Rabu, 30 November 2011

  
Kota Sukabumi-Pelita

Tepat waktunya penyaluran dan pelunasan Beras Miskin (Raskin) bagi warga tidak mampu, membuat Kota Sukabumi diprediksi menduduki peringkat pertama di Jawa Barat pada tahun 2011 sebagai penerima Raskin Award dari Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (kemenkoesra) Republik Indonesia akhir tahun ini.

“Saat ini untuk di Jawa Barat Kota Sukabumi berada di peringkat kedua dalam hal segi penyaluran dan pelunasan raskin, diprediksi sampai dengan akhir tahun bisa berada di peringkat pertama. Apabila hal ini tercapai akan bisa masuk di tingkat nasional untuk meraih penghargaan dari kemenkokesra RI,” kata Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Divre Cianjur, H. Agus Hermawan, saat ditemui seusai menghadiri pelaksanaan seminar ketahanan pangan di Ruang Pertemuan Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, kemarin.

         Menurutnya, lancarnya pelunasan dan penyaluran raskin di Kota Sukabumi khususnya tidak terlepas dari peran semua pihak mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan dan pemda. Karena berkat peran unsur pemerintahan yang terkecil tersebut, pendistribusian raskin bsia sampai ketangan  masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.

“Insyaalllah, tahun ini Kota Sukabumi bisa mendapatkan kembali penghargaan Raskin Award seperti tahun lalu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai ketersedian beras di gudang Bulog untuk di wilayah Sukabumi, Agus mengungkapkan, saat ini stok beras yang ada di gudang untuk operasional sebanyak 3.500 ton dan masih tersisa. Bahkan untuk bulan Desember ini akan masuk lagi sekitar 3.500 ton dan diperkirakan hingga akhir tahun stok yang ada mencapai 7.000 ton beras.

Stok beras untuk wilayah Sukabumi 3 bulan kedepan terbilang aman dan masyarakat jangan merasa khawatir,” ungkapnya.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Sukabumi H. Deden Solehudin  atas nama Walikota Sukabumi, mengatakan, berhasilnya Kota Sukabumi meraih Raskin Award pada tahun 2010 tidak terlepas dari peran semua pihak. Dimana berdasarkan penilaian yang ada, ketepatan Kota Sukabumi dalam aspek kuota, jumlah sasaran, pelunasan dan pendistribusian terbilang tepat waktu.

“Diperkirakan tahun ini kita juga kembali menerima penghargaan Raskin Award yang kedua kalinya,” katanya.

Diungkapkannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sukabumi tahun ini jumlah penerima raskin mencapai sekitar 11.820 KK. Namun dengan adanya peningkatan jumlah penduduk tahun ini, berkemungkinan untuk penerima raskin tahun 2012 mendatang jumlahnya bisa berkurang maupun bertambah. (bud/4)



Kota Sukabumi-Pelita

Tepat waktunya penyaluran dan pelunasan Beras Miskin (Raskin) bagi warga tidak mampu, membuat Kota Sukabumi diprediksi menduduki peringkat pertama di Jawa Barat pada tahun 2011 sebagai penerima Raskin Award dari Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (kemenkoesra) Republik Indonesia akhir tahun ini.

“Saat ini untuk di Jawa Barat Kota Sukabumi berada di peringkat kedua dalam hal segi penyaluran dan pelunasan raskin, diprediksi sampai dengan akhir tahun bisa berada di peringkat pertama. Apabila hal ini tercapai akan bisa masuk di tingkat nasional untuk meraih penghargaan dari kemenkokesra RI,” kata Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Divre Cianjur, H. Agus Hermawan, saat ditemui seusai menghadiri pelaksanaan seminar ketahanan pangan di Ruang Pertemuan Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, kemarin.

       Menurutnya, lancarnya pelunasan dan penyaluran raskin di Kota Sukabumi khususnya tidak terlepas dari peran semua pihak mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan dan pemda. Karena berkat peran unsur pemerintahan yang terkecil tersebut, pendistribusian raskin bsia sampai ketangan  masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.

