Minggu, 17 November 2013

Sukabumi,
Tidak  ada kata atau  istilah  terlambat menyiapkan masa pensiun. Namun, untuk memastikan bahwa persiapan yang dilakukan sudah tepat, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan menjelang umur 40 tahun. Karena terdapat  banyak perubahan yang terjadi pada seseorang saat menginjak umur tersebut, yaitu fisik, emosional, dan tentu saja finansial. Untuk itu, seseorang harus sudah mengambil langkah antisipasi agar masa pensiun bisa dihadapi dengan mantap.
Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH, MM saat membuka dengan resmi pelatihan dan pembekalan bagi 100 orang calon purna bhakti PNS dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) di Delaga Biru Convention Hotel, Jalan Cipendawa Nomor 417, Puncak, Cianjur, 12 nopember 2013 .
Menurut Walikota  memasuki usia 40 tahun,  tentunya memiliki banyak alokasi belanja: tabungan pendidikan anak, iuran dana pensiun, cicilan utang (KPR, kendaraan, hingga kartu kredit). Mengingat begitu banyak alokasi dana, perlu kiranya untuk memprioritaskan, pos mana yang harus dibiayai, dan mana yang harus segera ditutup.
“Melalui perencanaan yang baik guna menata hari esok yang lebih elok, teruma bagi para PNS yang sudah mendekati masa pensiun yang secara pariatif  sudah harus mempersiapkan diri, dengan melengkapi secara administratip berkas2 yang diperlukan, agar pada saatnya nanti dapat menerima dana pensiunan tepat pada waktunya. Sama halnya dalam mengisi masa pensiunan nanti, tentunya kita harus memiliki perencanaan yang matang, agar segala bentuk usaha kita dapat berjalan dengan mulus.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Sukabumi, Drs. Suwarsa, M.Si.bahwa  tujuan dilaksanakannya pelatihan dan pembekalan tersebut , dalam upaya pembinaan dan pengembangan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya yang akan memasuki masa pensiun atau purna bhakti pada tahun 2014 mendatang. Dengan  substansi materi pelatihan, terdiri , Kajian Emosional Spiritual Question (ESQ), pemberkasan dan administrasi pensiun, testimoni kewirausahaan atau unit bisnis, akses kesehatan masa pension, dan akses keuangan masa pensiun.
Lebih lanjut diungkapkan Drs. Suwarsa telah beberapa kali menyelenggarakan sosialisasi program ketaspenan dan wira usaha, bagi para PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, yang akan memasuki masa pensiun atau purna bhakti pada tahun 2014, bekerja sama dengan PT Taspen Cabang Bogor, dan sejumlah bank yang ada di Kota Sukabumi. Dikatakan pula, para PNS di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi yang akan memasuki masa pensiun, yang akan mengurus pencairan Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), bisa dilakukan di BKPP Kota Sukabumi dan bank yang melakukan kerja sama, atau tidak perlu jauh-jauh datang ke Kantor PT Taspen, yang beralamat di Kota Bogor.

“Dilaksanakannya sosialisasi program ketaspenan dan wira usaha bagi para PNS tersebut, dalam  upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan, serta pemahaman dan kemudahan kepada para PNS tersebut, khususnya dalam mengurus pencairan Taspen dan Santunan Pensiunan, pada saat memasuki masa pensiun. Selanjutnya, untuk menunjang kelancaran penerbitan Surat Keputusan (SK) Pensiun, para PNS tersebut agar melengkapi berkas pengajuan pensiun ke BKPP Kota Sukabumi, minimal 8 bulan sebelum memasuki masa pensiun, serta agar senantiasa melakukan koordinasi dengan BKPP Kota Sukabumi. Selain itu, Kepala BKPP Kota Sukabumi, juga meminta kepada pihak bank yang melakukan kerja sama, agar mengakomodir sekaligus melayani para pensiunan, termasuk janda dan duda pensiunan, khususnya dalam melakukan proses dan pencairan santunan kematian, serta santunan janda dan duda pensiunan. /dens





1 komentar :