Senin, 09 Desember 2013


Sukabumi, 
 
LELAKI terkesan pemalu siswa Kelas II/F- SMP Negeri 1 yang berlokasi di Jl. H. Ir. Juanda, Kota Sukabumi itu merajuk minta ditemani guru pembimbingnya, selama bincang-bincang di ruang tamu Kepala SMPN.1, Rabu 27 November pamungkas  3013.


                “Kamu tak malu ketika harus tampil di depan ribuan pasang mata saat kajuaraan berlangsung. Mengapa Kita bedua harus ada orang ketiga,” tanya penulis sambil mengusap punggungnya saat Ibu Guru pembimbingnya pamitan keluar ruang tamu.

                Semenjak digelarnya Olympiade Olahraga Siswa Nasional [O2SN] saat itu masih duduk dibangku Sekolah Dasar tahun 2011. “Ditingkat Kota Sukabumi Tegar menduduki posisi pertama cabang olahraga beladiri, Karate pelajar.” Suasana mencair berjalan lancar dan akrab.  


Sesekali diwarnai tawa tertahan, Tegar sapaan rekan-rekan sejawatnya di sekolah, Ia berkisah tentang mula pertama terarik cabang olahraga bela diri Karate. Menurut remaja yang terlahir sebagai anak penengah dari 3 bersaudara itu, “Saya saat itu masih murid Kelas III SD.”


Lokasi latihan pindah-pindah. Tapi yang permanen di kampus Setukpa yang dulu dikenal Secapa Polri. Sesekali latihan di SMK Negeri 1 atau SMA Negeri 3. “Saya juga sering mengkhayal bisa ganti sabuk Karate saya menjadi Hitam. Tinggal ada kesempatan saja mungkin.”


“Untuk bersabuk Coklat seperti saat ini, saya menempuh ujian tidak kurang dari 4 kali ujian. Belum lagi saya harus melaksanakan ujian kenaikan Kyu dari Kyu tiga. Ayah dan Mama sejak Kelas III di SD selalu mendorong Tegar,” paparnya sambil sesekali Ia tertawa kecil.


Didesak pesan-kesan kedua Ortu terkait cabang olahraga yang sudah lama ditekuninya itu, Tegar bertutur “ Saya ingat khususnya ketika tegar akan turun diajang tanding Kata Karate. Tekuni serius bela diri dan tekuni juga jaga dirinya.” Ujar remaja kelahiran 22 Agustus 1999.


Tegar Nan Fiqri dengan Kakak dan adiknya wanita itu mengajak. “Kawan-kawan yang galau, dari pada prustasi lebih baik gabung dengan cabang olahraga bela diri atau apa saja yang sesuai dengan hati. Pasti ada manfaatnya dan tak menyesal.” Ajaknya seraya melepas sabuknya.  

Sejumlah peltihnya juga kedua orang tuanya. Sepakat untuk membekali Tegar menjadi karateka tangguh dan khusus tampil di “Kata” baik beregu atau “Perorangan”. Disinggung masih adanya oknum pelajar yang gemar tampil tawuran dijalanan, Ia mengaku prihatin.


“Kata orang-orang, oknum pelajar yang suka tawuran itu sama sekali tidak punya pendirian. Mereka masuk golongan pelajar galau.  Dari pada dikuasai kegalauan, mumpung belum terlambat jangan ragu-ragu gabung saja dengan cabang olahraga bela diri.” Imbuhnya.

Tegar yang semenjak duduk di Kelas V Sekolah Dasar sudah bersabuk Coklat itu. “Saya suka malu-malu juga. Tapi kata mama dan papa rasa percaya diri itu perlu di pupuk terus. Rasanya pergantian sabuk itu terlalu cepat untuk saya.” Tegar merundukan kepalanya.


Ia bersama dua sahabat tampilnya kala tanding, Mufqi dan Zeldi dinilai orang lain kekompakan yang harus diperbaiki. “Wajar saja Kami di posisi kedua II,” ungkap penyuka Mie ayam dan sayur bayam, khususnya masakan tangan mamanya.itu 


“Saat itu Kami tampil dikejurnas memperebutkan trophy Mendagri, di Bali. Harus puas diposisi dua. Dan karateka putri sebaya, Jihan Sakinah Putri yang melejit hingga ke mancanagara. Menurut hamat saya semua orang Sukabumi layak membanggakannya,“ katanya.  
  


Nama sang proklamator, Ir. Bung Karno, mantan presiden [alm] Gus Dur dan mantan presiden Soeharto [alm] menjadi motivatornya. “Terutama jendral Soedirman itu, saya mendengar kisahnya dari pak guru. Beliau orang hebat dijamannya, tapi juga patut diteladani. Tapi saya bercita-cita jadi actor laga seperti Iko Uawis dan Jo Taslim.” Tegar menyudahi obrolan.  [HS2SMI].-

0 komentar :

Posting Komentar