Minggu, 30 Oktober 2011



Sukabumi,

Pendidikan agama Islam sejak dini merupakan hal utama yang harus diprioritaskan untuk membentuk perilaku dan budi pekerti seorang anak menjadi generasi penerus berakhlakul karimah. Bukan itu saja pendidikan agama Islam sejak dini, juga bertujuan untuk meneruskan ajaran-ajaran agama Islam yang lurus sesuai dengan ajaran Al Quran dan  perintah Allah SWT.

Begitu pentingnya pendidikan agama Islam sejak dini, membuat salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pengusaha di Sukabumi H. Raden Rochkita Effendi.BE tergerak hatinya untuk membangun Pondok Pesantren Al-Amir Sidiq di Kp. Cimenteng, Desa Pada Asih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang diresmikan penggunaannya Sabtu (29/10). Hadir pula unsur muspika, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Yusuf Ridwan dan masyarakat serta para alim ulama.

Menurut pria paruh baya tersebut, tujuan dibangunnya pondok pesantren Al Amir Sidiq untuk menciptakan pendidikan agama Islam yang benar-benar sesuai ajaran Al Quran dan perintah Allah SWT. 

“Percuma kalau kita hanya memperkaya jasmani saja, sedangkan dari sisi rohani tidak kita penuhi dengan pendidikan agama,” katanya yang merupakan pemilik PT. Isopanel Dunia yang bergerak dalam pembuatan rangka baja ringan.

Dijelaskannya H. Raden Rokhita, keberadaan pontren tersebut jangan disalahartikan sebagai saingan dengan pontren lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Cisaat. Karena berdirinya pontren tersebut bertujuan untuk menegakkan ajaran agama Islam yang lurus dan benar. 

“Saya berharap kehadiran Pontren ini dapat memberikan manfaat serta pengaruh yang besar bagi pendidikan agama Islam khususnya di wilayah Kecamatan Cisaat  dan pada umumnya di Sukabumi,” harapnya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al Amir Sidiq, KH. Usep Sulaeman Asiddiqiah mengaku, pihaknya sangat berterimakasih dengan perhatian yang besar dari H. Raden Rochkita Effendi yang telah peduli terhadap pendidikan agama Islam dengan membangun pondok pesantren.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan dan mengembangkan pontren dengan baik, sesuai amanah beliau,” katanya.

Lebih lanjut KH. Asep mengungkapkan, Pontren tersebut didirikan diatas lahan seluas 1.625 m2 yang menghabiskan biaya sekitar Rp. 2,1 miliar lebih yang dibangun selama 8 bulan. 

“Alhamdulillah meskipun baru diresmikan penggunaannya, minat masyarakat untuk memasukkan anaknya ke pontren kami begitu tinggi baik itu dari local maupun luar daerah. Bahkan saat ini jumlah santri baik  pria maupun wanita jumlahnya mencapai 180 orang,” ungkapnya. (Bud/

0 komentar :

Posting Komentar