suwarsa, MSi  Pegang Erat Penghargaan di Istana Kepresiden RI Bogor 
Sukabumi,
Tersedianya pusat bermain bagi anak dan ruang terbuka hijau yang dapat  di manfaatkan oleh keluarga  serta fasilitas pendukung lainnya berupa  taman bermain  anak – anak yang masih duduk dibangku TK atau Paud, termasuk di dalamnya pelayanan kesehatan yang siap setiap saat di wilayah hukum pemerintah kota sukabumi, ternyata mendapat tanggapan serius dari pihak pemerintah pusat dan sekaligus  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  RI memberikan   penghargaan kepada kota sukabumi sebagai Kota Layak Anak Pratama Tahun 2015.
Hal tersebut tentunya sebagai komitmen eksekutif dan legislatif  kota sukabumi dalam mengeluarkan kebijakan atau peraturan peraturan daerah yang dapat  melindungi hak anak, tumbuh berkembang , partisipasi anak bagi hak hidupnya  dengan membuat tempat bermain  yang didukung sepenuhnya oleh  peran serta pihak swasta dan masyarakat .

Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, kepada Walikota , H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., beserta sejumlah daerah lainnya se Indonesia,  pada puncak acara peringatan Hari Anak Nasional  Tahun 2015,  di Istana Kepresidenan Bogor,11/8. 
 Walikota , H. Mohamad Muraz, S.H., M.M.  didampingi Kepala BPMPKB  Drs. Suwarsa, M.Si. mengemukakan bahwa  keberhasilan  ini  merupakan keberhasilan semua pihak,  Pemerintah beserta segenap lapisan warga  dan kalangan dunia usaha  yang telah  berupaya keras  melaksanakan berbagai penataan dan pembenahan terhadap berbagai fasilitas anak, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku .
“ Kota Sukabumi menjadi Kota Layak Anak dengan memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak, melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, warga masyarakat dan kalangan dunia usaha yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan, baik dalam kebijakan maupun program dan kegiatan, untuk menjamin dan terpenuhinya hak anak dan perlindungan terhadap anak. 
Untuk itu, Walikota  atas nama pribadi dan Pemerintah  mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya yang telah berupaya optimal melaksanakan berbagai penataan dan pembenahan terhadap berbagai fasilitas anak di Kota Sukabumi, sehingga Kota Sukabumi mendapat penghargaan Kota Layak Anak Tahun 2015 dari KPPA RI. 

Selanjutnya H. Moch Muraz, SH, MM   mengemukakan  keberhasilan tersebut  dipersembahkan kepada segenap lapisan  masyarakat  sebagai Kado Ulang Tahun HUT proklamasi kemerdekaan RI Ke 70 dengan harapan  prestasi tersebut dapat dipertahankan dan  ditingkatkan agar Kota Sukabumi menjadi Kota Layak Anak yang paripurna. Ujarnya/dendayasa,SIp.

Rabu, 12 Agustus 2015

 Sukabumi,
Sikap tanggap pemerintah kota sukabumi terhadap perlindungan lahan pertanian pangan sebagaimana tertuang dalam Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi Nomor 5 Tahun 2013 Tentang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Sukabumi Tahun 2015-2018 telah dinyatakan, bahwa Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu diantaranya mewujudkan pelayanan dasar yang lebih baik dan berkualitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., ketika membuka dengan resmi Sosialisasi Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dan Launching Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kota Sukabumi. (11/8) di ruang pertemuan hotel berlian dengan  nara sumber dari IPB (Institut Pertanian Bogor).

Lebih lanjut dikemukakan  H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd, bahwa  pelayanan dasar yang lebih baik dan berkualitas, disamping  fokus pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan serta  peningkatan pelayanan pokok lainnya, termasuk penyediaan pangan yang berkualitas dan terjangkau oleh segenap lapisan  masyarakat.
“Mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah, Pemerintah Kota Sukabumi tidak hanya mengutamakan pembangunan sektor perdagangan dan jasa saja, akan tetapi memperhatikan pengembangan potensi sektor-sektor lainnya, termasuk sektor pertanian, melalui kebijakan peningkatan agribisnis berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan”. Ujarnya
Acara tersebut dihadiri  Ketua Komisi II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan DPRD Kota Sukabumi, Nara Sumber Kepala Kantor BPN, Kepala Kantor BPS (Badan Pusat Statistik) , Ketua Dekan Fakultas Pertanian dan Ketua LPPM UMMI (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sukabumi), para Asisten Daerah dan Staf Ahli Walikotai, para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), para Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Kecamatan, para Pimpinan Organisasi Petani dan Lembaga Usaha Tani, serta undangan lainnya.


