Selasa, 18 Maret 2014



Sukabumi,



Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Kota Sukabumi dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah  ( UMKM) dan Koperasi, masih banyak perbankan yang mempersulit dalam memberikan bantuan kredit modal usaha kepada para pelaku UMKM dan Koperasi, berkenaan  dengan persyaratan kredit yang terlalu memberatkan kalangan UMKM dan Koperasi


Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. saat membuka dengan resmi Rapat koordinasi  fasilitasi 
penguatan permodalan perbankan sekota sukabumi 2014 yang digelar di ruang 
pertemuan BJB selasa (18/3) 2014 dengan dihadiri Wakil Walikota
 H.Achmad Fachmi, SAg.MM.PD, Kepala SKPD terkait  serta  kalangan UMKM dan
 koperasi.


Melalui Rakor ini
 diharapkan Walikota ,
 mampu untuk  
 menyamakan persepsi,
 antara para 
pelaku UMKM dan 
Koperasi dengan pihak   
perbankan, terutama
 yang berkenaan  dengan
 berbagai kendala untuk 
dicarikan jalan solusinya.

Menurut Direktur PT Bank BJB Cabang Sukabumi, Danis Hatmaji , bahwa  bantuan modal usaha yang dikeluarkan Bank BJB Cabang Sukabumi, baik melalui KUR, KTA dan KCR (Kredit Cinta Rakyat), saat ini sudah mencapai 150 milyar rupiah, dengan NPL (Non Performing Loan) atau kredit bermasalah mencapai 5 persen. 






Dikatakannya, penyaluran kredit modal usaha kepada para pelaku UMKM dan Koperasi
 di Kota Sukabumi, pada tahun ini lebih besar apabila dibandingkan dengan tahun 
sebelumnya, yang hanya mencapai 78 milyar.


Dikemukakannya pihak perbankan telah berupaya maksimal melakukan pembinaan, termasuk membantu berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dan Koperasi, baik yang berkenaan dengan permodalan maupun yang berkaitan dengan kemudahan dalam memperpanjang jangka waktu kredit.


Menyinggung naiknya BI Rate atau Suku Bunga, apakah berlaku atau tidak bagi para pelaku UMKM dan Koperasi, menurut Direktur PT Bank BJB Cabang Sukabumi, saat ini pihaknya sedang berupaya optimal
 sekaligus melakukan antisipasi, apakah ikut naik atau tidak dan  
 apabila pada kenyataannya harus naik, pihaknya mengharapkan,
 persentasenya jangan terlalu tinggi.

Wakil Walikota , H. Achmad Fachmi SAg, MM.PD ketika dimintai keterangannya oleh sejumlah awak media mengemukakan, bahwa Terciptanya 25 ribu lapangan pekerjaan merupakan target Pemerintah Kota sukabumi hingga tahun 2018 mendatang dengan metode membentuk lima ribu wirausaha baru setiap tahunnya, hal ini dilakukan  sebagai langkah astrategis dalam meningkatkan kesejahteraan serta  upaya  mengurangi angka kemiskinan yang ditargetkan turun sekitar 9 persen setiap tahunnya.


Dijelaskannya, wirausaha 
baru yang diciptakan
 nantinya akan 
diarahkan membuka usaha
 di sektor KUKM, 
dengan melibatkan berbagai 
unsur pendukung seperti 
pihak Perbankan, 
Perguruan Tinggi, KADIN
 dan Dekranasda. Tujuannya
 agar nantinya KUKM 
memeliki konsep yang jelas,
 mulai dari produknya 
hingga masalah promosinya.


Kita ingin memberikan advokasi yang terbaik bagi KUKM dan apa yang bisa ditawarkan 
oleh pihak perbankan khususnya dari sisi permodalan dengan berupa layanan 
pinjaman kredit,”ujarnya.


Lebih lanjut H. Achmad Fahmi, SAg,MM.PD  mengungkapkan, Pemerintah kota
 Sukabumi untuk tahun 2014 telah mengalokasikan anggaran permodalan tanpa agunan
 bagi KUKM yang dikucurkan melalui BPR Sukabumi senilai Rp. 200 juta. Sedangkan total
 kredit permodalan yang dikucurkan oleh pihak perbankan hingga tahun 2013, mencapai 
angka Rp. 4,02 miliar.


“Rencana Pemkot Sukabumi menargetkan 25 ribu lapangan pekerjaan baru dengan 
cara menciptakan wirausaha baru mendapat dukungan dari Ketua KADIN Kota Sukabumi, 
Andri L. Kusumah. Menurutnya, dengan luas wilayah yang tidak terlalu luas serta 
minimnya potensi sumber daya alam yang ditawarkan, mau tidak mau Pemkot Sukabumi 
harus memutar otak untuk meningkatkan sektor perekonomian yang salah satunya bisa
 dengan menciptakan wirausaha baru pada sektor KUKM”.


“Tentunya hal ini harus didukung oleh semua pihak yang terkait  dengan menjalin 
hubungan yang sinergi, dalam artian setiap stakeholder terkait harus mempunyai program 
sendiri dalam pembinaan KUKM kedepannya,”ujarnya


Selanjutnya Wakil Walikota  menghimbau kepada seluruh pihak terkait, kertika 
melaksanakan program pelatihan terhadap KUKM tidak berhenti disitu saja dan harus
 berlanjut kepada pembinaan, sehingga uhanya kedepan semakin maju.


“Kadin nantinya akan berperan mensinergikan potensi yang ada agar menjadi 
seorang wirausahawan, melakukan promosi dan membuat bisnis plan serta pendampingan
 oleh pengusaha lama kepada calon pengusaha baru,” ungkapnya.


Pimpinan Cabang Bank BJB Sukabumi, Danis Hatmaji mendukung upaya Pemerintah
 Kota Sukabumi guna mewujudkan kota wirausaha bekerjasama dengan dunia perbankan. 
Terkait dengan bantuan permodalan, pihak Bank BJB sudah mengucurkan dana Kredit 
Cinta Rakyat (KCR) dengan total agunan mencapai 40 persen. 

Berdasarkan data yang diperoleh, total dana KCR yang sudah dikucurkan sejak tahun 2011 hingga 2013 mencapai Rp. 7,6 miliar dengan plafon maksimal Rp. 50 juta kepada pelaku 
usaha dan KUKM di Sukabumi.   



“Pelaku usaha yang sudah mendapat KCR tidak bisa mendapat pinjaman untuk kedua 
kalinya, adapun bunga terbilang sangat rendah yakni 8,3 persen per tahun,” 
ungkapnya didampingi Manager Operasional, M. Reza dan Manager Marketing 
Heru Baharudin.

0 komentar :

Posting Komentar