Minggu, 23 Maret 2014



Sukabumi,
Dulu ungkapan bahasa santun benar-benar  menghiasi hiruk pikuk dinamika  kehidupan putra-putri  bangsa diseluruh pelosok tanah air, termasuk ditataran tanah sunda provinsi jawa barat, interaksi  antar sesama, kawula muda , orang tua dan anak-anak kerap terlintas begitu halus nan indah dengan bahasa santun danlembut nya  “ kumaha Sae “ ,” Kumaha  daramang “ Aya naon pangersa teh. Nuhun atuh upami aya dina kaayaan sehat wal afiat-mah,  eta anu disuhunkeun, kumaha sawangsulna.

Sekretaris Daerah, DR.HMN. Hanafie Zein, ketika membuka dengan resmi Sukabumi City Fest yang digelar sabtu (22/3) 2014 di Taman rekreasi Air Panas  Cikundul dengan dihadiri Kadis Porabudpar Parekraf, Drs. Ayep Supriyatna,MM, Kepala Kantor Kominfo, Ir.H. Cecep Mansyur, sejumlah kalangan Ekonomi kreatif, budayawan-budayawati yang mengikuti jalanya acara tersebut.
Lebih lanjut dikemukakan DR.HMN.Hanafie Zein, Nilai-nilai budaya local kini mulai tergerus oleh budaya luar, semakin hari memudar, karena dihadapkan kepada kesibukan dalam memenuhi tuntutan kehidupan secara individual terutama   dari sisi ekonomi  dan politik serta arus globalisasi  dewasa ini yang disertai dengan kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi ..
" Saya sangat terharu kepada negara tetangga Malaysia dan Yanmar " ternyata mereka masih mampu mempertahankan, melestarikan budaya sendiri, tidak sungkan-sungkan untuk menghadiri acara pesta perkawinan dan di kantor mengenakan sarung, namun sebaliknya di negara kita budaya bangsa ini semakin terkikis habis, nampaknya lebih memilih pakaian jas berdasi, padahal itu budaya luar, mudah2an melalui 1 abad Kota sukabumi ini akan kembali mengingatkan kita untuk dapat kembali mampu melestarikan budaya lokal tersebut, apalagi kalau kita melihat fakta sejarah dengan berdirinya Candi Borobudur mampu berdiri kokoh kuat dan terstruktur, kendati pada masa itu serba dengan keterbatasan, tapi nenek moyang kita dahulu mampu membangunnya dengan kokoh" ujarnya.

Menyikapi kondisi demikian “ungkap” Sekretaris daerah” Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disporabudparekraf kini tengah berupaya keras untuk dapat membentengi,   melestarikan budaya bangsa tersebut dengan menggelar” Sukabumi City Fest” sebagai sarana pembinaan, promosi dan pemasaran untuk ekonomi kreatif, pelestarian seni budaya local dan memperkenalkan perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi kepada masyarakat , sekaligus mendorong  program Cyber City yang diharapkan berdampak pada perkembangan perekonomian masyarakat di kota sukabumi. 

Menurut Kepala Kantor Kominfo Kota Sukabumi, Ir, H. cecep Mansyur, MM bahwa “Target Sukabumi City Fest adalah industri kreatif dan ICT kota sukabumi berkembang dengan pesat, sebagai event tahunan Kota Sukabumi yang bertujuan meningkatkan wisatawan baik lokal maupun manca Negara” ujarnya 

Pada kesempatan sama Pembina Sukabumi City Fest, Dendayasa, Sip mengemukakan bahwa Gubernur provinsi jawa barat , H. Achmad Heryawan pada tahun ini  seiring dengan program pemerintah provinsi jawa barat akan  memberikan penghargaan Inovasi dan Prakarsa kepada putra – putri asal jawa barat berupa piala dan piagam penghargaan serta uang sebesar Rp 675 juta bagi 10 orang pemenang yang akan diserahterimakan pada puncak acara hari jadi provinsi jawa barat 19 agustus 2014.

Pendafataran mulai  dibuka pada tanggal 1 maret dan ditutup 23 mei 2014, untuk lebih jelasnya hubungi pemerintah daerah setempat (Kantor Kominfo).ujarnya/dens


0 komentar :

Posting Komentar