Selasa, 11 Agustus 2015

Sukabumi,
Tema peringatan HUT 70 Proklamasi kemerdekaan RI   tingkat Kota Sukabumi  "Ayo Kerja"sementara agenda  Kegiatan  meliputi , Audensi Capaska (Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka), dengan Walikota dan unsur Pimpinan Daerah, bertempat di Operation Room Setda (12/8),, Riung Mungpulung dengan para Tokoh Pejuang, Perintis Kemerdekaan, Veteran, Warakawuri, Angkatan 45, PWRI, dan masyarakat yang berprestasi (13/8). di Gedung Juang 45
 Sekretaris Daerah, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., selaku Ketua Panitia Penyelenggara di sela-sela kesibukannya menambahkan  Rapat Paripurna Istimewa DPRD (14/8)  dengan acara mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI, melalui siaran televisi, bertempat di Ruangan Rapat Paripurna DPRD  mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai,  Upacara Pengukuhan Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka)  di Gedung Juang 45  mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai, dilanjutkan Pelipatan Duplikat Bendera Pusaka RI, di Ruangan Pertemuan Setda  mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan selesai. 
 “Penyerahan Piagam Penghargaan kepada para juara, pegawai, masyarakat dan peserta didik berprestasi 15/8 Gedung Juang 45 mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, Upacara Taptu dan Pawai Obor keliling Kota  di depan Balai Kota 16/8 mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai, serta Apel Kehormatan dan Renungan Suci, di TMP Suryakencana  mulai pukul 23.30 WIB sampai dengan selesai”.
 Selanjutnya Upacara Pemberian Remisi kepada Narapidana dan Anak Pidana yang memenuhi persyaratan, di Lapas Kelas II B Nyomplong 17/8  mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai, Upacara Puncak Peringatan HUT Ke 70 Proklamasi Kemerdekaan RI  di Lapangan Merdeka  mulai pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai ,  Gelar Senja dan Penampilan Kesenian serta Upacara Penurunan Bendera Merah Putih , dilanjutkan Silaturahmi dan Tasyakur Bi Nikmat, di Gedung Juang 45 . 
"Peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI 70 akan diwarnai pula dengan Lomba Menembak Executiven yang akan diselenggarakan di Markas Yonif 310 Kidang Kancana, 23/8  mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai, , Pawai Alegoris, di depan Balai Kota 27/8 , mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan  Jalan Santai, start dari depan Balai 30/8" .

Minggu, 09 Agustus 2015


Sukabumi,
Kelurahan Sindangsari kecamatan  lembursitu kota sukabumi tampil sebagai juara ketiga dalam lomba kelurahan tingkat provinsi jawa barat ,  kedua  kota  bogor dan  juara  ke satu diraih oleh kota  banjar, sehingga kota banjar berhak untuk  menjadi duta provinsi jabar ke tingkat nasional.    
Asisten pemerintahan, Drs.H. Andri Setiawan,MM pada kesempatan apel pagi senin, 10/8 di halaman balaikota dengan dihadiri para asisten, kepala SKPD, unsur kepala bidang, kasie dan segenap karyawan-wati dilingkungan sekretariat, DPPAD,  Bappeda, BKPP, Inspektorat dan perpustakaan.