“Insyaalllah, tahun ini Kota Sukabumi bisa mendapatkan kembali penghargaan Raskin Award seperti tahun lalu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai ketersedian beras di gudang Bulog untuk di wilayah Sukabumi, Agus mengungkapkan, saat ini stok beras yang ada di gudang untuk operasional sebanyak 3.500 ton dan masih tersisa. Bahkan untuk bulan Desember ini akan masuk lagi sekitar 3.500 ton dan diperkirakan hingga akhir tahun stok yang ada mencapai 7.000 ton beras.

“Stok beras untuk wilayah Sukabumi 3 bulan kedepan terbilang aman dan masyarakat jangan merasa khawatir,” ungkapnya.

Sementara itu Asiste Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Sukabumi H. Deden Solehudin mengatakan, berhasilnya Kota Sukabumi meraih Raskin Award pada tahun 2010 tidak terlepas dari peran semua pihak. Dimana berdasarkan penilaian yang ada, ketepatan Kota Sukabumi dalam aspek kuota, jumlah sasaran, pelunasan dan pendistribusian terbilang tepat waktu.

“Diperkirakan tahun ini kita juga kembali menerima penghargaan Raskin Award yang kedua kalinya,” katanya.

Diungkapkannya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sukabumi tahun ini jumlah penerima raskin mencapai sekitar 11.820 KK. Namun dengan adanya peningkatan jumlah penduduk tahun ini, berkemungkinan untuk penerima raskin tahun 2012 mendatang jumlahnya bisa berkurang maupun bertambah. (bud/4)



  Wakil Walikota Sukabumi, DR H. Mulyono, M.M., menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun, 20 Tahun dan 10 Tahun, dari Presiden RI, kepada 60 PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Selain itu, juga diserahkan hadiah, trophy dan piagam penghargaan dari Walikota Sukabumi, kepada para juara Lomba Kebersihan antar Kelurahan, OPD dan Kecamatan, serta Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD. 

         Selanjutnya kepada para juara Lomba Pengucapan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Putera-Putrei, Lomba Pengucapan Teks Panca Prasetya Korpri Putera-Puteri, Lomba Karya Tulis Katagori CPNS dan PNS, Katagori Umum dan Mahasiswa, serta Katagori Pelajar SMA, SMK dan MA. Kemudian kepada para juara Gerak Jalan Ketepatan Waktu Putera-Puteri, Gerak Jalan Kelompok Dharma Wanita Persatuan (DWP), Relly Gerak Jalan Putera-Puteri, Devile, Futsal, dan juara Ekspresi Korpri Kota Sukabumi. 



          Disamping itu,diserahkan bantuan stimulant dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan 
Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, kepada 5 Panti Asuhan dan Panti Jompo, penyerahan Sertifikat Pelatihan Keterampilan Tata Rias Rambut kepada 25 orang dari Dinsostek PB Kota Sukabumi, penyerahan bantuan stimulant kepada 5 orang peserta Pelatihan Tata Rias Salon dari Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, penyerahan 15 Bidang Sertifikat Tanah Hak Pakai kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan 56 Bidang Sertifikat Hak Milik Warga Masyarakat Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu, dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, dan penyerahan bantuan pendidikan kepada 2 mahasiswa putera-puteri anggota Korpri masing-masing 6 juta rupiah, serta kepada 4 pelajar SMA dan SMK putera-puteri anggota Korpri masing-masing 3 juta rupiah, dari PT Askes Persero dan Korpri Peduli Tahun 2011. 


          Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya, hadiah, trophy dan piagam penghargaan, serta sertifikat, bantuan stimulant dan bantuan pendidikan tersebut, dilakukan pada upacara puncak peringatan ke-40 Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri Tingkat Kota Sukabumi, hari Selasa, 29 Nopember 2011, di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, yang dimeriahkan Marching Band Gema Swara Korpri Kota Sukabumi, serta kolaborasi atraksi seni bela diri silat, tinju, wushu dan kempo, dengan mengambil tema Meraih Prestasi Merah Putih. 

          Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, secara resmi membuka Pameran Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Pentas Budaya, yang dilaksanakan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi, serta melepas secara resmi Kontingen Kota Sukabumi, untuk mengikuti Pekan Olah Raga Pemerintah Daerah (POR Pemda) se Jawa Barat, yang dilaksanakan di Kota Cirebon. 

           Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan Lurah, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua DWP, pengurus Korpri, Ketua PWRI, Ketua Organisasi Pemuda, Insan Pers dan undangan lainnya. Endang S


















                                                                  Sukabumi,


Sebagai tindak lanjut dari dilaksanakannya konversi minyak tanah ke gas LPG, Pemerintah Kota Sukabumi   melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi bekerja sama dengan Hiswana Migas Sukabumi menyosialisasikan SK Walikota Sukabumi nomor 201 tahun 2011 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG tabung 3 kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di Kota Sukabumi, Rabu, 30 Nopember 2011, bertempat di Buleng Resto, Jl. Siliwangi, Kota Sukabumi. 

            Sosialisasi tersebut  dilaksanakan dengan tujuan melaksanakan pembinaan guna memelihara kerukunan dengan ditegakkannya budaya niaga yang tersusun dalam etika bisnis dan sebagai upaya menghindari terjadinya persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang no. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. HET (Harga Eceran Tertinggi) adalah sebagai Rule of the Game (aturan main) dalam mematuhi kesepakatan bersama dan untuk menjamin kelangsungan usaha yang sehat.
 

            Walikota Sukabumi, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si.,  mengatakan, bahwa diterbitkannya SK ini adalah sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam rangka mempercepat pencapaian visi dan misi Kota Sukabumi yakni Kota Sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera. Hal ini harus dicapai dengan adanya sinergitas dari berbagai stakeholders dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
 



           "Penetapan HET ini mempunyai dua pendekatan. Yang pertama adalah pendekatan perlindungan dan keamanan bagi masyarakat pengguna LPG dan yang kedua adalah pendekatan kesejahteraan baik pada tingkat distributor, agen, pangkalan, maupun pada tingkat masyarakat sebagai end user," kata Walikota.
 



           Meskipun kebijakan konversi minyak tanah ke LPG adalah wewenang pusat, namun sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat pengguna LPG dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meledaknya tabung gas, kelangkaan LPG atau melonjaknya harga LPG di masyarakat karena pemdalah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Maka, diterbitkannya SK tentang HET ini sedapat mungkin dapat memberikan perlindungan dan membawa daya ungkit bagi tingkat kesejahteraan dan keamanan mulai tingkat agen hingga pada tingkat masyarakat sebagai pengguna.
 




           Disisi lain, pemerintah juga mendorong pihak perbankan untuk memberikan kemudahan bagi kredit usaha mikro melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat), dalam bentuk pemberian modal bagi para pemilik agen dan pangkalan LPG untuk mengembangkan usahanya sehingga ada multiflier effect dengan bertambahnya lapangan kerja, dan dapat mengurangi jumlah pengangguran.
 

           Dalam SK tersebut disebutkan bahwa harga jual eceran LPG tabung 3 kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro pada titik serah AGEN, termasuk Pajak Pertambahan Nilai dan margin agen adalah sebesar Rp. 12.750,00 (dua belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah), untuk daerah dengan radius maksimum 60 km dari SPBE/filling station. Kemudian, harga jual eceran LPG tabung 3 kg pada titik serah PANGKALAN, adalah sebesar Rp. 13.650,00 (tiga belas ribu enam ratus lima puluh rupiah) untuk daerah dengan radius maksimum 60 km dari SPBE/filling station.
  Ratna.N
















            


Sukabumi, SENTANAonline.com

         PERHELATAN Pemilihan Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi digelar 18 Desember mendatang. Pihak panitia pun, telah mengantongi empat orang calon yang akan mengikuti pemilihan tersebut. Ke-empat calon itu, yakni, Hendrawan SA nomor urut satu, Mohammad Dedem nomor urut dua, Ephar Sayid Abdullah nomor urut tiga serta Andi Sukandi Mukti nomor urut empat.

