Selasa, 18 Maret 2014



Sukabumi,

Dengan perekrutan  tenaga kerja yang dilakukan SMKN 4 , ini telah  sesuai dengan visi  Walikota dan Wakil walikota yang  artinya pertama  saya  punya kewajiban untuk mendorong seluruh  SKPD  dan  pengusaha , 5000 pekerja pertahun mau bekerja sendiri atau bekerja  di perusahaan dalam atau  luar negeri.


Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH MM, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SMKN 4 jalan merdeka selasa (18/3) 2014, melihat dari dekat sarana prasarana praktek yang baru , bantuan dari Gubernur jabar dengan didampingi  unsur pejabat teras Pdan K, Kepala Sekolah dan para  pendidik serta pihak perusahaan PT.JIAEC.


Ketika Walikota dimintai keterangannya oleh sejumlah awak media seputar masalah  profesionalisme dan kedisiplinan,  beliau menegaskan itu ditangani oleh   ahlinya  ,  tapi kita harus memberikan motivasi dan  kekalahan kita “ungkap H. Mohamad Muraz, SH , MM “ adalah , kurang   punya  rasa motivasi  , kurang berdisiplin , kurang  jujur , kurang professional, cengeng ,  ingin lekas pulang   , itu yang harus dilatihkan oleh para  pelatih kita.


Menurut Walikota, H. Mohamad Muraz, SH MM  bahwa SMKN 4 merupakan salah satu sekolah yang telah mampu menterjemahkan harapan Walikota, sehingga  sekolah ini  dipandang telah  sukses , karena telah  mampu memupuk menjalin kerjasama dengan dunia usaha/industry. Kalau   SMA jenjang lebih mengacu kearah melanjutkan, kalau anak itu memilih SMA harus termotivasi untuk melanjutkan , karena tidak memiliki keterampilan sehingga sulit untuk memperoleh pekerjaan  dan sebenarnya SMK itu lebih  pleksibel , bisa  bekerja   dan melanjutkan .
  Kaitan dengan bantuan Gubernur , karena Pertama Alat2 praktek untuk anak SMKN  sudah tidak layak atau  sesuai dengan  dunia usaha/industry dan lebih- lebih SMK swasta tidak memiliki peralatan, sehingga ketika lulus tidak memiliki keterampilan , banyak yang menganggur dan malah menjadi tawuran, oleh karena bagi SMK Swasta diberikan kesempatan untuk menggunakan pelatan yang ada di SMKN 4 ini, ujarnya/dendayasa,SIP

0 komentar :

Posting Komentar