Pada kesempatan itu pula Asisten Pemerintahan atas nama Sekretaris daerah mengemukakan bahwa tahun 2017 kita akan memiliki pasar tradisional semi modern 9 lantai dan pada hari ini senin, 10/8 2015 akan dilangsungkan peresmian penempatan para pedagang di tempat penampungan  sementara. Oleh karena demikian seluruh SKPD , aparat wilayah kecamatan dam kelurahan harus mampu mendukung  terhadap kegiatan tersebut, agar berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

Selanjutnya Drs. H. Andri Setiawan mengemukakan, bahwa akhir tahun ini kita akan memiliki  jalan utama baru yang menghubungkan antara jalan baros dan cibeurem (pembangunan jalan lingkar selatan segmen 3) dan saat ini ruas jalan tersebut  masih dalam tahap pengerjaan.  

“Kehadiran jalan baru tersebut  tentunya akan mampu menunjang   terhadap kelancaran  arus  barang dan orang sampai ketempat tujuan, suhu prekonomian masyarakat  meningkat dan sebagai  langkah strategis   dalam menciptakan  pengembangan pusat keramaian kota ke wilayah selatan.ujarnya.


Realisasi Pancasila untuk Papua Kita

Oleh Winni Siti Alawiah,SPd
Guru SMAN I  Sukabumi / guru GO Sukabumi

Sebuah foto penuh makna dari seorang sahabat yang menjadi tenaga pendidik dalam program SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal).  Foto itu berisi jawaban dari soal latihan siswa sekolah dasar setelah pembelajaran.
Nama Negara Kita adalah? PAPUA
Apa yang kita rasakan ketika melihat jawaban saudara kita?
Adakah kelupaan mereka akan bangsa kita, Indonesia?
Melupakan? Terlupakan? Atau disenyapkan oleh gempita para asing?
Siapa para asing itu, hingga tega membuat saudara kita lupa akan bangsa ini?
Bukan lagi saatnya menutup mata akan mereka (para asing) yang sudah jelas menguasai tambah di tanah cendrawasih ini. Jelas bahwa kini PR besar bagi kita semua untuk mengembalikan hak-hak warga negara pada saudara kita. Mereka warga Papua.
Ini yang akan saya sampaikan pada Indonesia jika diberikan kesempatan menulis atau berbicara tentang Papua di media.
“Pandanglah saudara kita di Papua seperti kita memandang saudara sesuku. Katakan pada mereka bahwa aku dan kamu semua adalah KITA. Bangsa Indonesia dengan negara yang sama yaitu Indonesia. Katakan tidak untuk menjadi buruh bagi mereka yang berkelakar di atas tanah cendrawasih!”.
Apalah pernyataan di atas apabila tak tersampaikan dan tidak direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata. Kebijakan-kebijakan yang membantu saudara kita untuk dapat bekerja sebagai pemilik bukan pesuruh.
Bukanlah persoalan mampu atau tidak ketika kita bicara bahwa tambang di Papua yang harus dikuasai asing. Namun, adakah kesempatan yang diberikan pemerintah untuk para penerus bangsa ini untuk mencoba menjalankannya dengan segala teknologi yang diciptakan sendiri?. Rasanya akan sangat membanggakan, apabila putra bangsa sendiri yang memimpin tambang-tambang di Papua. Provinsi dengan kekayaan alam yang begitu nyata berlimpah dan dapat menjamin kemakmuran masyarakatnya.
Namun hal sebaliknya yang begitu memilukan. Selalu hati ini bergetar ketika mendengar dari sahabat-sahabat tentang kabar dari saudara kita.
Ketika upacara, mereka yang semangat berbaris tegap di lapangan harus menunggu sangsaka merah putih yang harus dijait karena robek dan warnanya pudar.
Ketika sekolah, semua siswa harus merelakan sepatunya kotor dan bajunya terkena getah tanaman karena merek harus melewati jalanan terjal tanpa aspal dan hutan penuh semak belukar.
Ketika televisi, radio, smartphone, laptop, dan barang elektronik lainnya menjadi barang langka dan luxurious. Padahal bukan mereka tidak ingin mengenal atau belajar menggunakannya, tetapi mereka dijauhkan seolah terisolir oleh kata ‘pembangunan’.