      Langkah awal terkait pemilihan itu, pihak panitia telah menggelar kampanye bersama diikuti ke-empat orang calon. Masing-masing calon, seperti biasa membacakan visi serta misi sebagai senjata dalam meraih dukungan masyarakat. Kampanye bersama dihadiri ratusan masyarakat digelar Senin kemarin, bertempat di Gedung pertemuan Kantor Kepala Desa Sukaraja.

        Ketua panitia pemilihan, Tatang Koswara, mengatakan,sistem kampanye terdiri dari beberapa bagian, diantaranya, kampanye bersama, kampanye tatap muka serta kampanye dialog antara calon dengan masyarakat. Kampanye dilaksanakan mulai tanggal 28 Nopember hingga 13 Desember mendatang. " Jadi ada sisa empat hari sebagai hari tenang sebelum proses pencoblosan dilaksanakan tanggal 18 Desember nanti." terang dia usai memimpin kampanye bersama, kemarin.

       Calon, kata Tatang, akan berkampanye di 23 RW yang ada di Desa Sukaraja. Mereka akan mencari simpatik dari 11.095 hak suara sebagai jalan menjadi orang nomor satu di Desa Sukaraja. "Untuk prosesi pemilihan, dibuat satu Tempat pemungutan suara (TPS) bertempat di halaman Kantor Kepala desa." tegas Tatang Koswara.

         Dilaksanakannya pemilihan kepala desa, mendapat antusias positif masyarakat. Salah satunya dari Odin Karodin warga RT 03 RW 07 Desa Sukaraja. Dia
berharap, calon yang terpilih nanti harus memiliki program yang pro rakyat." Mengenai programnya ya terserah, yang penting harus peduli pada masyarakat." tegasnya.

          Namun dibalik kata katanya itu, Odin menginginkan kepala desa terpilih nanti bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat khususnya di RW 07. Salah satunya, seperti program perbaikan jalan yang tidak selesai pengerjaannya. Padahal, jalan itu merupakan jalan dengan fungsi sangat tinggi padat akan pengguna kendaraan. "Ini merupakan pekerjaan rumah bagi kepala desa terpilih nanti." tandas Odin. (GUN)


 Sukabumi, SENTANAonline.com

     KETUA I Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW)  PP Jabar, Hani Hansen melantik Kepengurusan Majelis Pertimbangan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Sukabumi periode 2011-2015 . Acara pelantikan berlangsung di Gedung Disen, Jalan Raya Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/11) kemarin.

          MPC PP Kabupaten Sukabumi  kembali dipimpin Heru Herlambang untuk kedua kalinya setelah terpilih pada Musyawarah Cabang (Muscab) MPC PP Kabupaten Sukabumi  beberapa waktu lalu. Acara tersebut juga dihadiri Ketua MPW PP Propinsi Jabar, H.TB Dasep, Wakil Bupati Sukabumi, H. Akhmad Jajuli dan sejumlah Ketua MPC, diantaranya, Kota Bogor, Indramayu, Depok.

       Usai acara pelantikan, Heru mengatakan tugas pertama yang akan dilakukannya yakni melakukan konsolidasi anggotanya hingga ke tingkat paling bawah. Hal itu sesuai dengan amanat organisasi.

     Selain itu juga akan membentuk ranting di seluruh desa.Sebab, dari sebanyak 47 kecamatan se Kabupaten Sukabumi, ranting yang terbentuk baru di 41 kecamatan dan 127 desa.  Sementara jumlah desa ada sebanyak 365 desa. “Paling lama tahun 2013 seluruh kecamatan dan desa sudah terbentuk,” katanya.

    Heru menyatakan, organiasasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra pemerintah daerah.Dalam artian mitra dalam  mengawal pembangunan  di Kabupaten Sukabumi.  “Kami siap mengoreksi jika ada pelanggaran atau penyimpangan di SKPD,” ucapnya.

