Kamis, 09 Januari 2014


Sukabumi,
Gambar sisip 1
Kedisplinan merupakan sikap mental yang tercermin dalam suatu perbuatan dan  tingkah laku secara perorangan maupun kelompok  berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan, ketentuan, etika, norma dan kaidah yang berlaku. Berbekal dengan  kedisiplinan , Padepokan Perguruan Pencak Silat (PS) Kembang Wijaya Tangguh (KWT) siap mencetak atlet muda handal dan tangkas.

Pimpinan Cabang PS Padepokan KWT , Anan Fahmi mengatakan, bahwa  PS.nya beramalat di Jalan Cemerlang Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, meskipun  hanya memiliki  32 murid. Namun Anan   merasa bangga dan  optimis dengan murid sedikit “ kami lebih cepat mengenal dan memberikan perhatian pada setiap individu  sehingga disiplin atlet  lebih baik dibanding dengan jumlah yang  besar”.Rata - rata atlet  adalah anak  usia setingkat  SMA dan perguruan tinggi.

 Keseriusan murid dalam mengikuti latihan, ternyata menjadikan kebanggan tersendiri bagi  Anan Fachmi.,  melalui latihan berat maupun  ringan, semua atlet dapat mengikutinya  dengan baik penuh kedisplinan dan selama ini  belum pernah mendengar keluhan dari mereka. Tuturnya”

Menurut Anan Fachmi  padepokannya berdiri sejak tujuh tahun yang lalu, sehingga tidak heran, apabila sebagian muridnya telah  memasuki ketingkat  mahir , bahkan ada yang telah  memiliki murid sendiri. “Mereka telah mampu  mengajarkan ilmu  yang saya berikan kepada orang lain. Seperti gerakan Wiragamasa dan Teknik Gerakan Dasar (TGR)” bangganya.

Anan menambahkan, pencak silat merupakan salah satu mutiara dalam kekayaan khazanah kebudayaan nusantara. Olah raga bela diri itu telah ada di Indonesia sejak lama dan terpelihara hingga kini. 

“Ilmu beladiri ini terbagi dalam beragam aliran dan karakter yang berbeda. Ada aliran silat yang sifatnya hanya dipelajari di daerah tertentu, namun ada pula pencak silat yang ajarannya tersebar ke seluruh pelosok nusantara melalui berbagai cabang perguruannya,” pungkasnya

Menurut  salah seorang murid Padepokan KWT Cabang Kecamatan Warudoyong, Sandi Kurnia mengaku dia telah belajar ilmu bela diri dari perguruan KWT sejak lima tahun lalu dan telah , banyak gerakan  dipelajarainya. 

“Mudah - mudahan saja, ilmu beladiri yang saya dapat dari perguruan ini bisa bermamfaat bagi saya pribadi. Jika untuk menjadikan sebagai wahan prestasi mungkin bagi saya sangat sulit karena masih banyak yang saya harus pelajari lagi, namun paling tidak untuk bekal saya menjaga diri saja,” singkatnya

0 komentar :

Posting Komentar