Selalu dikatakan bahwa Indonesia negara berkembang yang sedang dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Lalu, pembangunan itu sudah sampai dimana bagi Papua?. Kita semua harus membuka mata dan hati, bahwa kita belum sepenuhnya merealisasikan pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara ini belum kita realisasikan secara sungguh-sungguh. Perlu dukungan materi dan moril dari kita semua sebagai bangsa Indonesia. Ayo kita tunjukkan bahwa pancasila itu benar-benar mendasari kehidupan saudara kita di Papua.
Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam hal ini sensitivitas adalah hal utama yang harus ditangani dengan hati-hati. Mengingat Papua yang masih banyak menganut beberapa kepercayaan suku. Namun bukan menajdi penghalang untuk pemerintah melakukan pendekatan yang ramah mengenalkan makna ketuhan yang maha esa. Bahwa di Indonesia terdapat beberapa agama yang diakui. Diharapkan dengan hal itu tidak akan ada kerusuhan perusakan masjid atau tempat ibadah lainnya.
Kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil artinya merata atau sesuai dengan tanggung jawab dan haknya. Apa yang harus diberikan secara adil dan beradap. Tentu saja hak-hak warga negara. Kehidupan yang layak, perlindungan hokum, pendidikan, kebebasan berbicara, dan segala hal yang sesuai dengan hak asasi manusia. Pemerintah dapat telah memulainya dengan pendidikan yang layak, membuat program pembangunan dan mengajar. Salah satunya adalah program SM3T (Sarjana mengajar di daerah terpencil, tertinggal, terluar). Capaianya akan hak tas pendidikan yang layak itu harus kita wujudkan dengan usaha bersama. Pemerintah sebagai pemangku kekuasaan dapat secara berkala melakukan berbagai pembangunan untuk kebutuhan sekolah, mulai dari buku yang lengkap, seragam yang baik, pengajar yang tidak hanya melalui program yang sama.
Persatuan Indonesia. Rasa persatuan itu akan tumbuh seiring waktu dan intensitas kebersamaan. Bukankah kita akan merasa menjadi keluarga ketika kita tingga bersama, melakukan banyak hal bersama, hingga saling membantu dalam berbagai hal yang kecil. Maka begitu pula dengan suadara kita di sana. Mereka tentu belum merasakan rasa persatuan itu. Solidaritas adalah hal utama yang dapat kita jadikan landasan dalam setiap program yang berkaitan dengan pembangunan di Papua.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Siapa yang memimpin Papua, ketika di sumber tambah saja mereka hanya sebagai calo dan kuli?. Kita semua tahu, bahwa pemberitaan mengatakan bahwa Indonesia kembali melimpahkan tambah Papua pada pihak asing dengan pertimbangan dan alasan bahwa belum ada tenaga dan teknologi yang mampu menanganinya. Pertanyaan besar, jika kita memiliki seorang Habibie yang dapat membuat pesawat terbang, mungkinkah ada putra bangsa yang mengidolakannya berusaha keras menjadi seorang tenaga ahli yang dapat menjalankan atau bahkan membuat alat tambah yang handal?. Tentu itu mungkin dan pasti ada. Disinilah peran para guru (pendidik) untuk mengasah, mendampingi, mengajarkan, dan memotivasi para siswanya untuk menjadi seorang yang cerdas.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adil bukan berarti pembagian secara sama dalam ukuran kuantitatif. Namun kualitatif (kebijakan) pun harus dibuat sesuai kebutuhan. Tidak bisa sebuah kebijakan diberikan pada satu provinsi dengan provinsi lainnya. Begitu pula dnegan Papua. Kita tidak bisa menyamakan kebutuhan siswa Papua dengan siswa di provinsi Jawa. Buku gratis salah satu contohnya, tentu saja Papua yang patut menjadi sasaran utamanya. Mengingat akses internet untuk mengunduh buku elektronik yang disediakan pemerintah belum terjamah. Maka, distribusi buku harus diupayakan secara serius dan cepat.
Jemari ini masih ingin terus menulis, menumpahkan segala hal tentang Papua kita. Mencoba mengingatkan kita tentang keberadaan saudara kita yang masih sangat membutuhkan segala hal dari kita semua. Ayo kita bersama bangun dan pegang erat Papua agar tidak pergi. Pergi atau terus menimbun dosa karena kita membiarkan kedzaliman di negeri cendrawasih itu?.