          Ditegaskan, PP tidak akan membiarkan setiap terjadinya penyimpangan, terlebih dalam pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat. “jangan sampai PP menjadi pelacur dalam artian membenarkan sesuatu yang salah,” katanya.

         Sementara Ketua MPW PP Propinsi Jabar, H. Tubagus Dasep mengatakan, kemitraan yang dibangun PP bukan hanya ditingkat Kota dan kabupaten saja, tapi juga ditingkat propinsi dan nasional. “PP harus menjadi organisasi terdepan dalam mengawal dan mengoreksi pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah,” ujarnya. (RMT)



 
                                                           Sukabumi, SENTANAonline.com

REALISASI pendapatan dari Terminal Sudirman Kota Sukabumi hampir mencapai 100 persen. Bahkan, bila mengingat sisa waktu  hingga akhir desember nanti, pendapatan bisa mencapai over target. Sementara, menurut Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi, Yusuf chaery, target  pendapatan terminal sebesar Rp 878.467.000.


Menurutnya,pendapatan yang dihasilkan bersumber dari, retribusi kendaraan kota, kendaraan L 300, peron,bus nginap serta WC terminal. " Saya belum bisa  menyebut over targetnya berapa..., namun yang pasti pendapatan akan melebihi dari target yang telah ditetapkan." tegas dia di kantornya.

            Menyinggung pendapatan terminal tahun 2012 nanti. Katanya, target adalah ditetapkan  sebesar Rp 1,3 milyar. kenaikan ini seiring dengan akan diberlakukanya aturan baru mengenai kenaikan naiknya tarif retribusi di terminal.  " Saat ini, aturan itu tengah dibahas oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat." ujar yusuf.

            Sebenarnya terang dia, selain potensi pendapatan yang ada, masih banyak potensi lain yang  bisa dihasilkan, seperti dari, parkir roda dua serta roda empat yang datang ke terminal. Namun, akibat  fasilitas yang tidak memadai, potensi tersebut tidak bisa digali. " Ini disebabkan,kecilnya lokasi terminal Sudirman Kota Sukabumi." tegasnya.

            Mengenai jumlah karyawan yang bertugas menangani retribusi, Yusuf menyatakan tidak mendapat kendala. Bahkan,katanya, personil untuk menangani masalah itu terlalu banyak, yakni 60 orang. " Sebenarnya untuk mengefektifkan penarikan retribusi bisa hanya dengan 40 orang saja." paparnya..

Saat ini, ungkap dia, daya tampung Terminal Sudirman Kota Sukabumi untuk 570 armada bus dengan jumlah 18 trayek. " Kendati masih dalam taraf percobaan, Terminal Sudirman Kota Sukabumi telah membuka trayek tujuan Kota Sukabumi- Denpasar bali." Jelas Yusuf chaery. (GUN)


                                                                Sukabumi,

Sebanyak 33 Kepala Kantor Kelurahan di Kota Sukabumi menperoleh kendaraan bermotor roda dua jenis Honda CS 1 / 125 cc berikut kelengkapan lainnnya berupa Helm dan Jaket, dari Walikota Sukabumi H Mokh Muslik Abdussyukur SH Msi,  yang di serahkan pada kesempatan apel pagi, Rabu 30 November 2011 di halaman Balaikota, dengan dihadiri Wakil Walikota Sukabumi DR.H Mulyono MM, Sekertaris Daerah Moch Muraz SH MM, para asisten, Stap Ahli Walikota, Kepala OPD, Camat dan Lurah serta segenap karyawan/karyawati di lingkungan setda.

