Selasa, 06 Desember 2011

 

                                                                                                Kota Sukabumi-Pelita

Sebanyak 150 orang warga dari 7 kecamatan se Kota Sukabumi, mendapatkan Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS)serta bantuan prasarana, sarana dan utilitas tahun 2011 tahap II dari Kementerian Perumahan Rakyat RI dengan total bantuan Rp. 1,425 miliar. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi H. M. Muraz di Aula Pertemuan Bappeda Kota Sukabumi, Selasa (6/12). Sama seperti tahap I,  masing-masing KK menerima Rp 5 juta untuk peningkatan kualitas dan penyaluran dana untuk peningkatan sarana utilitas.

Sekda M. Muraz menghimbau agar dalam penyerahan bantuan ini tidak ada potongan uang, karena ini merupakan hak mereka. “Apabila ada potongan langsung saja warga penerima bantuan untuk melaporkan ke pemerintah,” katanya.

Bahkan Sekda juga menyarankan kepada masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan oknum-oknum yang meminta uang bantuan tersebut tanpa alasan apapun. Untuk itu dirinya sangat setuju dengan system penyerahan langsung kepada warga penerima bantuan, sehingga tidak dititipkan melalui siapapun.

Lebih lanjut Sekda meminta kepada masyarakat agar bantuan ini bisa dipergunakan dengan baik khususnya untuk merenovasi rumahnya masing-masing. Jangan sampai uang dari bantuan ini habis tapi rumahnya belum selesai dibangun.

“Untuk itu agar program ini berjalan dengan baik, dalam pelaksanaan pembangunannya perlu dilakukan secara swadaya dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pokja BSPS Bidang Fisik Bappeda Kota Sukabum,Yoni mengatakan, sebelum bantuan tersebut digulirkan pihaknya menyebarkan undangan dan formulir ke setiap kecamatan yang di sebarkan lagi ke kelurahan  untuk menjaring warga yang memiliki rumah tidak layak huni.  

“Ada 6 kriteria yang menjadi persayaratan bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan tersebut, salah satunya dari penghasilan mereka sehari-hari. Setelah data kita dapat pada bulan April lalu, langsung kita lakukan verifikasi kelapangan,” katanya.

Dijelaskan Yoni, nantinya setelah pembangunan berjalan 30 persen kita kembali melakukan verifikasi untuk diusulkan kembali ke pusat. Saat ini ada sekitar 3.000 rumah tidak layak huni yang belum tersentuh di 7 kecamatan se Kota Sukabumi. (Bud/4)

0 komentar :

Posting Komentar