Senin, 16 Desember 2013





DUA SISWI  unggulan SMP Negeri 1, Kota Sukabumi dilepas tatapan penuh harap dan restu para guru saat hendak mengikuti ajang lomba yang khusus diikuti siswa-siswi berkempuan khusus di Cicendo, Bandung, tepatnya di Kanwil Dinas Pendidikan Jawa Barat.


            “Ngga ada rasa minder atau malu berabung dengan rekan- rekan yang berkemampuan diatas rata-rata. Memang saya juga dianugrahi IQ diatas-atas 130.” ungkap Nabila Haifa Nafisah Siswi Kelas 1 Aksel, di SMP Negeri 1, Kota Sukabumi.
             Sombong itu kata sulung dua bersaudara keluarga pasangan Arsim, SH dan Nina Nur Aeni, SH termasuk penyakit. “Kata Ibu, sombong itu sesuatu yang harus dijauhi. Allah Yang Maha Mengetahui kemampuan umatnya, dan saya mendapatkannya,” imbuhnya.
            Pembawaannyayang  tenang dan penuh percaya diri Ia berada diantara para unggulan dari 11 SMP di berbagai peloksok Kota & Kabupaten di Jawa Barat. “Mendesain komputer visual. Saya wajib menampilkan sebuah tema hari Pahlawan dilayar computer,” paparnya diruang tamu Kepala SMP Negeri 1, Sabtu pekan kedua Desember.
            Tuga yang harga mati itu, tanpa direncanakan dahulu. Segalanya berlangsung dadakan dengan durasi waktu sekitar 2 jam tuntas. “Hadiah dari Bunda waktu saya diterima di Kelas aksel. Sebuah computer jingjing atau leptop. Sangat besar jasa dan andilnya,” tutur Nabila.
            Siswi Kelas Kelas 9- Aksel SMP Negeri 1 asal SDN. Cipanengah, Kecamatan Lembur Situ salah satu SD Negeri berlebel [CBM] Cipta BIna Mandiri itu. Selain menyibukan dengan mainan laptopnya yaitu menggambar, mengaku sejak SD. Kelas V gemar menggambar binatang.
            “Di Indonesia, saya jujur belum punya idola selain kedua Ortu di rumah dan semua guru di sekolah. Tapi dari negeri yang getol memproduksi komik, saya mengaggumi Humamura pakar komik Jepang. Ingin rasanya saya jumpa beliau,” ujar Nabila Hasifa Nafisha merunduk.
            Dikesempatan sama, berjumpa dengan seorang siswi aksel bukan hal mudah. Saat itu suasana ruang tamu Kepala SMP Negeri. 1 makin semarak. Terlebih ada Dua guru pengasuh dan seorang siswi bernama, Sania Suryapuspita siswi Kelas 9- Aksel dengan senyum malunya.
            Gadis berjilbab putih itu meski malu-malu dan enggan menjawab. Akhirnya Sania bertutur, nilai rapor terbarunya mendapat niulai 94, 8 untuk IPA, matematika: 91 dan Pendidikan Agama Islam PAI: 95. “Saya dengan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ ala, ingin jadi arsitek gedung.”
            Anak kedua dari Lima bersaudara itu, Oktober kemarin berama 29 dari 11 utusan provinsi rata-rata 3 orang duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. “Saya berdoa dan selalu ingat wajah Bunda dirumah.” Imbuhnya. Sania merasa mendapat dorongan kuat disaat melemah. 
“Lomba itu sangat terbatas waktu persiapannya. Beruntung saya punya pembimbing yang sabar dan telaten. Hingga menjalani lomba Matematika dan IPA lancar. Mungkin ini yang disebut dalam pribahasa berakit kehulu berenang ketepian,” ungkap Sania memperbaiki jilbabnya.
            Berhasil melintasi Jawa Barat, akhirnya Sania harus melaju ke ajang nasional di Bali. “Namanya B- Bali hotel, nyaman sekali. Alangkah lebih nyaman lagi kalau saya bersama adik dan kakak serta Ortu. Saya meraih juara pertama dari Bali itu.” Kenang Sania. Saat itu Ia satu goup dengan  utusan Banjarmasin, Balikpapan dan Serang, Banten. Bravo Sania.
            Dari catatan yang ada, ternyata SMP Negeri 12 yang berlokasi di Jl. IR H. Djuanda, Kota Sukabumi itu. Sekolah menengah pertama yang memberlakukan Kelas Aksel. 12 tahun silam SMP tertua di Sukabumi itu terbuka mengundang sejumlah siswa berkemampuan khusus untuk gabung.
Description: C:\Users\MASTER\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\Foto0686.jpg            “Siswa-siswi berbakat itu Kami asah dan asuh dengan IQ diatas rata-rata atau 130. Kini Kami memiliki  siswa Kelas I: 23 orang, Kelas 9: 22 anak.” Ungkap Eti Suaeti guru pembimbing siswa,  satu dari sedikit guru yang dekat dengan anak-anak menyudahi pembincangan. [HS2SMI].

0 komentar :

Posting Komentar