          Menurut  Kepala Bagian Tata Pemerintahan selaku Plh Asisten Pemerintahan  Iskandar, bahwa bantuan kendaraan roda dua tersebut merupakan bantuan hibah dari pemerintah provinsi jabar tahun 2011 yang di alokasikan seluruhnya 5.905 unit untuk kelurahan dan desa di 26 kota/kabupaten se jawa barat, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja lurah dan kades sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

           Walikota sukabumi H Mokh Muslik Abdussyukur SH Msi mengharapkan agar sarana mobilitas tersebut mampu dimamapaatkan se-optimal mungkin dalam upaya meningkatakan pelayanan kepada masyarakat yang dibantu peran RW dan RT guna menunjang terhadap Visi Walikota dan Wakil walikota dengan iman dan takwa mewujudkan pemerintahan yang amanah, berparadigma surgawi, menuju kota sukabumi sehat, cerdas dan sejahtera berlandaskan sidik amanah, pathonah dan tablig serta menunjang terhadap visi pemerintah provinsi jawa barat. Mandiri,  dinamis dan sejahtera.

          Lebih lanjut Walikota menegaskan hingga saat ini masing-masing kelurahan di Kota Sukabumi telah memiliki empat kendaraan bermotor roda dua sehingga  di tingkat kelurahan sudah memenuhi Standar Pelayanan Prima (SPP), bukan lagi Standar Pelayanan Minimal (SPM) .  

          Pada kesempatan itu , Walikota Sukabumi melakukan uji kelayakan kendaraan serta pemeriksaan  kelengkapan kepemilikan Surat Ijin Mengemudi ( SIM )aparat wilayah  para lurah dan stapnya.   Dens          

Selasa, 29 November 2011



                                                                             Sukabumi,

Eri Nasution dari Dinas Keseshatan Kota Sukabumi keluar sebagai juara pertama dalam expresi Korpri  Kota Sukabumi tahun 2011 dengan memperoleh nilai 564, kedua dimenangkan Heri Sihombing dari DPPKAD dengan perolehan nilai 542,  berada diurutan ketiga Uan Cahyadi dari BBP BAT dengan perolehan nilai 535 dan sebagai juara harapan Evita Nababan dari Bappeda dengan perolehan nilai 520.

Kepala Sub TU Kantor PDE Arda dan HUmas, Yuli Noviawan ST menjelaskan, Ekspresi Korpri Kota Sukabumi dilangsungkan di ruang pertemuan Setda secara marathon satu hari penuh ,   diikti  40 orang  peserta (Anggota Korpri) dengan pengiring (Organ tunggal) Nonong dengan tim juri   kalangan musisi   asal Kota sukabumi antara lain   Yan Galih, Deden Yudistira dan Aries Purwacaraka.

Menurut Tim juri, anggota korpri Kota Sukabumi ternyata memiliki banyak potensi khususnya dibidang olah vocal/tarik suara, baik dalam irama Pop Indonesia, Barat maupun  irama melayu atau dangdut. Hampir semua peserta baik pria maupun pria mampu memperlihatkan kebolehannya, apalagi ketika menyaksikan  penampilan dua gitaris perempuan  Ratu dan Dewi  kakak beradik dari DPPKAD  sambil melantunkan lagu pavoritnya, membuat suasana panggung menjadi asyik dan menghibur.


Expresi Korpri 2011 tidak hanya sebatas dihadiri oleh para peserta dan segenap karyawan karyawati, juga dihadiri sekaligus  disaksikan secara langsung oleh Kepala Disporabudpar. Beni Haerani, MM dan Kepala Apotek PD Waluya, Dr. Boyke dan kehadirannya cukup memberikan arti atau  spirit bagi para  peserta.





             Kepala Kantor PDE, Arda dan Humas RSPD, H. Oscar Lesnusa, SH MM,  selaku ketua panitya penyelenggara mengatakan, bahwa kegiatan Expresi Korpri 2011, mungkin baru pertama kali dilaksanakan dalam turut serta memeriahkan HUT Korpri ke – 40 tahun 2011 tingkat Kota Sukabumi, dengan harapan melalui kegiatan semacam  ini sebagai  ajang silaturahmi antar anggota Korpri, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Dens












Minggu, 27 November 2011

 
                                             (Foto / Dok Humas DPRD Kota Sukabumi)



Sukabumi,

Memasuki Masa reses Masa Sidang III ke saya, Seluruh Anggota DPRD Kota Sukabumi melakukan Berbagai Kegiatan DENGAN Mengunjungi konstituen murah Masyarakat di Daerah Pemilihan Masing Masing (dapil).Masa reses Anggota DPRD Kota Sukabumi Mulai berlangsung 22-24 November 2011.

