Sabtu, 09 November 2013


 Sukabumi,


Rebut tawar menawar merupakan ciri khas pada sebuah pasar tradisional yang melakukan transaksi langsung  setelah terjadi kesepakatan harga dari  kedua belah pihak antara penjual dan pembeli dan  sebenarnya  hidup kita dikelilingi oleh pasar, dari pengertian pasar  tradisional, modern hingga virtual, bahkan mungkin ada klasifikasi lain seperi pasar semi modern, pasar yang serba ada (supermarket) hingga pasar yang memperjualbelikan saham.


Pada umumnya pelaku usaha dalam ruang lingkup  pasar tradisional masih  dihadapkan kepada sulitnya untuk memperoleh lungsum dari sisi permodalan, sehingga diperlukan adanya suatu langkah strategis atau sebuah  mediasi upaya  menterjemahkan  kepentingan hal dimaksud.

Menyikapi kondisi demikian Pemerintah provinsi jawa barat bekerjasama dengan Koperasi  PWI Jawa barat  membuat sebuah program yang dikenal dengan Gerakan Masyarakat Pasar Tradisional ( Gempita).


Melalui program tersebut Gubernur Jawa Barat , H. Achmad Heryawan bersama PWI Jawa barat melakukan Gerebek Pasar , tatap muka langsung dengan para pedagang dan pelaku usaha lainnya, tentang informasi untuk memperoleh  permodalan  sebagaimana yang dilaksanakan di Pasar Gudang dan Pasar Pelita Kota Sukabumi sabtu yang baru lalu (9/11) 2013, dengan dihadiri Walikota , Wakil Walikota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD, unsur Muspida, para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, Direktur Utama Bank Jabar-Banten, Manajer Sentral Bank Jabar-Banten Wilayah Pakuan, Kepala Bank Jabar-Banten Cabang Sukabumi,  Ketua Koperasi PWI Jawa barat dan  Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi.


 Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc. menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tengah berupaya optimal dan secara gencar melakukan penguatan, sekaligus mempertahankan dan mengembangkan pasar tradisional di Jawa Barat, diantaranya melalui program Gerakan Masyarakat Pasar Tradisional (Gempita).


“Penguatan terhadap pasar tradisional ini, perlu ditopang oleh berbagai pihak, karena membutuhkan dan memerlukan energy bersama. Selain itu,  sifat pasar tradisional yang terbuka, diperlukan keterlibatan dari berbagai stake holders, terutama dalam memperkuatnya”.

 Ketua Koperasi PWI Jawa Barat, Dadang Hermawan didampingi Sekretaris Koperasi PWI Jawa Barat, Irwan Natsir menjelaskan, dalam kegiatan gerebek pasar tersebut, pihaknya melakukan kerja sama dengan Bank Jabar-Banten. dengan latar belakang , karena hingga saat ini, masih banyak pedagang dan pelaku usaha lainnya, yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses untuk permodalan, atau melakukan kemitraan dengan pihak perbankan.


 Pada hari yang sama , Gubernur Jawa Barat beserta rombongan, melakukan peninjauan ke Stasiun Kereta Api Kota Sukabumi, termasuk sarana dan prasarana lainnya yang ada, berkaitan dengan telah dioperasikannya kembali Kereta Rel Diesel (KRD) jurusan Sukabumi-Bogor. 


Disamping itu pula  Gubernur Jawa Barat,, didampingi Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. melakukan dialog interaktif aktif secara on air di RSPD FM Kota Sukabumi dengan dipandu oleh salah seorang penyiar kondang Sri Siswanti yang lebih dikenal di udara Tyas dan Kepala Kantor Kominfo Ir H. Cecep Mansur, M.M., setelah  mengunjungi Kantor PWI Perwakilan Kota Sukabumi.


0 komentar :

Posting Komentar