Kamis, 01 Desember 2011


 

Sukabumi, SENTANAonline.com

          KEBERHASILAN Kota Sukabumi meraih Raskin Award tingkat Jawa Barat menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan ketahanan pangan. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan  prestasi tersebut, diantaranya melibatkan masyarakat.

       Rabu (30/11) kemarin, Forum  RT/RW Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi menyelanggarakan Seminar Ketahanan Pangan. Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum menghadirkan nara sumber, Asisten Sekretaris Daerah (Assda) II Pemerintah Kota Sukabumi, H.Deden Solehuddin, Anggota DPRD Kota Sukabumi, Dadang Hermawan dan Kasi Pelayanan Publik Perum Bulog, Divre Cianjur, H. Agus Hermawan.

            Uniknya, seminar tersebut dihadiri masyarakat petani. Deden menyambut baik kegiatan tersebut.Terlebih dihadiri oleh ratusan masyarakat, khususnya petani. Momen tersebut katanya sebagai upaya mendorong agar masyarakat ikut menyukseskan ketahanan pangan di Kota Sukabumi. “Meskipun luas pertanian Kota Sukabumi hanya 38 persen tapi kalau diberdayakan secara maksimal akan menghasilkan produksi maksimal, jadi ketahanan pangan semakin kuat,” ujarnya.

       Menurutnya, seminar tersebut  lebih menyentuh karena dihadiri langsung oleh masyarakat.Masyarakat  mendengar langsung informasi  dari nara sumber. Selain itu, masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasinya. “Jadi aspirasi  disampaikan dari bawah (buttom up),” kata dia.

       Dia menambahkan, dengan upaya teresebut, Kota Sukabumi bisa mempertahankan sebagai peraih Raskin Award Tingkat Jawa Barat pada tahun depan.

      Sementara Dadang Hermawan meminta agar Pemerintah Kota Sukabumi  mempertahankan areal persawahan di wilayah Kecamatan Cibeureum. Untuk itu, instansi yang mengeluarkan ijin  pendirian bangunan  harus mempertimbangkan lahan pertanian.  Sehingga produksi pertanian, khususnya padi tidak semakin berkurang.  “Bukannya anti pembangunan, saya inginnya, warga Kota Sukabumi, khsusnya Baros, Cibeureum dan Lembursitu (Bacile) tidak mengonsumsi beras dari import, tapi  dari Kota Sukabumi sendiri,” katanya.

      Sedangkan Agus Hermawan menyampaikan, bahwa ketahanan pangan sangat erat korelasinya dengan Bulog. Karena, ketersediaan pangan khususnya beras tergantung pada produksi padi. Sebab, jika produksi padi berkurang bisa berdampak pada ketahanan pangan. “Jadi  ketersediaan beras manfaatnya  untuk penambahan stok secara regional termasuk  untuk menghidup masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

     Agus berharap, kegiatan yang sama bisa dilaksankan seluruh kecamatan se Kota Sukabumi. Sedangkan lancarnya  pendistribusian beras di Kota Sukabumi,kata Agus tidak terlepas dari kerjama yang terjalin dengan Pemkot Sukabumi.Terutama dalam pembayaran raskin. “Bulog tidak bisa berdiri sendiri tanpa keramasa dengan Pemkot Sukabumi,” jelasnya.

         Dia menambahkan, ketersediaan beras di gudang Dolog Sukabumi masih cukup untuk tiga bulan mendatang. Bahkan katanya, stok untuk bulan Desember masih berlebih. “Stok beras masih ada 3500 ton, jadi masyarakat jangan khwatir kekurangan beras,” ungkapnya.

      Pada kegiatan tersebut, sebanyak 300 masyarakat miskin menerima bantuan beras. Rencananya, sebanyak 300 masyarakat miskin disetiap kecamatan akan menerima bantuan yang sama.(NIF)

0 komentar :

Posting Komentar