Rabu, 13 Juli 2011


Sukabumi – NERACA
Baru-baru ini warga masyarakat Baros Kota Sukabumi,  menemukan peninggalan sejarah berupa batu tulis. Batu tulis yang  di temukan warga, Sabtu (2/7) itu, tepatnya  di Leuwi Lisung Sungai Cimandiri, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Karuan saja diketemukannya benda bersejarah tersebut, membuat geger warga masyarakat, khususnya di Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, dan sekitarnya. Karena benda bersejarah tersebut bukan hanya satu, akan tetapi ada 50 jenis, diantaranya batu tulis, serta batu-batu berbentuk hewan dan gunung. NERACA
Warga masyarakat yang menemukan batu benilai rsejarah itu, segera saja menghubungi Ketua Museum Sunda Islam Prabu Siliwangi (MSIPS) Kota Sukabumi, sekaligus sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, dan Ketua STIE PASIM Sukabumi, DR Fajar Laksana.
Setelah mendapat laporan dari warga masyarakat tentang penemuan benda bersejarah tersebut, Ketua MSIPS Kota Sukabumi beserta delapan tim santri Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, langsung menuju tempat ditemukannya benda-benda  tersebut.
Setelah sampai ke tempat yang dituju, Ketua MSIPS Kota Sukabumi beserta delapan tim santri Pondok Pesantren Dzikir AL-Fath Kota Sukabumi, langsung melakukan proses evakuasi, sekaligus memindahkannya ke MSIPS Kota Sukabumi, tepatnya di Komplek Perumahan Panggon Mas Sukabumi, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Adapun proses evakuasi terhadap benda-benda bersejarah tersebut, disaksikan Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Sukabumi, Beni Haerani, unsur Muspika Baros, dan warga masyarakat setempat.
Sumber H.U. Neraca


0 komentar :

Poskan Komentar