Selasa, 11 Maret 2014


Karya Winni Siti Alawiah ,SPd 2013
Guru bimbel GO Sukabumi
Perum Bumi Baros Kencana Blok V RW.15/Rt02
Kota Sukabumi


100 Rangkaian angka yang terlampau lama,
Tua bagi manusia dan mungkin pertumbuhan baginya, Sukabumi

Si Kota mochi, melekat jenaka dalam benak setiap orang
Atau kotanya Ratu Pantai Selatan
Tentu ia punya sejarah semanis madu dan perjuangan yang tak sekenyal mochi

Ayo kita sapa ingatan akan kisahnya:
13 Januari 1815, siahli bedah, Dr. Andreas de Wilde cetuskan sebuah nama, Soekaboemi Gemente Soeka Boemi,  keunikan nama pemerintahan yang pernah tersemat sebelum kini bertransformasi menjadi kota Sukabumi.
Tiga nama asing sempat memimpin, Mr. G.F Rambonet, Mr. M. W Ouwerkerk, Dr. A.L.A Van Unen,
Perguliran 24 kali estafet kepemimpinan, dan 24 kali Sukabumi bercerita akan asuhannya.
Lima, lambang untuk Sukabumi kita;
Tertoreh perisai lambangkan ketangguhan fisik juga mental, untuk perlawanan atas perebutan hakpribumi, yang kini hanya sebagai pekerja bagi si asing. Ribuan jumlahanya hanya menjadi buruh pabrik di tanahnya. Seolah akan menggores luka lama perbudakan zaman kolonial.

Warna hijau untuk kesuburan dan kemakmuran, mencegah perhabisan lahan hijau yang terus saja digerogoti semen dan beton, berlabel komersialisme.Udara sepoy kota pegunungan yang harus musnah, menyeret longsor untuk yang tak berdosa.
Bintang segilima gambaran pancasila dan Sejata Kujang gambaran keberanian, keberanian untuk mau menyentuh pinggiran kota belum dijamah listrik. Rangkulan dan pendidikan untuk parajalanan hasil migrasi ibukota.
Setangkai Padi dan teh perwujudan ketentraman dan perdamaian, bagi rakyat; jalanan beraspal tanpa lubang, kepulan asap dapur yang beraroma pandan wangi  dan lauknya, juga sekolah yang tak melulu mahal.
Lalu Pita Merah Putih tentu Kebangsaan Indonesia,kebanggaan Sukabumi dengan merekat kanbudaya. Sepert itarian uyeg yang tak lagi bersua. Mungkin anak cucu tak lagi mengenalnya.
Jangan tunggu, jangan tunggu hingga semua itu benar-benarterkubur, menghilangbersama catatan sejarah yang tergolek di rak, dan berdebu. Jangan buat rasa sesal itu muncul.
Karna di Sukabumi kita besar, berkembang dan berbudaya
Semogaitusemuatercegahdanterpulihkan, semoga para pemimpin muda lebih faham akan budaya dan cinta akan rakyatnya melebihi dirinya sendiri.
Sukses selalu untuk Sukabumi Kita, kini dan nanti

Karya Winni Siti Alawiah ,SPd 2013
Guru bimbel GO Sukabumi
Perum Bumi Baros Kencana Blok V RW.15/Rt02
Kota Sukabumi

0 komentar :

Posting Komentar