Seperti Yang dilakukan Ketua DPRD Kota Sukabumi AEP Saepurrahman Dari Partai Demokrat Dapil III Kecamatan Warudoyong murah Gununpuyuh, di Kp. Sawah Bera Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kemarin.Dalam, reses tersebut dirinya juga didampingi oleh Ketua Forum Masyarakat Petani Kota Sukabumi meki murah dihadiri Warga.
  
Ada Hal Yang Menarik Dari reses tersebut, Ketua DPRD Kota Sukabumi menyatakan kesediannya AEP Saepurrahman UNTUK Membeli Lahan seluas 24 meter BAGI Pembangunan Posyandu di Wilayah murah Poskamling tersebut.

"Saya Siap memenuhi keinginan UNTUK Warga Terkait perlunya pengadaan tanah BAGI posyandu murah poskamling.Bahkan Dalam, reses tadi ada salah seorang Sudah Warga bersedia menghibahkan tanahnya Yang UNTUK Pembangunan posyandu, "kata AEP Saepurrahman.

MENURUT AEP, berdasarkan hasil reses Yang dilakukan aspirasi Masyarakat masih terfokus tentang layanan Publik.Diantaranya, keluhan tentang Pembuatan KTP Elektronik Yang tidakmenentu khususnya Terkait jadwal kapan selesainya murah.

Selain ITU Khusus di bidang Pendidikan, aspirasi Masyarakat menyoroti tentang kemacetan khususnya di tingkat belajar SMA / SMK Yang dikhawatirkan dapat mengganggu para Siswa UNTUK beribadah.

"          Masalah lain Yang disoroti yaitu murah Mengenai raskin bidang Kesehatan," ujarnya.

Sedangkan Ketua Forum Masyarakat Petani Kota Sukabumi meki mengatakan, aspirasi Masyarakat Yang pagar krusial selain posyandu yaitu tentang kenaikan harga gas 3 kg oleh pemerintah terlebih dahulu mensosialisasikannnya Tanpa Kepada Masyarakat.

"Dari hasil reses Ketua Dewan Saya mengucapkan terima kasih BANYAK KARENA UNTUK bersedia Telah Membeli tanah BAGI Pembangunan posyandu murah poskamling," ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah ITU, Anggota DPRD Kota Sukabumi Dari Partai Demokrat Dapil 1 Kecamatan Cikole murah Citamiang Henry Slamet juga melakukan reses di Jl. Letda T. Asmita Gg. Mandala 1 Kp. Gedong Panjang Kelurahan Gedong Panjang Kecamatan Citamiang, Kemarin.

Dalam, reses tersebut, aspirasi Yang Paling BANYAK disorotioleh Masyarakat Terkait tentang perlunya Permodalan Usaha Kecil Menengah BAGI (UKM) murah Tidak Masalah gaji guru madrasah diniyah (MD) Yang HANYA Rp. 700 ribu per Tahun.
           
"Idealnya gaji guru madrasah UNTUK Rp. 750 ribu per bulan ini Hal Harus diperhatikan murah oleh Kementrian Depag Kota Sukabumi. Bahkan kalau Bisa Bantuan madrasah UNTUK Harus Lebih diperbanyak, "ujar Henry Slamet.

Terkait Permodalan UNTUK UKM, MENURUT Henry Seharusnya pemerintah melalui Dinas Terkait Daerah Harus selain mempermudah pross pemberian modal Usaha (KUR) BAGI UKM murah Masyarakat.

"Selain memberikan modal, pemerintah melalui Dinas Terkait Daerah Harus juga memberikan Pelatihan keterampilan BAGI Masyarakat. Sehingga mereka Mempunyai Dasar UNTUK Membuka Usaha secara mandiri, "ungkapnya. (Herry)