Minggu, 05 Oktober 2014

Sukabumi,

Pemotongan khewan qurban di kota sukabumi tahun  ini ( 1435 hijriyah) mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari  1.666 ekor (1434 h)   menjadi 2.172  ekor  (1435 hijriyah ).
 Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH MM ketika dimintai keterangannya oleh sejumlah awak media pada  acara peresmian  pemotongan khewan qurban 1435 hijriyah  yang dilangsungkan minggu pagi 5/10 di halaman gedung Graha Qolbun salim. Hal ini  sebagai pertanda meningkatnya keimanan   ,  ketaqwaan dan  kesejahteraan masyarakat .

Namun tentunya “ungkap Walikota”   tidak terlepas dari peran Alim ulama dan komponen masyarakat yang ada dalam menggelorakan semangat untuk berqurban  sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim, as dan putranya Nabi Ismail, as.
 Oleh karena demikian  H. Mohamad Muraz, SH MM menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitya dan masyarakat atas kepedulian sosialnya yang diimplementasikan 
 


melalui  pemotongan khewan  qurban.
“Idul Adha sering disebut Idul Qurban, karena memiliki makna dan filosofis kembali kepada semangat berqurban. Secara vertikal atau hablumminallah, semangat ini sebagai wujud ketaatan umat Islam kepada Allah. Sedangkan secara horizontal atau hablumminannaas, semangat berqurban ini merupakan wujud nyata dari solidaritas sosial, serta implementasi dari sifat dasar ajaran Islam, yang penuh kasih sayang terhadap sesama umat manusia”.

       Walikota  menandaskan, atas dasar spirit tersebut, peringatan Idul Adha dan Ibadah Qurban ini, memiliki dua makna yang sangat penting. Antara lain pertama makna ketaqwaan manusia terhadap perintah sang khalik dan kedua makna sosial.




“ Rasulullah sangat menganjurkan kepada seluruh umatnya, untuk  berbagai dengan sesama,  memperhatikan kaum papa dan kaum dhuafa. Selain itu Rasulullah mengecam kepada seluruh umatnya yang memiliki kelebihan rizki, yang kikir dan tidak mau berbagai kepada sesama umat, termasuk tidak menunaikan perintah qurban”. Diungkapkannya, dalam Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah bersabda, barang siapa yang memiliki kelapangan rizki, lalu tidak melakukan qurban, maka janganlah mendekati tempat shalat-ku.
       Pelaksanaan Shalat Idul Adha Tingkat Kota Sukabumi Tahun 1435 Hijriyah, dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, hari Minggu pagi, 5 Oktober 2014. Adapun yang bertindak sebagai Imam, Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Sukabumi, Drs. K.H. Muchtar Ubaedillah, Khotib, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi, K.H. Apep Saepullah, serta Muroqi, Ustadz Mahpud Ghojali dan Ustadz Nurfallah.   
    Pelaksanaan Shalat Idul Adha tersebut, diikuti oleh Walikota , Wakil Walikota , Pimpinan Sementara dan Anggota DPRD, unsur Muspida, Sekretaris Daerah , Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua DWP, para Asisten dan Staf Akhli, para Kepala OPD dan Instansi Vertikal, para Pimpinan Organisasi Sosial, Kemasyarakatan, Pemuda dan Wanita, serta ribuan umat Islam .
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di  Kecamatan Cikole dipusatkan di Masjid Beras As-Salamah Pancuran Kembang Kelurahan Gunung Parang,Kecamatan Citamiang dipusatkan di Masjid Besar Ashufiyah AL-Afghani Pancuran Tujuh Kelurahan Citamiang, Kecamatan Gunungpuyuh di Lapangan Sepak Bola Pasir Pogor Kelurahan Karang Tengah, dan Kecamatan Warudoyong dipusatkan di Masjid Besar AL-Faizin Kelurahan Dayeuh Luhur. Selanjutnya Kecamatan Baros dipusatkan di Halaman SDN Baros Kencana CBM Kelurahan Baros, Kecamatan Cibeureum dipusatkan di Masjid Jami AL-Ikhsan Kelurahan Sindang Palay, dan Kecamatan Lembursitu dipusatkan di Jami An-Nur Kelurahan Situmekar.
       Menurut PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Kota Sukabumi, Heri Saeful Bahri, S.Pd.   Jumlah Hewan Qurban Tahun 1435 Hijriyah Ung Heri  hingga  Sabtu malam, tanggal 4 Oktober 2014,  pukul 23.00 WIB, mencapai 2 ribu 172 ekor, yang terdiri dari 955 ekor sapi, dan 1 ribu 172 ekor domba. Antara lain, Kecamatan Cikole 343 ekor, terdiri dari 212 ekor sapi dan 131 ekor domba, Kecamatan Citamiang 359 ekor, terdiri dari 236 ekor sapi dan 123 ekor domba,
Kecamatan Gunungpuyuh 398 ekor, terdiri dari 128 ekor sapi dan 270 ekor domba, serta Kecamatan Warudoyong 115 ekor, terdiri dari 51 ekor sapi dan 64 ekor domba. Kemudian Kecamatan Baros 240 ekor, terdiri dari 115 ekor sapi dan 125 ekor domba, Kecamatan Cibeureum 404 ekor, terdiri dari 89 ekor sapi dan 315 ekor domba, Kecamatan Lembursitu 280 ekor, terdiri dari 97 ekor sapi dan 183 ekor domba, serta di Masjid Agung Kota Sukabumi 38 ekor, terdiri dari 28 ekor sapi dan 10 ekor domba.   

  

0 komentar :

Posting Komentar