Selasa, 03 September 2013


 

Sukabumi,


Pasar merupakan sebuah kawasan interaksi pordusen dan konsumen,  terjadinya transaksi jual beli setelah melalui kesepakatan kedua belah pihak dan  biasanya pemandangan semacam ini terjadi pada kawasan Pasar Tradisional, sehingga tidak heran apabila  rebut tawar menghiasi nuansa keindahan tersendiri.  Lain lagi halnya dengan Pasar Modern secara praktis dan pragmatis    pelayanan melalui pramuniaga.

Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK), kini tidak mengenal lagi ruang dan waktu, Transaksi jual beli barang dan jasa  lebih simple bisa  dilakukan dimana dan kapan saja  via internet dan surat kabar serta melalui jalur satu-satu atau telepon.

Namun pada umumnya keberadaan Pasar tradisional memiliki kesan yang kurang  menguntungkan baik dari sisi ketertiban, keamanan, dan kenyamanan   masyarakat terutama  bagi kalangan penjual maupun  pembeli, Namun tidak menutup kemungkinan  kesan tersebut akan dapat berubah  kearah yang lebih baik , apabila  semua pihak secara partisipatif mampu mengayunkan langkah kebersamaan, upaya menata hari esok yang lebih elok.    

Mencermati kondisi demikian, Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi , didampingi Sekretaris Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah menyelenggarakan pertemuan dengan Paguyuban dan Pengurus Koperasi Pedagang Pasar Pelita dan unsur perwakilan pedagang  yang dilangsungkan di Operation room selasa (3/9) 2013, dengan harapan "Bagaimana meningkatkan kesejahteraan Pedagang Tanpa Menambah Beban Pedagang".

Walikota Sukabumi H. Mohamad Muraz., SH., MM secara kontinyu akan terus melakukan komunikasi  dengan semua pihak terutama para pedadang, yang intinya adalah bermuara pada revitalisasi kawasan serta pasar Pelita .“Dalam revitalisasi ini diharapkan tidak hanya pasar Pelita saja yang menjadi lebih baik, dalam arti lebih tertib, bersih dan tertata rapih, tetapi juga kita harus menata kawasan di sekitar pasar Pelita”




0 komentar :

Posting Komentar